Infomalangraya.net– Berita terpopuler di Infomalangraya.netyang terangkum dalam Jatim Terpopuler, Sabtu (29/8/2026).
Diawali dengan Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Selanjutnya, Sekitar 250 porsi makanan gratis dibagikan setiap hari di Jalan Kedungsari, Surabaya.
Terakhir, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang berbatasan langsung dengan Jombang menjadi salah satu wilayah yang dipantau untuk memastikan mobilitas kendaraan tetap berjalan lancar selama rangkaian kegiatan berlangsung. Pengamanan arus lalu lintas dilakukan Satlantas Polres Nganjuk.
Berikut selengkapnya:
Karhutla di TNBTS meluas
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Di tengah upaya pemadaman, sebanyak 170 pendaki yang berada di kawasan Ranu Kumbolo berhasil dievakuasi setelah sempat terjebak akibat kobaran api.
Kebakaran terjadi di sejumlah titik kawasan TNBTS, tepatnya di wilayah Desa Argosari dan Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Di Desa Argosari, api membakar kawasan Ledok Bedor dan Blok Jantur yang berada di sekitar jalur pendakian Gunung Semeru. Sementara titik kebakaran lainnya berada di Blok Ranu Kembang, Desa Ranupane.
Kondisi tersebut tidak menghalangi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang bersama tim terkait untuk mengevakuasi para pendaki yang masih berada di Ranu Kumbolo.
“Pukul 14.30 WIB, 170 orang pendaki/pengunjung yang masih berada di Ranu Kumbolo berhasil tiba di kantor Resort Ranupane. Selanjutnya didampingi porter dan guide menuju Malang,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi.
Api di Argosari Berhasil Dikendalikan
Upaya pemadaman di kawasan Ledok Bedor dan Blok Jantur, Desa Argosari, cukup membuahkan hasil.
Yudhi mengatakan kobaran api di dua lokasi tersebut berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.45 WIB.
Meski demikian, petugas masih menemukan titik api dan kepulan asap yang belum sepenuhnya padam. Kondisi medan yang terjal menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
“Tapi masih ada titik api dan asap yang belum padam karena medan yang terjal dan di Ranu Kembang api padam. Pukul 16.30 WIB, tim penanganan Karhutlah kembali ke satuan masing-masing,” ucap Yudhi.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, kebakaran di kawasan hutan TNBTS wilayah Desa Argosari, Kecamatan Senduro, telah mencapai sekitar 10 hektare.
“Sementara kebakaran di wilayah Desa Ranupane masih dalam asesmen TNBTS. Jarak titik api dari pemukiman dan lahan pertanian warga kurang lebih 5 Kilometer. Adapun penyebab kebakaran masih dalam asesmen TNBTS bersama Kepolisian,” imbuhnya.
Titik Api Baru Muncul di Pasrujambe
Penanganan karhutla di kawasan TNBTS juga menghadapi perkembangan baru. Yudhi mengungkapkan muncul titik api di Petak Pangonan Cilik, wilayah Desa/Kecamatan Pasrujambe, Lumajang.
Titik tersebut saat ini masih ditangani oleh personel TNBTS. Kondisi medan yang sulit membuat pemadaman membutuhkan penanganan khusus.
“Titik api tinggal di atas Pos 4 pendakian Gunung Semeru. Sehingga diperlukan pemadaman dengan water bombing di area Petak Pangonan Cilik dan titik terjal lainnya dengan mengambil air dari Ranu Kumbolo,” ungkapnya.
Keberadaan tebing dengan kemiringan yang terjal menjadi salah satu kendala bagi personel di lapangan dalam melakukan pemadaman di lokasi yang terbakar.
Selain medan yang sulit, kondisi kabut dan asap yang kerap turun di sekitar area terbakar turut menghambat proses penanganan.
“Selain itu kabut dan asap yang sering turun di area terbakar, juga menjadi kendala penanganan,” ulas Yudhi.
Sosok Misterius Dermawan Dibalik Makan Gratis di Surabaya
Terik matahari di tengah Kota Surabaya tak menyurutkan ratusan warga untuk berdiri dalam antrean panjang di Jalan Kedungsari, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Kamis (28/8/2026).
Sejak menjelang pukul 13.00 WIB, warga dari berbagai kalangan mulai memadati tepian ruko dan perkantoran di kawasan tersebut.
Mereka datang dengan satu tujuan, mendapatkan seporsi makanan dari layanan yang dikenal warga dengan nama “Makan Gratis Kedungsari”.
Kedungsari merupakan kawasan kampung di tengah Kota Surabaya yang berada tak jauh dari pusat toko onderdil kendaraan. Lokasinya juga hanya sekitar 10 menit dari Balai Kota Surabaya.
Pantauan Infomalangraya.net, sekitar pukul 12.45 WIB antrean warga sudah memanjang dan mengular di sepanjang kawasan tersebut. Laki-laki dan perempuan, tua maupun muda, hingga pengemudi ojek online terlihat berdiri bersama menunggu giliran.
Jarak antrean yang harus ditempuh selama sekitar 15 menit pun tidak menjadi persoalan bagi warga yang ingin menikmati makan siang gratis.
Mereka mengerubuti Tossa pembawa makanan. Tidak terlihat label identitas warung maupun nama tokoh atau organisasi pada kendaraan tersebut.
“Ya Allah soto. Ada telur dan ayamnya,” celetuk salah seorang pengantre yang berhasil berada di barisan paling depan.
Antrean Tertib di Tengah Teriknya Surabaya
Layanan makan gratis mulai dibuka dan melayani warga pukul 13.00 WIB. Berbeda dengan sejumlah warung gratis lainnya yang mencantumkan nama atau identitas penyelenggara, di lokasi ini hanya terdapat tulisan “Makan Gratis Kedungsari”.
Ratusan pengantre terus merangsek mendekati lokasi pembagian makanan. Meski jumlahnya banyak, antrean tetap berjalan tertib dan tidak sampai meluber ke badan jalan.
Di sepanjang bahu jalan, sepeda motor dan sepeda kayuh milik warga terlihat berjejer dengan rapi. Para pemilik kendaraan juga mengikuti antrean dengan tertib.
Jaket hijau khas pengemudi ojek online yang basah oleh keringat berbaur dengan bapak-bapak, ibu-ibu hingga warga lanjut usia. Mereka menunggu giliran tanpa sekat.
Suasana yang sebelumnya relatif tenang mendadak berubah riuh ketika petugas mulai membagikan makanan. Para pengantre perlahan merapat menuju Tossa bertuliskan “Makan Gratis Kedungsari”.
Jadi Jujugan Makan Siang Warga
Aroma gurih kaldu dan rempah soto seketika menyeruak di tengah antrean. Tumpukan telur dan potongan ayam yang disiapkan untuk warga semakin menggugah selera.
“Saya hampir setiap hari ikut antre di sini. Menunya itu lho, tidak pernah mengecewakan. Bukan nasi bungkus sekadarnya yang isinya mi dan sambal saja,” kata Ishom, salah satu pelanggan tetap Makan Gratis.
Tangan Ishom dengan cekatan menerima sepiring paket nasi, kuah, telur separo dan ayam. Lengkap dengan segelas air mineral. Matanya berbinar melihat menu yang tersedia hari itu.
“Lauknya enak sekali. Kadang kami dapat ayam goreng yang empuk, kadang soto segar seperti hari ini,” ucap Ishom yang menjadikan jadwal tetap makan siang bersama warga yang lain sambil menyeka peluh.
Di tengah kenaikan harga berbagai kebutuhan, makanan gratis tersebut menjadi salah satu pilihan bagi warga yang harus menghemat pengeluaran.
Namun, menariknya, sebagian besar warga yang menikmati makanan tersebut tidak mengetahui siapa sosok di balik penyedia makan gratis setiap hari.
Tidak ada spanduk yang menampilkan nama tokoh, foto caleg, maupun logo organisasi. Identitas penyedia juga tidak dicantumkan di lokasi.
Hanya terdapat cetakan foto anak kecil berudeng dan berbaju adat Jawa.
Bagi warga, siapa sosok di balik pembagian makanan tersebut bukan menjadi persoalan utama. Mereka lebih melihat manfaat yang dirasakan secara langsung.
Warisan Ketulusan Sejak Pandemi Covid-19
Rasa penasaran mengenai sosok di balik Makan Gratis Kedungsari akhirnya terjawab melalui penelusuran Surya.co.id. Aksi berbagi makanan tersebut ternyata bukan kegiatan yang baru muncul dan berlangsung sesaat.
Hasil penelusuran surya.co.id, kegiatan sosial di Jalan Kedungsari telah berlangsung sejak sekitar enam tahun lalu, tepat ketika pandemi Covid-19 mulai memberikan dampak besar terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Di tengah banyaknya warga yang kehilangan pekerjaan dan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, makanan siap santap menjadi salah satu bentuk bantuan yang dapat langsung dirasakan.
Fitra, kerabat dari sang pemilik warung gratis tersebut, sibuk membagikan piring demi piring makanan sembari melempar senyum ramah kepada setiap warga yang mendekat. Saban hari sedikitnya 250 porsi disiapkan.
Dia menuturkan, aksi dermawan itu dimulai sejak masa sulit Covid. Dilihat banyak orang kehilangan pekerjaan dan kesulitan hanya untuk sekadar makan. Apa yang bisa langsung dirasakan? Jawabannya adalah makanan siap santap.
Namun Fitra enggan menyebut identitas pemiliknya. Saat ditanya asalnya, dia hanya menjawab dari Kampung Malang, Surabaya.
Identitas pemilik tetap disembunyikan. Fitra hanya menyebut pemilik lembaga pendidikan TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an).
Satlantas Polres Nganjuk Jaga Lonjakan Kendaraan saat Muktamar di Tol
Kedatangan ribuan peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang turut menjadi perhatian aparat kepolisian di wilayah sekitar.
Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang berbatasan langsung dengan Jombang menjadi salah satu wilayah yang dipantau untuk memastikan mobilitas kendaraan tetap berjalan lancar selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Pengamanan arus lalu lintas dilakukan Satlantas Polres Nganjuk pada Kamis (27/8/2026), terutama di jalur yang berpotensi mengalami peningkatan volume kendaraan menuju maupun dari Kabupaten Jombang.
Langkah tersebut sekaligus sebagai upaya mengantisipasi kemacetan akibat tingginya mobilitas masyarakat dan peserta Muktamar NU ke-35 yang datang dari berbagai daerah.
Personel Ditempatkan di Titik Strategis
Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Afandy Dwi Takdir mengatakan pihaknya menerjunkan sejumlah personel di titik strategis, yakni jalan Kertosono-Jombang dan exit tol Nganjuk.
Para personel melakukan pemantauan di lokasi secara berkala untuk mengetahui kondisi arus kendaraan sekaligus melakukan tindakan apabila terjadi kepadatan.
“Arus lalu lintas di Kertosono-Jombang dan exit tol Nganjuk terpantau lancar. Tidak ada kepadatan atau hambatan berarti,” katanya.
Kondisi tersebut menunjukkan arus kendaraan di sejumlah akses yang menghubungkan Nganjuk dengan Jombang masih dapat terkendali meski kegiatan Muktamar NU ke-35 menarik kedatangan peserta dalam jumlah besar.
Polisi Imbau Pengendara Utamakan Keselamatan
KBO Satlantas Polres Nganjuk, Iptu Jarwanto menjelaskan langkah ini sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat guna memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Selain pemantauan, petugas tampak turut melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di dua jalur tersebut.
Di samping itu, dia mengimbau seluruh pengguna jalan agar senantiasa mematuhi aturan lalu lintas.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan berkendara,” ujarnya.





