Rekam Jejak Febri Diansyah, Mantan Juru Bicara KPK yang Kini Menjadi Pengacara

Febri Diansyah adalah sosok yang kini menjadi pengacara mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Sebelumnya, ia dikenal sebagai mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan memiliki peran penting dalam berbagai isu anti korupsi di Indonesia. Kini, ia menggantikan posisi Hotman Paris Hutapea yang mundur karena alasan kesehatan.

Penunjukan Febri sebagai pengacara Febrie diketahui setelah mantan Jampidsus ini diperiksa oleh tim khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). Proses pemeriksaan tersebut berlangsung pada Jumat (24/7/2026). Febri terlihat hadir hingga akhir pemeriksaan dan menyatakan bahwa ia ditunjuk sebagai pengacara Febrie pada Kamis 23 Juli 2026 kemarin. Ia mulai mendampingi pemeriksaan kliennya hari ini.

“Baru, saya baru jadi pengacara, jadi ini proses pemeriksaan pertama yang saya dampingi. Surat kuasanya tertanggal kemarin,” ucap Febri kepada wartawan.

Selama pemeriksaan, Febri menyatakan bahwa kliennya bersikap kooperatif saat menjawab pertanyaan dari penyidik. Ia berharap agar semua pihak dapat mengawal proses hukum yang sedang dijalani kliennya agar berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku. Febri juga menyampaikan bahwa dirinya dan tim diminta untuk menjadi advokat secara profesional, fokus pada aspek hukumnya.

Sebelumnya, Kejagung resmi menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka kasus TPPU. Penetapan ini dilakukan setelah yang bersangkutan diperiksa selama kurang lebih 10 jam sejak pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Febrie langsung ditahan selama 20 hari ke depan di rumah tahanan (Rutan) KPK Cabang Jakarta Timur.

Profil Singkat Febri Diansyah

Febri Diansyah lahir di Padang, Sumatra Barat, pada 8 Februari 1983. Ia menamatkan pendidikan SMA Negeri 4 Padang pada tahun 2000 dengan jurusan IPA. Setelah lulus, ia melanjutkan studi di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas. Selama masa kuliah, ia aktif di Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Genta Andalas.

Pada tahun 2002, Febri memutuskan untuk berganti jurusan ke Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) karena merasa tidak cocok dengan jurusan sebelumnya. Alasannya adalah adanya pembahasan kontrak karya perusahaan multinasional yang mengeruk kekayaan Indonesia. Selama kuliah, ia aktif di Indonesia Court Monitoring (ICM), sebuah lembaga pengawasan peradilan di Yogyakarta, untuk mengasah ilmu pengetahuannya.

Untuk menyelesaikan studinya, Febri kembali ke kampung halaman dan bekerja sambil melanjutkan perkuliahannya di Universitas Andalas. Di sana, ia bertemu dengan sang istri yang telah ia nikahi sejak tahun 2008 lalu. Febri dinyatakan lulus sebagai sarjana hukum UGM pada tahun 2007.

Rekam Jejak Febri Diansyah

Setelah lulus, Febri bergabung dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) sebagai peneliti hukum dan merantau ke Jakarta. Ia ditempatkan di bagian program monitoring hukum dan peradilan, dengan tugas memantau jalannya proses peradilan kasus-kasus korupsi di Indonesia. Ia juga aktif menulis di beberapa media nasional seperti Kompas.

Dengan aktivitasnya di ICW dan tulisan-tulisannya yang tajam di media cetak serta pernyataan-pernyataannya dalam talk show di media elektronik, Febri dipandang sebagai salah seorang tokoh muda anti korupsi di Indonesia.

Nama Febri Diansyah dikenal luas saat ia menjadi juru bicara sekaligus Kepala Biro Humas KPK menggantikan Johan Budi. Ia mengundurkan diri dari KPK pada Desember 2019, setelah tiga tahun menjabat sebagai juru bicara sejak Desember 2016.

Pada Februari 2012, Febri dianugerahi penghargaan sebagai aktivis/pengamat politik paling berpengaruh pada tahun 2011. Penghargaan ini diberikan oleh lembaga riset politik Charta Politika Indonesia atas intensitas pernyataan Febri pada isu-isu korupsi, seperti kasus Wisma Atlet, Undang-undang KPK, pemberantasan korupsi, kasus cek pelawat, dan seleksi pimpinan KPK, yang dianggap tertinggi dibanding pengamat dan aktivis lain.

Febri kembali menjadi buah bibir saat menjadi kuasa hukum Putri Candrawati, istri mantan Kadivpropam Ferdy Sambo di kasus pembunuhan ajudannya, Brigadir J. Ia juga sempat menjadi tersangka korupsi Sekjen PDIP Hasto Kristianto.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version