Kemiripan John Herdman dengan Shin Tae-yong dalam Laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis
Pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Saint Kitts and Nevis di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3/2026), menjadi momen penting bagi pelatih baru, John Herdman. Hasil yang diraih dengan skor 4-0 menunjukkan kemampuannya dalam memimpin tim. Selain itu, banyak hal yang membuatnya terlihat mirip dengan pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong. Berikut lima faktor yang membuat John Herdman terlihat seperti Shin Tae-yong.
1. Fokus pada Fisik
Salah satu ciri khas dari John Herdman adalah penekanan pada kondisi fisik pemain. Kapten kedua Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menyebut bahwa latihan yang diberikan oleh Herdman memiliki kesamaan dengan Shin Tae-yong. Meskipun intensitas latihan mungkin sedikit berbeda, secara umum, fokus pada kebugaran dan stamina pemain tetap menjadi prioritas utama.
Di laga kontra Saint Kitts and Nevis, tidak ada pemain yang mengalami cedera. Hal ini menunjukkan bahwa program latihan yang diterapkan oleh Herdman efektif dalam menjaga kondisi fisik para pemain.
2. Tekanan Tinggi (High Pressing)
John Herdman juga menerapkan strategi high pressing, yaitu tekanan kuat terhadap lawan sejak area pertahanan mereka. Hal ini serupa dengan gaya permainan yang diterapkan Shin Tae-yong. Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, Timnas Indonesia sering kali melakukan tekanan di semua sektor saat lawan menguasai bola. Kini, di bawah arahan Herdman, gaya tersebut kembali diterapkan.
3. Garis Pertahanan Tinggi
Garis pertahanan tinggi juga menjadi salah satu strategi yang digunakan oleh John Herdman. Di laga melawan Saint Kitts and Nevis, garis pertahanan Jay Idzes dan kawan-kawan berada jauh di depan kotak 16 meter. Strategi ini bertujuan untuk memutus serangan lawan melalui jebakan offside. Skema ini juga pernah digunakan oleh Shin Tae-yong saat melatih Timnas Indonesia.
4. Sistem Tiga Bek Sejajar
Sistem tiga bek sejajar juga menjadi bukti kemiripan antara John Herdman dan Shin Tae-yong. Di laga kontra Saint Kitts and Nevis, Herdman memasang Elkan Baggott, Rizky Ridho, dan Jay Idzes sebagai tiga bek. Sementara itu, di era Shin Tae-yong, Justin Hubner, Rizky Ridho, dan Jay Idzes menjadi andalan. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang digunakan oleh kedua pelatih hampir sama.
5. Karakter Kepemimpinan di Pinggir Lapangan
Kemiripan lainnya terletak pada cara kepemimpinan John Herdman di pinggir lapangan. Ia tidak hanya duduk di bangku cadangan setelah unggul, tetapi terus memberi arahan kepada pemain. Gestur dan aksinya mirip dengan Shin Tae-yong. Namun, perbedaan utamanya adalah bahwa Herdman tidak sejauh Shin Tae-yong dalam hal ekspresivitas.
Profil John Herdman
John Herdman lahir pada 19 Juli 1975 di Conseet, Inggris. Ia merupakan pelatih sepak bola asal Inggris yang telah memiliki pengalaman luas di berbagai level. Mulai dari pelatih Timnas Putri Selandia Baru hingga pelatih Timnas Kanada.
Ia memiliki lisensi Pro-UEFA dan lebih suka menggunakan formasi 3-4-2-1. Pengalaman kerjanya mencakup berbagai negara, termasuk Kanada dan Indonesia. Setelah meninggalkan Toronto FC pada 2024, ia kini menjadi pelatih Timnas Indonesia sejak 2026.
Berikut data statistik karier John Herdman:
- Periode Rerata sebagai pelatih: 2,68 Tahun
- Lisensi Kepelatihan: Lisensi Pro-UEFA
- Formasi yang disukai: 3-4-2-1
Rekam Jejak Karier:
* Selandia Baru: 2003–2005
Women’s Football: 2006–2008
Women’s Football: 2006–2011
Kanada U23: Januari–Juli 2018
Kanada: 2018–2023
Toronto: 2023–2024
Timnas Indonesia: 2026
Data Statistik Berdasarkan Liga Nasional:
* Liga Utama Sepak Bola: 37 pertandingan, 11 menang, 4 seri, 22 kalah
Data Statistik Berdasarkan Musim:
* Toronto (2024): 34 pertandingan, 11 menang, 4 seri, 19 kalah
* Toronto (2023): 3 pertandingan, 0 menang, 0 seri, 3 kalah
Data Statistik Berdasarkan Piala Nasional:
* Kejuaraan Kanada: 6 pertandingan, 4 menang, 0 seri, 2 kalah
Data Statistik Berdasarkan Internasional:
* Kualifikasi Piala Dunia CONCACAF: 20 pertandingan, 14 menang, 4 seri, 2 kalah
Gold Cup: 13 pertandingan, 6 menang, 2 seri, 5 kalah
CONCACAF Nations League A: 8 pertandingan, 6 menang, 0 seri, 2 kalah
CONCACAF Nation League Qualifikation: 4 pertandingan, 4 menang, 0 seri, 0 kalah
League Cup: 3 pertandingan, 2 menang, 0 seri, 1 kalah
* World Cup: 3 pertandingan, 0 menang, 0 seri, 1 kalah





