Keutamaan Membaca Surah Al-Kahfi pada Hari Jumat
Hari Jumat di bulan Syawal 2026 menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperkuat iman dan ibadah. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membaca Surah Al-Kahfi. Amalan ini tidak hanya memberikan pahala besar, tetapi juga menjadi cahaya yang menerangi kehidupan seorang Muslim dari satu Jumat ke Jumat berikutnya.
Menurut penjelasan Ustaz Adi Hidayat (UAH) dan almarhum Syekh Ali Jaber, hari Jumat memiliki makna khusus dalam agama Islam. Di hari ini, terdapat sejarah penting mulai dari penciptaan Nabi Adam AS hingga turunnya beliau ke bumi untuk membawa misi ibadah. Oleh karena itu, setiap Muslim disarankan untuk berhenti sejenak dari urusan dunia dan meningkatkan dzikir kepada Allah SWT.
Surah Pilihan yang Dianjurkan
Membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat memiliki keutamaan besar. UAH menekankan bahwa membaca surah-surah ini bukan hanya menambah pahala, tetapi juga memberikan hikmah tertentu bagi pembacanya. Surah pilihan yang dimaksud adalah:
- Surah Al-Kahfi (surah ke-18)
- Surah Yasin
- Surah As-Saffat
UAH mengingatkan agar setiap Muslim sempatkan memohon doa kepada Allah setelah tuntas membacanya. Hal ini dilakukan agar doa lebih mudah dikabulkan dan hidup dilimpahi keberkahan.
Tips dari Syekh Ali Jaber
Bagi sebagian orang, membaca Al-Kahfi secara lengkap mungkin terasa berat, apalagi yang belum terbiasa. Namun Syekh Ali Jaber memberikan tips sederhana:
- Tidak harus langsung sekaligus. Bisa dibagi-bagi bacanya. Misalnya pagi satu halaman, siang dua halaman, lanjut setelah Ashar hingga selesai.
- Bagi yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan lancar, boleh simak murattal dari HP atau media lainnya. Orang yang menyimak Al-Qur’an, pahalanya sama seperti yang membaca.
Keutamaan Membaca Surah Al-Kahfi
Berdasarkan kutipan dari laman MUI, berikut beberapa keutamaan membaca Al Kahfi pada hari Jumat:
- Terhindar dari fitnah Dajal
Dari Abu Darda, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa membaca sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.”
Selain itu, di dalam kitab Al-Mukhtarah karya Al-Hafiz Ad-Diyaul Maqdisi disebutkan:
“Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka ia dipelihara selama delapan hari dari segala fitnah dan jika Dajjal keluar, maka ia dipelihara dari fitnahnya.”
Berikut ini bacaan Surat Al Kahfi ayat 1-10:
-
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ
al-ḥamdu lillāhillażī anzala ‘alā ‘abdihil-kitāba wa lam yaj’al lahụ ‘iwajā -
قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ
qayyimal liyunżira basan syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-muminīnallażīna ya’malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā -
مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ
mākiṡīna fīhi abadā -
وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ
wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā -
مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا
mā lahum bihī min ‘ilmiw wa lā liābāihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā -
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا
fa la’allaka bākhi’un nafsaka ‘alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā -
اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا
innā ja’lnā mā ‘alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu ‘amalā -
وَاِنَّا لَجَاعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ
wa innā lajā’ilụna mā ‘alaihā ṣa’īdan juruzā -
اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا
am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā ‘ajabā -
اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā.
Keutamaan Lain
-
Diampuni dosa dalam dua Jumat
Dari hadis yang diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dari Abdullah bin Umar RA:
“Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, akan dibentangkan baginya cahaya mulai dari bawah telapak kakinya sampai ke langit. Cahaya itu akan memancarkan sinar baginya pada hari kiamat. Dan ia akan mendapatkan ampunan dari Allah di antara dua Jumat.” -
Sebagai pengingat hari kiamat
Setiap umat Muslim seharusnya banyak mengingat akan adanya hari kiamat, karena dengan mengingat–ingat datangnya hari kiamat tersebut maka akan menuntun kita untuk melakukan kebaikan. Hal tersebut juga dituliskan di dalam surat Al Kahfi ayat 47:
وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْاَرْضَ بَارِزَةًۙ وَّحَشَرْنٰهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ اَحَدًاۚ
“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.”




