Kakek Haji Jakarta Ditemukan Meninggal di Jabal Kudai
Muhammad Firdaus Ahlan, seorang jemaah haji asal Jakarta, ditemukan meninggal setelah dinyatakan hilang di Makkah, Arab Saudi. Jenazahnya ditemukan pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 02.00 waktu Arab Saudi di kawasan Jabal Kudai, berjarak sekitar 1,5 hingga 2 kilometer dari area pemondokan mendiang.
Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum. Berikut adalah kronologi lengkap kejadian tersebut.
Latar Belakang dan Kepergian Kakek Firdaus
Kakek Firdaus Ahlan, yang berusia 73 tahun, tergabung dalam kloter JKG 27 rombongan 1 dari KBIH Imam Bonjol. Ia memiliki istri bernama Nafsiah Nawan (63) dan tiga orang anak.
Firdaus sempat terekam kamera CCTV meninggalkan hotel tempatnya menginap yang berada di sektor 9 Misfalah, Makkah, pada Jumat (15/5/2026). Saat itu, ia tidak membawa identitas apapun, termasuk ponsel, kartu Nusuk, atau tas selempang.
Laporan terkait jemaah haji yang hilang pertama kali diterima melalui Kanal Kawal Haji pada 16 Mei 2026. Setelah sepekan pencarian, jenazah Firdaus akhirnya ditemukan di kawasan Jabal Kudai.
Kronologi Hilang
Istri Firdaus, Nafsiah Nawan, mengaku terakhir kali melihat suaminya pada Jumat (15/5/2026) pagi. Saat itu, Firdaus memintanya menyiapkan keperluan untuk salat Jumat. Sejak saat itu, Nafsiah tidak lagi melihat dan mengetahui keberadaan Firdaus.
Menurut Nafsiah, Firdaus sempat bertanya arah ke masjid. “Terus jalan lagi, turun arahnya ke kanan. Saya dengar dia nanya orang, ‘masjid di mana?'” papar Nafsiah.
Firdaus yang mengenakan baju yang disiapkan Nafsiah terlihat berjalan pelan menuju pintu hotel sekitar pukul 09.04 waktu Arab Saudi. Ia juga sempat bersalaman dengan penjaga hotel sebelum pergi.
Upaya Pencarian oleh Kemenhaj
Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ichsan Marsha, mengatakan bahwa sejak laporan pertama diterima, pihaknya segera mengerahkan sejumlah tim dan melakukan pencarian ke berbagai titik.
Tim satu melakukan penyisiran ke sejumlah tempat, hotel, hingga area Masjidil Haram. Tim kedua dikerahkan untuk menyisir di jalan-jalan membantu pencarian. Tim perlindungan jemaah (linjam) dari Madinah juga dikerahkan untuk melakukan pencarian hingga ke rumah sakit baik yang berada di Makkah maupun luar kota Makkah.
Selain melakukan pencarian, Kemenhaj juga melakukan koordinasi intensif dengan pihak kepolisian Arab Saudi. “Kami juga membuat laporan kepolisian serta memberikan pendampingan penuh kepada sang istri selama proses pencarian berlangsung karena jemaah tersebut berangkat haji didampingi oleh istri,” jelas Ichsan.
Penemuan Jenazah di Jabal Kudai
Setelah dilakukan pencarian intensif, Kakek Firdaus ditemukan meninggal dunia. Jenazahnya ditemukan pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 02.00 waktu Arab Saudi di kawasan Jabal Kudai.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Kabid Linjam) PPIH Arab Saudi, Muftiono, menyebut jenazah Firdaus ditemukan oleh tentara Arab Saudi atau Askar yang sedang melakukan patroli rutin di wilayah tersebut.
Dalam dokumen forensik memuat informasi jenazah dengan ciri-ciri seperti kakek Firdaus. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Kakek Firdaus. Almarhum diduga kelelahan akibat cuaca panas ekstrem lalu terjatuh di area perbukitan.
Berdasarkan kondisi jenazah, almarhum diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan. “Situasi panas membuat kondisi jenazah mengalami perubahan warna, tapi masih utuh dan dapat dikenali.”
Proses Identifikasi dan Dimakamkan
“Sarung hitam, baju koko putih, gelang identitas, semuanya masih melekat dan utuh,” kata Muftiono, Jumat.
Jenazah Kakek Firdaus rencananya akan dimakamkan di pemakaman umum di Kota Makkah setelah seluruh proses administrasi dari kepolisian dan KJRI selesai dilakukan. “Kita masih menunggu mudah-mudahan hari ini atau sore nanti (hari Jumat) dinyatakan secepatnya akan dimakamkan,” ungkap Muftiono.
Ia mengungkapkan, saat ditemukan almarhum tidak membawa kartu Nusuk. Meski demikian, gelang identitas masih melekat sehingga memudahkan proses identifikasi oleh aparat Arab Saudi dan petugas haji Indonesia.
Persiapan Badal Haji
Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum. Pelaksanaan badal haji tersebut akan dilakukan oleh petugas haji.
“Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum,” jelas Hasan.
