Bahlil Lahadalia dan Komentar tentang Meme di Media Sosial

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menunjukkan ekspresi senyum dan tawa saat melihat berbagai meme yang menggambarkan dirinya di media sosial. Salah satu meme yang viral adalah hasil karya teknologi AI yang membuat Bahlil terlihat seperti sedang mengenakan pakaian balerina dan menari di depan SPBU. Selain itu, ada juga meme dengan kolase foto Bahlil yang diberi judul “POV Laki Serba Bisa” serta beberapa gambar yang menampilkan berbagai potongan rambut yang cocok untuknya.

Bahlil menyebut bahwa hal ini merupakan konsekuensi dari fakta bahwa Indonesia adalah negara demokrasi. Ia menjelaskan bahwa semua pejabat publik harus menerima pandangan dan kritik yang bersifat konstruktif. Menurutnya, ini sudah menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai seorang pejabat.

“Ini biasa saja selama bukan pribadi orang, urusan SARA, rasisme. Itu gak boleh karena isu SARA menjadi awal perpecahan bangsa,” ujarnya.

Bahlil juga mengaku tidak marah ketika wajahnya dijadikan meme oleh warganet. Ia mengatakan bahwa ia sudah lama dihujat publik dan tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Ya, memang itu sudah menjadi takdir dari Illahi. Memang faktanya begitu,” katanya. Ia menegaskan bahwa ia tidak perlu berbohong tentang penampilannya, seperti mengatakan dirinya putih jika sebenarnya hitam.

Namun, ia tetap mengimbau agar publik tidak menyampaikan ujaran kebencian. Bahlil mengaku legowo bila kebijakannya sebagai pejabat publik dikritik.

“Ya, ini kan negara demokrasi. Kebebasan berpendapat harus dijaga dan menjadi hak warga negara yang taat pada peraturan,” tuturnya.

Organisasi Sayap Golkar AMPI Pernah Laporkan Pembuat Meme Bahlil

Meski Bahlil mengaku tidak sakit hati, organisasi sayap Partai Golkar, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), pernah melaporkan akun-akun media sosial ke Mabes Polri pada Oktober 2025. Wakil Ketua Umum DPP AMPI Steven Izaac Risakotta mengatakan bahwa pihaknya membuat laporan dalam bentuk pengaduan masyarakat atau dumas ihwal dugaan pencemaran nama baik Bahlil Lahadalia.

“Kami tadi melaporkan terkait (pelanggaran) ada Undang-Undang ITE, pencemaran nama baik,” ujarnya. Menurut Steven, laporan ini dibuat agar bisa memberikan efek jera bagi pemilik akun-akun media sosial yang menghina Bahlil sebagai pembina AMPI.

Jumlah akun media sosial yang diadukan mencapai sekitar 30. Beberapa di antaranya, yakni Instagram @kementerianbakuhantam dan @kementerian_kurangajar. Namun, laporan ini dikritik luas oleh publik. Bahlil dinilai antikritik dan ingin memberangus kebebasan berpendapat. Respons awal Bahlil ketika itu, ia mengaku tidak tahu soal pelaporan yang dilakukan oleh AMPI.

Bahlil Minta AMPI Berhenti Melakukan Pelaporan

Setelah laporan yang dilakukan oleh AMPI terkait Bahlil menjadi perbincangan luas di ruang publik, ia mengambil sikap. Bahlil meminta kepada organisasi sayap Golkar, yakni AMPI dan AMPG agar tidak menindaklanjuti laporan yang sudah dilayangkan ke kepolisian. Ia mengaku sudah memaafkan akun-akun di medsos yang menciptakan meme mengenai dirinya.

“Dan saya pikir ya, kalau ada yang meme-meme apa, udahlah saya maafkanlah. Nggak apa-apa kok,” kata Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan pada 24 Oktober 2025 lalu.

Bahlil tidak mempersoalkan adanya pihak yang mengkritik kebijakannya. Namun, ia menyarankan jangan sampai ada hinaan bernuansa rasis terhadap pribadi.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version