Kalender Liturgi Katolik untuk Pesta Santo Yohanes I
Pesta Santo Yohanes I dalam kalender liturgi Katolik disiapkan dengan warna liturgi putih. Pada hari Senin, 18 Mei 2026, umat Katolik akan merayakan perayaan ini dengan membaca beberapa teks suci yang menjadi bagian dari bacaan hari itu.
Bacaan Hari Senin
-
Kisah Para Rasul 19:1-8
Dalam bacaan pertama ini, kita menemukan kisah Paulus yang bertemu dengan beberapa orang murid di Efesus. Mereka belum menerima Roh Kudus dan hanya mengenal baptisan Yohanes. Setelah mendengar ajaran Yesus, mereka memutuskan untuk dibaptis dalam nama Yesus. Ketika Paulus menumpangkan tangannya atas mereka, Roh Kudus turun dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa roh serta bernubuat. -
Mazmur 68:2-3.4-5ac.6-7ab
Mazmur ini menggambarkan keadilan Allah yang melindungi orang benar dan menghancurkan orang-orang fasik. Orang-orang benar bersukacita dan bergembira di hadapan Allah, sementara orang-orang sebatang kara diberi tempat tinggal oleh Allah. -
Injil Yohanes 16:29-33
Dalam injil ini, para murid menyatakan bahwa Yesus telah berbicara secara terang-terangan tanpa menggunakan kiasan. Yesus menjawab bahwa mereka percaya kepada-Nya, tetapi mengingatkan bahwa mereka akan diceraiberaikan dan meninggalkan-Nya. Namun, Dia menegaskan bahwa Bapa selalu menyertai-Nya. Yesus juga memberikan janji damai sejahtera kepada para murid dan mengingatkan bahwa dunia akan memberikan penganiayaan, tetapi mereka harus kuat dan percaya bahwa Dia telah mengalahkan dunia. -
Bacaan Tambahan (BCO): Kisah Para Rasul 25:1-27
Dalam bagian ini, kita membaca tentang kasus Paulus yang dibawa ke hadapan Festus. Para imam kepala dan orang-orang Yahudi mengajukan dakwaan terhadap Paulus, tetapi tidak dapat membuktikan tuduhan mereka. Paulus membela dirinya dengan mengatakan bahwa ia tidak bersalah terhadap hukum Taurat atau terhadap Bait Allah. Akhirnya, Paulus memilih untuk naik banding kepada Kaisar.
Santo Yohanes I, Paus dan Martir
Santo Yohanes I lahir di Tuscany sekitar tahun 470. Sebelum menjadi Paus, ia melayani sebagai diakon agung di Roma. Ia diangkat menjadi Paus pada tanggal 13 Agustus 523, menggantikan Paus Hormisdas. Masa pemerintahannya yang singkat (523-526) diisi dengan tindakan-tindakan untuk membela kebenaran agama terhadap penganut Arianisme.
Yohanes dikenal sebagai Paus yang ramah dan menjalin hubungan baik dengan Theodorikus, Raja Ostrogotik di Italia. Namun, hubungan ini berubah menjadi permusuhan karena Yohanes tidak membela kepentingan Theodorikus yang menganut ajaran Arianisme. Permusuhan ini dimulai dari keberhasilan Paus Hormisdas dalam menyelesaikan skisma antara Gereja Barat dan Timur, yang tidak menguntungkan Theodorikus.
Theodorikus mendesak Yohanes untuk memimpin sebuah delegasi menghadap kaisar, tetapi misi ini tidak berhasil sepenuhnya. Setelah kunjungan ke Konstantinopel, Yohanes diperkenankan merayakan Paskah. Namun, Theodorikus curiga bahwa Yohanes mengadakan persekongkolan untuk mengembalikan kuasa Byzantium di Italia. Akibatnya, Yohanes ditangkap dan dipenjarakan di Ravenna, lalu disiksa hingga mati.
Jenazah Yohanes kemudian dibawa ke Roma untuk dimakamkan di Basilik Santo Petrus.


