Kalender Liturgi Katolik untuk Pekan I Prapaskah

Pekan I Prapaskah dalam kalender liturgi Katolik memiliki makna penting bagi umat beriman. Hari-hari ini merupakan masa persiapan spiritual menuju Paskah, di mana umat diajak untuk merenungkan kehidupan Yesus Kristus dan mengarahkan hati kepada Tuhan. Dalam Pekan I Prapaskah, warna liturgi yang digunakan adalah ungu, simbol dari penyesalan dan pengharapan.

Bacaan-bacaan Liturgi

Pada hari Selasa, 24 Februari 2026, bacaan-bacaan yang dipakai dalam misa meliputi:

  • Bacaan Pertama: Kitab Yesaya 55:10-11

    “Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”

  • Mazmur Tanggapan: Mazmur 34:4-5,6-7,16-17,18-19

    “Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi. Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu.”

  • Injil: Matius 6:7-15

    “Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.) Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

  • Bacaan Kedua (BCO): Keluaran 6:29-7:25

    “TUHAN berfirman kepadanya: ‘Akulah TUHAN; katakanlah kepada Firaun, raja Mesir, segala yang Kufirmankan kepadamu.’ Tetapi Musa berkata di hadapan TUHAN: ‘Bukankah aku ini seorang yang tidak petah lidahnya, bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku?’ Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: ‘Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu. Engkau harus mengatakan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan Harun, abangmu, harus berbicara kepada Firaun, supaya dibiarkannya orang Israel itu pergi dari negerinya.'”

Peristiwa Penting dalam Bacaan Kedua

Dalam bacaan Kedua, kita menemukan kisah tentang perjumpaan Musa dengan Firaun. Tuhan memerintahkan Musa dan Harun untuk menghadap Firaun dan meminta agar bangsa Israel dibiarkan pergi. Namun, Firaun menolak permintaan tersebut. Sebagai bukti kekuasaan Tuhan, Musa dan Harun melakukan mujizat dengan mengubah tongkat menjadi ular dan mengubah air sungai Nil menjadi darah. Meskipun para ahli Mesir juga mencoba meniru mujizat tersebut, mereka tidak dapat mengalahkan kekuatan Tuhan.

Peristiwa ini menunjukkan betapa keras hati Firaun, sehingga ia tidak mau mengakui kuasa Tuhan. Namun, Tuhan tetap setia dan menunjukkan kekuasaan-Nya melalui tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang terjadi di tanah Mesir.

Kesimpulan

Pekan I Prapaskah menjadi momen penting bagi umat Katolik untuk merenungkan iman, penyesalan, dan harapan. Bacaan-bacaan liturgi yang dipilih memiliki makna mendalam, mengajak umat untuk belajar dari kitab-kitab suci dan menghayati pesan-pesan Yesus Kristus. Melalui bacaan Kedua, kita juga diajak untuk percaya bahwa Tuhan selalu hadir dan bekerja dalam hidup manusia, bahkan ketika ada yang menolak-Nya.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version