Surabaya – Kebijakan pemerintah yang mendorong penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai direspons oleh sejumlah kampus di Surabaya. Berbagai perguruan tinggi telah menyiapkan skema pembelajaran daring hingga hybrid sebagai bagian dari strategi efisiensi energi nasional dengan menekan mobilitas, termasuk dalam sektor pendidikan tinggi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa PJJ difokuskan pada mata kuliah teoritis, sedangkan praktik tetap dilakukan secara tatap muka. Ia menjelaskan bahwa setiap program studi diminta untuk mencermati mata kuliah yang dapat dilaksanakan secara daring.
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Bambang Pramujati mengatakan bahwa kampusnya masih mengkaji penerapan kebijakan tersebut. Menurutnya, karakter pembelajaran berbasis laboratorium membuat PJJ tidak bisa diterapkan sepenuhnya. “Tidak semua perkuliahan bisa dilakukan secara WFH. Ada kelas yang wajib laboratorium, itu tidak bisa digantikan,” ujarnya.
ITS juga mempertimbangkan skema kerja empat hari dan satu hari WFH, dengan opsi pelaksanaan pada Jumat. Namun, penyesuaian jadwal tidak mudah karena sistem perkuliahan sudah tersusun padat. “Minggu ini kami rapatkan, minggu depan insyaallah mulai dijalankan,” katanya.
Di sisi lain, UPN Veteran Jawa Timur lebih dulu menerapkan skema hybrid pada semester genap 2025/2026. Rektor UPNVJT, Prof Akhmad Fauzi menyebut selama periode tertentu seperti pelaksanaan UTBK 20–30 April 2026, kuliah dilakukan secara daring, kecuali praktikum, seminar, ujian, dan riset. Selain itu, pengaturan juga dibedakan berdasarkan semester. Semester II dan IV wajib luring, sementara semester VI dan VIII dapat daring.
“Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan secara daring, kecuali praktikum, seminar, ujian, dan riset yang tetap luring,” tuturnya. Pengaturan juga berlaku bagi dosen dan tenaga kependidikan. Dosen tanpa tugas tambahan diperbolehkan WFH/WFA, sedangkan tenaga kependidikan tetap bekerja luring dengan skema tertentu.
Sementara itu, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya masih mengkaji kebijakan tersebut. Rektor Untag Surabaya, Dr Harjo Seputro mengatakan pihaknya mempertimbangkan kuliah daring khususnya pada Jumat untuk semester lima ke atas. “Kami juga mengkaji WFH 50 persen bagi tenaga kependidikan,” ujarnya.
Meski begitu, dia menegaskan mata kuliah praktik tidak akan dialihkan ke daring. “Praktikum tidak bisa ditawar. Kedokteran juga tetap 100 persen luring,” jelasnya.
