Bulan Zulhijah 1447 H dan Persiapan Umat Muslim
Bulan Zulhijah adalah salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Islam. Bulan ini menjadi bulan ke-12 dalam kalender Hijriyah dan memiliki makna khusus karena di sinilah umat Islam melaksanakan ibadah haji dan merayakan Hari Raya Idul Adha. Dalam bulan ini, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan untuk menambah pahala bagi umat muslim.
Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilakukan sekali seumur hidup jika mampu. Selain itu, bulan Zulhijah juga termasuk dalam bulan suci (asyhurul hurum) yang penuh keutamaan, terutama pada 10 hari pertamanya yang disebut sebagai hari-hari terbaik untuk beramal.
Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari ke-10 Zulhijjah dalam penanggalan Masehi. Di Tanah Suci, sehari sebelumnya yaitu tanggal 9 Zulhijjah, ibadah haji memasuki puncaknya yakni wukuf di Arafah. Pada hari Idul Adha, umat Islam melakukan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ketakwaan dan ketaatan kepada Allah, mengikuti jejak Nabi Ibrahim as dan putranya, Nabi Ismail as.
Jadwal Ibadah Haji Tahun 2026
Untuk tahun 2026, jadwal puncak ibadah haji akan berlangsung sebagai berikut:
- Senin, 25 Mei 2026: Jemaah bergerak dari Makkah ke Arafah
- Selasa, 26 Mei 2026: Wukuf di Arafah
- Rabu, 27 Mei 2026: Hari Raya Idul Adha 1447 H
- Kamis, 28 Mei 2026: Hari Tasyrik I
- Jumat, 29 Mei 2026: Hari Tasyrik II (Nafar Awal)
- Minggu, 30 Mei 2026: Hari Tasyrik III (Nafar Tsani)
Sebelum perayaan tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di 88 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Sidang isbat penentuan awal bulan Zulhijah akan digelar pada 17 Mei 2026 M atau bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1447 H.
Proses Penetapan Awal Bulan Zulhijah
Sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur seperti duta besar negara sahabat, Wakil Menteri Agama, Komisi VIII DPR RI, jajaran eselon I dan II Kemenag, BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), BRIN, Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan Islam, pakar falak, Tim Hisab Rukyat Kemenag, akademisi, hingga pimpinan pondok pesantren. Tujuan sidang ini adalah untuk memadukan hasil hisab dan rukyatul hilal guna menetapkan awal Zulhijah 1447 H secara akurat dan dapat diterima seluruh umat Islam Indonesia.
Berdasarkan hasil perhitungan hisab, ijtimak menjelang Zulhijah 1447 H terjadi pada Ahad, 17 Mei 2026 sekitar pukul 03.00.55 WIB. Posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 3º 37′ 51″ hingga 6º 54′ 23″. Sudut elongasi antara bulan dan matahari berada pada kisaran antara 8º 58′ 23″ hingga 10º 36′ 52″.
Untuk memastikan akurasi pengamatan, Kemenag bersama Kanwil Kemenag, Kemenag Kabupaten/Kota, Peradilan Agama, ormas Islam, dan instansi terkait akan menggelar rukyatul hilal di 88 lokasi pemantauan. Jika pemantauan menunjukkan hilal terlihat, maka Senin (18/5/2026) adalah awal bulan Zuljijah 1447 H. Dan Idul Adha 10 Zuljijah 1447 H akan jatuh 27 Mei 2026.
Penetapan Idul Adha oleh Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan kapan Hari Raya Idul Adha 2026. Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Hari Raya Idul Adha 2026 akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab astronomis global yang menggunakan parameter Kalender Global (PKG).
Ijtimak menjelang Zulhijah 1447 H terjadi pada hari Sabtu Pon, 16 Mei 2026 pukul 20.01.02 UTC. Namun, pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, belum ada satu wilayah pun di muka bumi yang memenuhi PKG 1. Setelah pukul 24.00 UTC, tidak ditemukan satu pun wilayah di daratan Amerika yang memenuhi syarat tinggi Bulan minimal 5 derajat, elongasi minimal 8 derajat, serta ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.
Karena dua parameter tersebut tidak terpenuhi, awal Zulhijah tidak dapat dimulai pada 17 Mei, melainkan ditetapkan pada Senin, 18 Mei 2026. Dari penetapan itulah kemudian dihitung bahwa 10 Zulhijah atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
