Kronologi Kartu Merah Mihailo Perovic yang Menghebohkan
Pertandingan antara Madura United dan Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-16 Super League 2025/2026 menjadi sorotan utama setelah terjadi insiden kartu merah terhadap Mihailo Perovic. Insiden tersebut terjadi di akhir pertandingan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, yang berlangsung dengan tensi tinggi hingga peluit akhir.
Persebaya Surabaya berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 0-1 melalui gol tunggal Bruno Moreira. Kemenangan ini membawa Persebaya Surabaya naik ke posisi kelima klasemen sementara dengan total 25 poin. Meski demikian, hasil ini tidak lepas dari kontroversi yang muncul akibat pengusiran Perovic pada menit tambahan waktu.
Perjalanan Pertandingan
Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil kompetitif dengan jual beli serangan. Madura United tampil agresif di hadapan pendukung sendiri, sedangkan Persebaya Surabaya bermain disiplin dan sabar menunggu celah. Pada babak kedua, Persebaya Surabaya meningkatkan intensitas permainan untuk mencari gol pembuka.
Pada menit ke-55, Persebaya mendapat peluang emas melalui tendangan bebas. Bola rebound di kotak penalti sempat disambar Milos Raickovic, namun tendangannya terlalu lemah dan mampu diamankan Miswar Saputra. Pelatih caretaker Persebaya, Uston Nawawi, melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Malik Risaldi dan Mihailo Perovic menggantikan Dimas Wicaksono serta Diego Mauricio.
Masuknya Malik Risaldi langsung memberi dampak signifikan di sisi kanan serangan Persebaya Surabaya. Kecepatan dan keberaniannya menusuk pertahanan lawan membuat Madura United kerepotan. Pada menit ke-69, Malik mengirimkan umpan silang matang ke arah Bruno Moreira, namun sepakan kerasnya masih bisa diblok Miswar.
Empat menit kemudian, kebuntuan akhirnya pecah melalui skema cepat Persebaya Surabaya. Umpan terobosan Malik diselesaikan Bruno dengan tembakan mendatar yang tak mampu dihalau Miswar. Gol tersebut membuat Persebaya Surabaya unggul 0-1 dan semakin percaya diri mengontrol permainan.
Insiden Kartu Merah
Di tengah tensi tinggi pertandingan, insiden yang melibatkan Mihailo Perovic terjadi. Striker asal Montenegro tersebut terlibat duel dengan pemain Madura United di menit tambahan waktu. Pada menit 90+6’, Perovic terjatuh di lapangan setelah terjadi kontak dengan Kerim Pelic. Momen ini kemudian menjadi awal dari kartu merah yang menuai kontroversi.
Perovic terlihat kesakitan dan tergeletak di lapangan cukup lama. Tim medis Persebaya Surabaya masuk dan memutuskan untuk menandu sang pemain ke luar lapangan. Melalui akun Instagram pribadinya, Perovic menunjukkan kronologi versinya. Ia mengunggah momen ketika dirinya disikut oleh Kerim Pelic hingga terjatuh.
Perovic kemudian ditandu keluar lapangan sebelum akhirnya berdiri ketika sampai di sisi luar. Aksi tersebut dinilai wasit sebagai upaya mengulur waktu pertandingan. Wasit tanpa ragu langsung mengeluarkan kartu kuning kedua kepada Perovic. Keputusan itu otomatis membuat sang striker harus menerima kartu merah.
Dampak dan Reaksi
Ekspresi kebingungan terlihat jelas dari wajah Mihailo Perovic. Ia tampak tidak menyangka insiden tersebut berujung pada pengusiran dirinya dari lapangan. Rekan-rekan setim Persebaya Surabaya sempat memprotes keputusan wasit. Namun keputusan tetap tak berubah hingga pertandingan dilanjutkan kembali.
Kartu merah tersebut menjadi penutup dramatis laga yang berjalan keras dan emosional. Persebaya Surabaya harus menyelesaikan sisa detik pertandingan dengan sepuluh pemain. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-1 tetap bertahan untuk kemenangan Green Force.
Insiden kartu merah Perovic langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional. Banyak pihak mempertanyakan keputusan wasit dalam menilai situasi tersebut. Bagi Persebaya Surabaya, kartu merah ini menjadi kerugian tersendiri. Mihailo Perovic dipastikan absen pada laga berikutnya melawan Malut United.
Absennya Perovic terjadi di momen penting karena Persebaya Surabaya akan menjalani era baru. Laga tersebut menjadi debut pelatih kepala anyar Bernardo Tavares. Situasi ini membuat lini depan Persebaya Surabaya harus disusun ulang. Opsi rotasi pemain menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih.
Meski demikian, kemenangan atas Madura United tetap menjadi modal berharga. Mental bertanding Persebaya Surabaya dinilai semakin matang dalam laga-laga krusial. Kronologi kartu merah Mihailo Perovic pun menjadi pelajaran penting soal manajemen emosi di lapangan. Dalam laga berintensitas tinggi, setiap detail bisa berujung konsekuensi besar.
Bagi Perovic pribadi, insiden ini meninggalkan tanda tanya besar. Ia merasa menjadi korban pelanggaran, namun justru harus menerima hukuman terberat. Sorotan publik kini tertuju pada kepemimpinan wasit di laga tersebut. Keputusan di menit akhir dinilai sangat menentukan jalannya pertandingan.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya tetap fokus menatap laga berikutnya. Tim bertekad menjaga tren positif meski harus kehilangan salah satu bomber andalan. Drama di Gelora Ratu Pamelingan membuktikan sepak bola tak hanya soal gol. Emosi, keputusan, dan momentum bisa mengubah cerita dalam hitungan detik.
Kronologi kartu merah Mihailo Perovic akan terus dibicarakan. Insiden ini menjadi bagian dari kisah panas Derbi Suramadu yang selalu sarat drama.
