Allegri Menegaskan Fokus Milan pada Liga Champions, Bukan Scudetto
Massimiliano Allegri, pelatih AC Milan, kembali menegaskan bahwa timnya tidak sedang mengejar gelar Scudetto Serie A meskipun baru saja mengalahkan Inter Milan dalam derby. Meski kemenangan tersebut memperkuat posisi Milan di papan klasemen, Allegri tetap menekankan bahwa target utama Rossoneri adalah finis empat besar untuk mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.
Kemenangan atas Inter dan Suasana Positif
AC Milan berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Inter dalam Derby della Madonnina akhir pekan lalu. Hasil ini menjadi kemenangan kedua Milan atas rival sekota mereka musim ini sekaligus memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi tujuh laga beruntun melawan Nerazzurri. Kemenangan tersebut memberikan dorongan positif bagi para pemain dan penggemar Milan.
Namun, meski jarak antara Milan dan Inter di puncak klasemen masih bisa dijangkau (tujuh poin dengan sepuluh pertandingan tersisa), Allegri memilih untuk meredam euforia yang muncul. Ia menegaskan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan gelar Scudetto.
Target Realistis: Liga Champions
Allegri lebih fokus pada target yang dinilai lebih realistis, yaitu memastikan posisi empat besar agar bisa tampil di Liga Champions musim depan. Menurutnya, Milan masih membutuhkan sekitar lima kemenangan lagi untuk mencapai target tersebut.
“Kami harus memenangkan beberapa pertandingan lagi untuk mencapai jumlah poin tertentu. Jika kami menang lima kali lagi, kami akan berada di empat besar,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan sikap Allegri yang konsisten sepanjang musim, yaitu menjaga fokus pada target jangka pendek sambil meredam ekspektasi publik.
Performa Milan dalam beberapa pekan terakhir memang stabil. Kemenangan atas Inter memperkuat kepercayaan diri tim. Selain itu, kunjungan legenda klub Andriy Shevchenko ke pusat latihan Milan juga memberi motivasi tambahan bagi para pemain.
Namun, Allegri menegaskan bahwa euforia tidak boleh membuat tim kehilangan konsentrasi. “Kami semua senang setelah pertandingan terakhir, tapi sejak Selasa tim sudah kembali tenang,” katanya.
Merendah atau Strategi?
Dengan jarak tujuh poin dari puncak klasemen dan sepuluh laga tersisa, peluang Milan dalam perebutan gelar sebenarnya belum sepenuhnya tertutup. Namun, Allegri tetap mempertahankan pendekatan klasiknya: merendah di depan publik, menempatkan Inter sebagai favorit, dan menegaskan bahwa target Milan hanyalah kembali bermain di Liga Champions.
Apakah ini sekadar realisme atau strategi psikologis untuk menjaga tekanan tetap berada di pihak lain? Hal ini masih menjadi pertanyaan. Namun, persaingan di zona Liga Champions cukup ketat. Milan berjarak empat poin dari Napoli dan sembilan poin dari Como di posisi empat.
Langkah Milan berikutnya tidak akan mudah. Mereka akan menghadapi Lazio, tim yang dikenal disiplin dan sulit ditembus, terutama di bawah arahan Maurizio Sarri. Selain itu, Rossoneri juga harus tampil tanpa Adrien Rabiot yang terkena skorsing. Sementara Santiago Gimenez masih absen karena cedera.
Di sisi lain, Allegri mendapat kabar baik dari peningkatan performa beberapa pemain kunci seperti Christian Pulisic dan Rafael Leao yang dinilai terus berkembang. Kemenangan di laga tersisa di satu sisi akan terus membuat harapan untuk mengangkat scudetto terus hidup, sekaligus akan terus mengamankan mereka di zona finis Liga Champions.
