Respons Erwin Rusni terhadap Pergeseran Boy Arnez ke Posisi Opposite

Erwin Rusni, pelatih LavAni dan mantan penggawa Timnas Voli Putra Indonesia, mengungkapkan responsnya terhadap perubahan posisi Boy Arnez Arabi dari outside hitter menjadi opposite dalam pertandingan uji coba Timnas Voli Putra Indonesia melawan Kamboja. Meski menunjukkan tawa saat menjawab pertanyaan tentang hal tersebut, ia menyampaikan pandangan yang jelas.

Pertandingan uji coba antara Timnas Voli Putra Indonesia dan Kamboja berakhir dengan kemenangan 3-0 (25-18, 28-26, 25-19) di National Olympic Stadium, Phnom Penh, Rabu (19/8/2026). Hasil ini menjadi modal penting bagi tim dalam persiapan menuju Asian Games 2026. Namun, salah satu hal yang menarik perhatian adalah pergeseran posisi Boy Arnez dari outside hitter menjadi opposite.

Perubahan Posisi yang Membutuhkan Adaptasi

Erwin Rusni mengatakan bahwa perubahan posisi Boy Arnez bukanlah sesuatu yang alami baginya. Ia menekankan bahwa prestasi Boy hingga saat ini, termasuk gelar pemain terbaik di Kejuaraan Asia, diraih ketika ia bermain sebagai outside hitter.

“Ya, saya juga menonton pertandingan itu,” kata Erwin Rusni. “Sudah saya katakan berulang kali, itu bukan posisi natural Boy. Pencapaiannya hingga kini, termasuk jadi pemain terbaik di Kejuaraan Asia lalu, diraih sebagai outside hitter.”

Ia menambahkan bahwa perubahan posisi ini akan memakan waktu dan adaptasi yang cukup panjang. “Itu jelas akan memakan waktu lama. Dan jika kita berbicara saat dia kembali ke klub, Boy pasti akan dikembalikan ke outside lagi. Ini menjadi sulit.”

Dinamika dengan Dio Zulfikri

Dio Zulfikri, yang merupakan setter di LavAni, sudah lama bermain bersama Boy Arnez. Namun, saat Boy bermain sebagai opposite, Dio harus melakukan penyesuaian ulang. “Tidak mudah, chemistrynya memang ada. Tetapi itu saat Boy di posisi outside hitter. Sekarang opposite, Dio harus adaptasi ulang, dan itu tidak gampang.”

Penilaian Netral dan Penghargaan terhadap Reidel Toiran

Meski memiliki pandangan kritis terhadap eksperimen tersebut, Erwin Rusni tetap menghormati keputusan Reidel Toiran. Ia menegaskan bahwa sebagai pihak netral dan pelatih Boy Arnez, ia memahami proses perkembangan anak didiknya.

“Bagaimanapun coach Toiran yang memiliki wewenang untuk mengambil keputusan. Silahkan untuk eksperimen, tetapi harapan saya, Boy bisa dikembalikan ke posisi aslinya.”

Ia juga memaklumi bahwa eksperimen tersebut dilakukan dengan alasan tertentu. “Tetapi Erwin Rusni meyakinkan Toiran, bahwa Rama Fazza Fauzan dan Fauzan Nibras yang kini menghuni posisi opposite memiliki kualitas.”

Kualitas dan Potensi Rama serta Nibras

Erwin Rusni menilai bahwa Rama Fazza Fauzan dan Fauzan Nibras memiliki kualitas yang baik, meskipun secara keseluruhan belum matang, khususnya di sisi mental. “Semuanya berproses. Maksimalkan yang ada, Rama dan Nibras kualitasnya bagus. Walaupun secara keseluruhan belum matang, khususnya di mental.”

Ia menambahkan bahwa dalam pertandingan sebelumnya, seperti Kejuaraan AVC, tim bisa mencapai hasil positif dengan bergantinya Rama dan Nibras dalam permainan. “Apalagi ini Asian Games, targetnya juga berat.”

Persiapan Menuju Asian Games 2026

Timnas Voli Putra Indonesia tergabung di Pool B bersama Iran, Thailand, dan Kirgistan. Dengan kompetisi yang semakin ketat, setiap keputusan strategis akan sangat penting untuk menentukan performa tim.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version