Pada tahun 2026, Indonesia akan menyelenggarakan ajang olahraga yang dikenal sebagai Indonesian-American Games (IAG). Ajang ini diinisiasi oleh generasi muda diaspora Indonesia dan telah mendapatkan dukungan dari perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa IAG 2026 memiliki potensi untuk menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di Negeri Paman Sam.
Rapat koordinasi yang digelar secara hybrid pada 4 Maret 2026 menjadi momen penting dalam mempertemukan para pemangku kepentingan diaspora Indonesia dengan inisiator serta penyelenggara IAG 2026. Dalam pertemuan tersebut, berbagai pihak saling berdiskusi mengenai rencana pelaksanaan dan strategi yang akan digunakan untuk memastikan kesuksesan ajang ini.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh generasi muda diaspora Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan IAG 2026 merupakan langkah positif untuk mempererat hubungan antarkomunitas Indonesia di Amerika melalui olahraga. Selain itu, ajang ini juga dinilai dapat menjadi sarana untuk menemukan atlet-atlet muda berbakat yang berpotensi memperkuat tim Indonesia di masa depan.
Dwisuryo juga menyoroti semangat para penggagas kegiatan, khususnya Davon Arjunaidi dan timnya, yang tetap optimistis mempersiapkan kegiatan meski waktu menuju pelaksanaan tinggal sekitar tiga bulan. Ia mengungkapkan bahwa ia melihat semangat yang sangat baik dari Davon dan merasa yakin bahwa inisiatif ini akan berhasil.
Menurut rencana, IAG 2026 akan digelar di Chicago pada 19–21 Juni 2026. Ajang ini akan mempertandingkan lebih dari delapan cabang olahraga dan diperkirakan diikuti ratusan peserta dari 50 negara bagian di Amerika Serikat. Dengan jumlah peserta yang cukup besar, IAG 2026 diharapkan bisa menjadi ajang yang memperkaya pengalaman olahraga bagi seluruh peserta.
Selain dukungan dari Duta Besar, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Chicago juga menyampaikan dukungan serupa melalui Trisari Dyah Paramita. Ia menegaskan bahwa pihaknya menyambut baik gerakan yang diinisiasi anak muda diaspora Indonesia, terutama yang bertujuan memperkuat jaringan komunitas serta identitas kebangsaan. Trisari menambahkan bahwa KJRI Chicago siap memfasilitasi komunikasi lebih lanjut dengan komunitas diaspora Indonesia di Amerika Serikat agar konsep kegiatan tersebut dapat tersosialisasi secara lebih luas.
Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC, Iwan Freddy Hari Susanto, juga menilai IAG berpotensi menjadi ruang baru bagi diaspora Indonesia untuk mempererat solidaritas melalui olahraga dan interaksi sosial. Ia menyambut baik rencana penyelenggaraan IAG 2026 yang untuk pertama kalinya akan dilaksanakan. Ia menilai ini merupakan gerakan positif dan dapat menjadi wadah kebersamaan bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat.
Menanggapi dukungan tersebut, inisiator IAG 2026, Davon Arjunaidi, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari para perwakilan pemerintah Indonesia di Amerika Serikat. Menurut Davon, dukungan moral dari KBRI dan KJRI menjadi dorongan penting bagi tim penyelenggara untuk mematangkan persiapan menuju pelaksanaan kegiatan.
Bagi Davon, IAG bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi juga gerakan untuk mempertemukan diaspora Indonesia dari berbagai kota di Amerika. Ia ingin menjadikannya ruang persahabatan, kolaborasi, dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Ia berharap IAG 2026 dapat menjadi awal dari tradisi baru bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat dalam mempererat persaudaraan sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas bagi generasi muda Indonesia di luar negeri.





