Inovasi Batik Teh dan Kina Gambung yang Menggabungkan Budaya dan Lingkungan
Batik teh dan kina Gambung adalah inovasi baru yang lahir dari riset ilmiah dan pengembangan budaya lokal. Proyek ini dimulai sejak tahun 2023 oleh Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung, sebuah lembaga yang dikenal sebagai pusat riset komoditas perkebunan. Namun, kali ini, lembaga tersebut melangkah lebih jauh dengan menghadirkan batik yang tidak hanya indah, tetapi juga bermakna secara ekologis dan edukatif.
Motif batik ini terinspirasi dari daun teh dan kulit kina, dua tanaman yang memiliki peran penting dalam sejarah pertanian di wilayah Kabupaten Bandung. Selain itu, penggunaan pewarna alami dari tanaman kina menjadi salah satu keunikan dari produk ini. Pewarna alami ini dipilih karena lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan kimia konvensional.
Produksi batik ini dilakukan dalam dua teknik utama, yaitu batik tulis dan batik cap. Keduanya memerlukan keterampilan tinggi dan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan satu kain. Untuk batik tulis, prosesnya bisa mencapai hingga satu bulan, tergantung tingkat kerumitan motif. Sementara itu, batik cap biasanya lebih cepat, tetapi tetap membutuhkan ketelitian dan keahlian khusus.
Peran masyarakat lokal, khususnya ibu-ibu di sekitar kawasan perkebunan Gambung, sangat penting dalam proses produksi. Mereka menjadi bagian dari program pemberdayaan yang diinisiasi sejak awal. Meski jumlah perajin berkurang dari 25 menjadi sekitar 15 orang, mereka tetap aktif dan berkembang. Ziaraya, pegiat batik Gambung, menyebutkan bahwa seleksi alam terjadi karena tidak semua perajin mampu menjaga konsistensi dalam bisnis ini.
Dari sisi pasar, batik ini masih dalam tahap pengembangan. Distribusi saat ini terbatas pada lingkungan mitra seperti kawasan penelitian, komunitas sekitar, dan beberapa institusi pendidikan. Namun, respons yang diterima cukup positif. Bahkan, PO pertama sudah digunakan oleh Ibu Bupati dan jajaran pemerintah setempat.
Harga batik ini bervariasi, mulai dari Rp175 ribu hingga Rp1 juta per lembar. Harga tertinggi diberikan untuk batik tulis dengan motif kompleks yang membutuhkan proses pengerjaan manual sepenuhnya.
Ziaraya berharap dukungan pemerintah daerah dapat membantu batik teh dan kina Gambung menembus pasar yang lebih luas. Potensi yang dimiliki tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sebagai media edukasi. Di kawasan Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung, pengunjung nantinya tidak hanya bisa melihat produk batik, tetapi juga mengenal langsung tanaman teh dan kina, mulai dari bentuk pohon hingga manfaatnya.
Harapan besar di balik proyek ini adalah agar batik ini menjadi ikon budaya sekaligus sarana edukasi tentang tanaman teh dan kina. Dengan demikian, masyarakat akan lebih memahami nilai-nilai historis dan ekologis dari kedua tanaman ini.
