Pelatih ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi, tidak akan ikut mendampingi pemainnya dalam Kejuaraan Beregu Asia 2026. Hal ini dilakukan karena pembagian tugas yang jelas antar pelatih di bawah asosiasi bulu tangkis negara tersebut.
Indonesia, Malaysia, dan Myanmar berada di Grup D pada Kejuaraan Beregu Asia 2026 sektor putra. Tim Merah-Putih diunggulkan sebagai unggulan dua, sehingga lebih dijagokan melawan Malaysia dan Myanmar. Namun, tantangan besar bisa datang dari Malaysia, yang memiliki amunisi pelapis yang tak boleh diremehkan.
Di sektor ganda putra, Indonesia dan Malaysia sama-sama kuat dan memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Indonesia mengandalkan pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin serta Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Sementara itu, Malaysia membawa Junaidi Arif/Yap Roy King dan Choong Hon Jian/Muhammad Haikal.

Herry Iman Pierngadi, selaku pelatih ganda putra BAM (Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia), memastikan kesiapan para pemainnya. Termasuk Yap Roy King, yang sebelumnya diganggu cedera pergelangan kaki, kini sudah membaik dan siap diturunkan.
“Sejauh ini, semua perencanaan berjalan dengan baik,” ujar Herry IP.
Ia mengatakan bahwa dirinya tidak akan ikut ke Qingdao, karena yang akan mendampingi tim adalah pelatih Chang Kim Wai. Alasan Herry IP tidak ikut adalah karena pembagian tugas. Ia percaya Chang Kim Wai dapat menjalankan tugas dengan baik, terutama karena Kejuaraan Beregu Asia 2026 menjadi kualifikasi Thomas dan Uber Cup 2026.
Sementara itu, Herry sendiri akan fokus pada pelatnas Malaysia untuk menggembleng para ganda putra utama dan senior menuju persiapan All England Open 2026 (3-8 Maret).
“Saya perlu mempersiapkan diri untuk kejuaraan All England,” kata Herry.
“Tugas-tugas telah dibagi dengan jelas, siapa akan pergi ke mana dan apa yang perlu dilakukan telah diatur untuk memastikan persiapan berjalan lancar.”
Herry juga memastikan kondisi Yap Roy King sudah prima. Meski masih belum 100 persen, ia meyakini bahwa Yap sudah siap diturunkan untuk ajang beregu ini. Termasuk ketika menjalani laga-laga intens semisal melawan Indonesia di babak penyisihan grup.
“Mengenai kondisi Roy King, ia hampir 90 persen pulih dan dalam kondisi baik,” ujarnya.
“Saya telah melihat latihannya baru-baru ini, ia telah berlatih maksimal dan semuanya berjalan dengan baik.”
“Kakinya juga tidak lagi bermasalah setelah menjalani proses rehabilitasi,” ucap Herry IP.
Sementara itu, Rexy Mainaky selaku Direktur Kepelatihan Ganda BAM mengamini pernyataan Herry soal pembagian tugas. Di sisi lain, pelatih yang diberi tugas pada Kejuaraan Beregu Asia ini juga sudah dimantapkan untuk mendampingi pemain sampai target yang ditentukan.
“Kita perlu membagi tugas karena ada pelatih yang perlu fokus pada All England karena itu adalah KPI utama mereka,” kata Rexy.
“Di Malaysian Open, kita tidak berhasil memenangkan gelar. Para pelatih yang didatangkan ke Kejuaraan Beregu Asia tentu memiliki kemampuan terbaik untuk memimpin tim.”





