Pada Kejuaraan Dunia 2026, ganda putri dan ganda campuran menunjukkan performa yang luar biasa. Mereka berhasil memenuhi ekspektasi dengan meraih kemenangan dalam babak 16 besar, meskipun dianggap sebagai underdog. Tiga pasangan Indonesia berhasil melaju ke babak berikutnya, memberikan harapan besar untuk mendapatkan medali.
Kemenangan Ganda Putri
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menjadi salah satu pasangan yang mencuri perhatian. Mereka berhasil mengalahkan unggulan kedua dari Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, yang harus mundur pada interval gim kedua. Rachel dan Febi merasa tidak yakin dengan situasi tersebut, tetapi mereka bersyukur karena lawan mereka bisa pulih dengan baik.
“Kami tidak tahu apa yang terjadi, tapi kami berharap mereka tidak cedera serius,” kata Rachel. Ia juga menyebut bahwa mereka sedang mencoba memperbaiki diri setelah kekalahan di perempat final Kejuaraan Asia 2026.
Kemenangan ini membawa Rachel/Febi lebih dekat dengan target medali. Mereka akan menghadapi Li Yi Jing/Luo Xu Min (China), yang sebelumnya pernah mengalahkan mereka di China Open bulan lalu. Febi menyatakan tekadnya untuk terus berjuang dan memaksimalkan peluang yang ada.
Kemenangan Ganda Putri Lainnya
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari juga berhasil meraih kemenangan. Mereka mengalahkan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia), yang merupakan runner-up Kejuaraan Dunia tahun lalu. Pertandingan ini berlangsung ketat, dengan skor akhir 20-22, 21-18, 21-12.
Trias mengungkapkan bahwa pertandingan ini sangat berat, meskipun lawan mereka belum sepenuhnya kembali ke performa terbaik. Ana dan Trias berharap bisa meraih medali, dengan fokus pada persiapan untuk pertandingan berikutnya.
Ganda Campuran Berhasil Melewati Tantangan
Amri Nita/Violina Marwah menjadi satu-satunya ganda campuran Indonesia yang masih bertahan. Mereka berhasil mengalahkan Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan (Taiwan), juara All England Open 2026, dengan skor 21-5, 21-18. Ini menjadi langkah penting bagi mereka untuk mencapai medali.
Amri/Nita menjadi harapan besar bagi ganda campuran Indonesia, yang sejak 2017 tidak pernah meraih medali. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir adalah pasangan terakhir yang berhasil merebut gelar juara.
“Kemenangan hari ini meningkatkan kepercayaan diri kami,” ujar Nita. Ia dan Amri berencana untuk mempelajari strategi lawan dan mempersiapkan diri secara maksimal untuk pertandingan berikutnya.
Persiapan untuk Babak Berikutnya
Amri dan Nita akan menghadapi Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang dari Taiwan pada babak perempat final. Mereka akan terus berusaha untuk memperbaiki diri dan menghadapi tantangan berikutnya dengan semangat tinggi.
Setiap pasangan Indonesia memiliki target yang jelas, dan mereka semua berharap bisa meraih medali di Kejuaraan Dunia 2026. Dengan kemenangan yang telah diraih, mereka semakin percaya diri untuk melangkah lebih jauh.
