Kekalahan yang dialami tiga wakil Serie A di leg pertama play-off Liga Champions 2025-2026 menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Italia. Juventus, Inter Milan, dan Atalanta, yang sebelumnya dianggap sebagai kekuatan besar di Eropa, harus menerima kenyataan pahit setelah gagal memenuhi ekspektasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa Serie A sedang menghadapi tantangan besar dalam kompetisi antar klub terbesar Eropa.

Inter Milan menjadi korban terbaru dari kegagalan tim-tim Italia di Liga Champions. Pada laga leg pertama play-off 16 besar, I Nerazzurri kalah 1-3 dari Bodo/Glimt di Stadion Aspmyra. Meskipun datang dengan status unggulan sebagai pemuncak klasemen Serie A, Inter tidak mampu memanfaatkan modal tersebut. Gol Sondre Fet pada menit ke-20 membuat tuan rumah unggul, sementara Francesco Pio Esposito mencetak gol penyama kedudukan. Namun, babak kedua menjadi malapetaka bagi Inter, dengan dua gol tambahan dari Jens Petter Hauge dan Kasper Hogh yang memperparah kekalahan mereka.
Selain Inter, Juventus juga mengalami kekalahan di leg pertama play-off. Mereka kalah 2-5 dari Galatasaray di Ali Sami Yen Sports Kompleks RAMS Park. Meski sempat unggul 2-1 melalui Teun Koopmeiners, Juventus justru kebobolan empat gol di babak kedua. Dua gol dari Noa Lang, satu dari Davinson Sanchez, dan satu dari Sacha Boey mengakhiri harapan Juve untuk melanjutkan perjalanan di Liga Champions. Tidak hanya itu, Juve juga kehilangan pemain setelah Juan Cabral dikartu merah pada menit ke-67.
Atalanta juga tidak berhasil melewati babak pertama play-off. Mereka kalah 0-2 dari Borussia Dortmund di Signal Iduna Park. Dua gol dari Serhou Guirassy dan Maximilian Beier sudah cukup untuk membuat La Dea kalah. Hasil ini menunjukkan bahwa tim-tim Italia tidak mampu menghadapi lawan-lawan kuat di Eropa.
Tiga kekalahan ini bisa disebut sebagai kiamat kecil bagi Serie A. Jika semua tim gagal membalikkan keadaan di leg kedua, maka Liga Italia akan kehilangan wakil di babak 16 besar Liga Champions. Kans untuk melaju tetap ada, tetapi sangat sulit. Inter dan Atalanta butuh kemenangan minimal 3-0 untuk bisa membalikkan keadaan, sementara Juventus harus menang 4-0 atas Galatasaray.
Pertandingan leg kedua akan digelar dalam beberapa hari mendatang. Inter akan menjamu Bodo/Glimt di Giuseppe Meazza pada Rabu (25/2/2026) pukul 03.00 WIB. Atalanta akan melawan Dortmund di Stadion Atleti Azzurri d’Italia pada Kamis (26/2/2026) pukul 00.45 WIB. Sementara itu, Juventus akan bertanding melawan Galatasaray di Stadion Allianz pada Kamis (26/2/2026) pukul 03.00 WIB.
Untuk bisa lolos, ketiga tim perlu memiliki motivasi ekstra dan daya juang tinggi. Bermain di kandang sendiri bisa menjadi dorongan mental, tetapi hasil akhir di lapangan akan menentukan nasib mereka. Kehadiran para penggemar di stadion dapat memberikan dukungan besar, tetapi keberhasilan tergantung pada performa tim di lapangan.




