Pengalaman Berharga dalam Outing Class SMAN 3 Kota Tasikmalaya
Di bawah gerimis tipis kawasan Baregbeg, Ciamis, ratusan siswa kelas 12 SMAN 3 Kota Tasikmalaya baru saja menuntaskan Outing Class yang penuh makna di Lembur Galuh Kampung Cipaku (20–29 Januari 2026). Kegiatan ini menjadi estafet ilmu sekaligus momen emosional bagi para siswa.
Kegiatan ini membuktikan bahwa tembok kelas terlalu sempit untuk menampung luasnya inspirasi. Di sini, para siswa tidak hanya pulang membawa memori foto bersama, melainkan membawa “api” yang disulut langsung oleh para pendahulu mereka.
Simpul Emosional: Bukan Sekadar Wisata
Lembur Galuh menjadi saksi betapa kuatnya ikatan batin antar-generasi. Sosok H. Cucun Eris Budiana, pemilik destinasi tersebut sekaligus alumni angkatan 1992, berdiri di depan adik-adik kelasnya bukan sebagai pengusaha formal, melainkan sebagai “Kakak” yang peduli. Ia menyampaikan pesan penting kepada para siswa:
“Dunia setelah sekolah adalah hamparan peluang bagi mereka yang memiliki mental tangguh. Jangan hanya jadi penonton tapi lakukan lewat aksi nyata,” tegas pria yang akrab disapa Aa Haji ini. Ia membagikan potret jatuh bangun membangun bisnis, menekankan bahwa ijazah hanyalah kertas, namun mentalitas adalah penentu kelas.
Inspirasi dari Lintas Jarak
Ketajaman motivasi tidak hanya datang dari tatap muka. Melalui ruang digital, Mahendra Dwisana (Alumni 1990), seorang SVP (Senior Vice Presiden) di salah satu BUMN turut hadir memberikan suntikan moral secara daring. Ia mengingatkan para siswa bahwa mereka berdiri dibelakang nama almamater.
“Adik-adik dalam belajar jangan hanya mengejar nilai saja, tetapi harus mengerti apa yang dipelajari. Dan jadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Contohlah Kang Haji Cucun dan Alumni lain yang telah sukses,” ujar Mahendra Dwisana.
Ia juga menambahkan:
“Jangan takut bermimpi besar. Lihatlah para senior kalian: mulai dari Kang Haji Cucun sebagai Owner Lemona Bakery, Laksda Bayu Alisyahbana Komandan Pusat Penerbangan AL, Bapak Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus sebagai Wamen Dagri, hingga Bapak Prof. Dr. Asep N. Mulyana sebagai Plt. Wakil Jaksa Agung. Kalian adalah pewaris kesuksesan itu,” imbuh Mahendra membakar semangat yang disambut antusias seluruh siswa.
Perhatian Tulus dari Keluarga
Perhatian tulus juga datang dari H. Cevy, adik dari H. Cucun. Walau bukan alumni, sebagai bentuk kasih sayang dan ‘kadeudeuh’, H. Cevy memberikan uang jajan tambahan kepada para peserta.
Dapur Mentalitas: Belajar dari Realita
Momen paling seru terjadi saat tujuh siswa ditantang langsung oleh H. Cucun untuk mengelola dapur profesional. Mereka tak lagi memegang pena, melainkan spatula, menyiapkan makan siang untuk rekan-rekan mereka.
Aksi ini menjadi metafora nyata bahwa hidup adalah tentang melayani dan bekerja keras di bawah tekanan, sebuah simulasi kehidupan yang tak ditemukan dalam buku teks. Suasana pecah saat hamparan daun pisang mulai membentang. Di atasnya, Nasi Liwet hangat mengepul, menggoda dengan aroma rempah yang autentik. Tanpa kursi, tanpa sekat semua duduk bersimpuh dalam lingkaran keakraban yang jujur. Racikan tangan tujuh siswa ini bukan cuma soal rasa, tapi tentang cara sederhana menyatukan jiwa.
Ketika aroma nasi liwet mulai memudar, keriuhan di atas hamparan daun pisang itu pun berganti khidmat. Di bawah langit Ciamis seluruh peserta menundukkan kepala, melangitkan doa atas syukur yang meluap.
Apresiasi dari Kepala Sekolah
Kepala SMAN 3 Kota Tasikmalaya Hj. Elin Yuliani tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia dengan tulus menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada H. Cucun Eris Budiana.
“Kami atas nama sekolah hanya bisa mengucapkan terima kasih. Semoga Aa Haji selalu sehat, panjang umur, sukses, rezekinya terus bertambah,” ujarnya.
Penutup dengan Haru
Acara ditutup dengan haru saat bait-bait Hymne Guru berkumandang sebuah melodi yang mengingatkan bahwa di balik keceriaan outing class ini, ada cinta dan bakti guru yang tak akan pernah pudar oleh waktu.
Matahari perlahan tenggelam di ufuk barat Ciamis, rombongan SMAN 3 Tasikmalaya mulai meninggalkan lokasi. Namun, ada yang berbeda dari tatapan mata para siswa kelas 12 ini. Ada binar keyakinan baru yang mereka bawa pulang ke Tasikmalaya.
Keberhasilan Outing Class ini bukan sekadar urusan teknis panitia, melainkan manifestasi dari sebuah janji tak tertulis: bahwa alumni tidak akan membiarkan adiknya berjalan sendirian. Di SMAN 3 Tasikmalaya, sekolah adalah rumah besar, dan setiap alumni adalah mercusuar bagi mereka yang akan memulai berlayar.
Estafet kehormatan almamater kini ada di tangan mereka, siap untuk diteruskan hingga ke puncak-puncak kesuksesan berikutnya.





