Pemakaman di Taman Makam Pahlawan
Pihak keluarga istri mendiang Praka Farizal Rhomadon menyetujui pemakaman jenazah Praka Farizal di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Kulon Progo. Sebelumnya, rencana pemakaman dilakukan di tempat pemakaman umum setempat. Setelah bermusyawarah dengan kedua pihak keluarga, disetujui untuk pemakaman Praka Farizal Rhomadhon dilaksanakan di TMP Giripeni Wates, Kulon Progo.
Ayah mertua Praka Farizal, Noor Khodik, mengatakan bahwa setelah berembuk dan bermusyawarah, pihak keluarga laki-laki setuju untuk dimakamkan di Makam Pahlawan. Dari pihak perempuan, alhamdulillah, ia setuju dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Ia berharap jenazah Praka Farizal segera dipulangkan agar bisa cepat dimakamkan. Meski demikian, masih belum tahu kapan persisnya jenazah akan tiba.
Adik ipar Praka Farizal, Fitra Abdul Aziz, merespons positif terkait rencana pemakaman jenazah Praka Farizal Rhomadhon yang akan dikebumikan di TMP Giripeni. Rencana ini sangat baik agar anak dari Farizal mengetahui bahwa sang ayah merupakan pejuang perdamaian di Lebanon. Ia juga berharap kedepannya ada campur tangan pemerintah terkait masa depan anak dari Praka Farizal, mengingat jasa yang diberikan selama menjadi anggota TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
Permintaan Keluarga
Sebelumnya, pihak keluarga mendiang Praka Farizal Rhomadhon berharap pemerintah bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan upaya investigasi terkait kematian Praka Farizal. Fitra Abdul Aziz, kakak ipar dari Praka Farizal Rhomadhon, meminta PBB melakukan investigasi secara terbuka terkait penyebab kematian Praka Farizal Rhomadhon. Ia berharap pemerintah melalui menteri atau yang berwenang dapat melobi ke PBB selaku koordinator dari pasukan perdamaian dunia untuk dapat menginvestigasi secara terbuka dan transparan.
Selain itu, Fitra memohon supaya proses pemulangan jenazah Praka Farizal lebih dipercepat. Mengingat sudah cukup lama juga beliau di sana. Semoga dengan lobi dari pemerintah disegerakanlah untuk disegerakan dimakamkan.
Naik Pangkat
Mendiang Praka Farizal Rhomadhon akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Wates, Kulon Progo. Hal ini sesuai dengan keputusan Panglima TNI serta keputusan negara untuk menghormati jasa Praka Farizal yang gugur dalam tugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon. Sesuai dengan keputusan Panglima TNI, ada keputusan negara yang bersangkutan dinaikkan pangkat KPLB, dari pangkat Praka menjadi Kopral Dua, Kopda. Selain dimakamkan di TMP Giripeni, Praka Farizal juga mendapat kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) dari Praka menjadi Kopral Dua (Kopda).
Jenazah dilepas oleh PBB
Perkembangan proses pemulangan jenazah Praka Farizal Rhomadhon hari ini, Kamis (2/4/2026) telah dilaksanakan proses upacara pelepasan secara militer oleh PBB di Beirut, Lebanon. Pihak PBB nantinya akan memberangkatkan jenazah Praka Farizal dari Lebanon pada Jumat (3/4/2026). Nanti kemudian dikirim dan transit ke Istanbul, Turki, baru setelahnya penerbangan ke Indonesia, Soekarno-Hatta. Setibanya di Jakarta nanti akan ada proses kenegaraan untuk menyambut pahlawan kusuma bangsa. Setelah selesai upacara kenegaraan, barulah jenazah akan dikirim menuju Kulon Progo.
Tangis Haru Istri di Rumah Duka
Sementara itu, istri mendiang Praka Farizal Rhomadhon, Fafa Nur Azila beserta keluarganya tiba di rumah duka, di Desa Sidorejo, Lendah, Kabupaten Kulon Progo, pada Kamis pagi, (2/4/2026). Kedatangannya diwarnai dengan tangis histeris istri almarhum ketika dia bertemu dengan ibu dari Praka Farizal Rhomadhon. Keduanya terlihat saling memeluk erat dan menangis bersama. Bahkan istri almarhum sempat nyaris pingsan. Beberapa kerabat dan anggota keluarga lain berupaya menguatkan keduanya. Kedatangan istri Praka Farizal dikawal oleh anggota TNI serta disambut Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Komando Distrik Militer (Kodam) Iskandar Muda Aceh, Kolonel (Inf) Dimar Bahtera.
Repatriasi Mulai Hari Ini
Sebelumnya, jenazah Praka Farizal Rhomadhon rencananya akan dibawa ke salah satu rumah sakit di Beirut, Ibu Kota Lebanon untuk menjalani tahap terakhir repatriasi, pada hari ini Kamis (2/4/2026). Repatriasi adalah proses pemulangan warga negara, jenazah, atau benda budaya (artefak) dari luar negeri ke negara asalnya. Selanjutnya jenazah Praka Farizal akan diterbangkan menuju Istanbul, Turki, kemudian dari Turki akan dikirim ke Bandara Sokarno Hatta. Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Komando Distrik Militer (Kodam) Iskandar Muda Aceh, Kolonel (Inf) Dimar Bahtera, mengatakan informasi itu didapat dari tim Satgas UNIFIL di Lebanon.
Butuh Tahapan Panjang
Upaya pemulangan jenazah Praka Farizal Rhomadhon hingga kini masih terus dilakukan. Jenazahnya direncanakan akan dipulangkan ke tanah kelahiran sekaligus kediamannya di Kulon Progo. Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Komando Distrik Militer (Kodam) Iskandar Muda Aceh, Kolonel (Inf) Dimar Bahtera mengatakan jenazah Praka Farizal Rhomadhon saat ini sudah berada di Markas Utama Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon. Setelah dilakukan penghormatan, jenazah rencananya akan dibawa ke rumah sakit yang ada di Beirut, ibu kota Lebanon. Jenazah akan dilakukan otopsi sesuai standar dan prosedur dari Pasukan Perdamaian PBB. Dimar mengatakan ada tahapan cukup panjang untuk bisa memulangkan jenazah Praka Farizal ke Kulon Progo. Apalagi dengan situasi di Libanon yang sangat dinamis lantaran konflik masih terus terjadi.
Harapan Sultan HB X
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI asal Kulon Progo yang bertugas di Lebanon, Senin (30/3/2026). Meski menyadari sepenuhnya bahwa penugasan di daerah konflik membawa risiko besar, Ngarsa Dalem berharap agar peristiwa tragis ini jangan sampai terulang kembali. Dirinya berharap, dalam misi-misi berikutnya, jangan sampai ada lagi keluarga di DIY maupun di Indonesia yang harus menerima kabar duka serupa dari medan tugas.



