Semen Padang FC Berhasil Bangkit dari Kekalahan 0-2, Tapi Masih Terjebak di Zona Degradasi

Semen Padang FC berhasil bangkit dari ketertinggalan 0-2 dan memaksa Malut United bermain imbang 2-2 di Stadion Haji Agus Salim. Meski meraih satu poin, situasi tim tetap menantang karena terjebak di zona degradasi. Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, mengakui bahwa kekalahan awal berasal dari kesalahan organisasi pertahanan.

Dejan Antonic melakukan perubahan strategis pada babak kedua dengan mengganti tiga pemain sekaligus. Ia mengubah formasi dari 4-3-3 menjadi 4-1-4-1 untuk meningkatkan daya serang. Perubahan tersebut terbukti efektif, karena Semen Padang mampu mencetak dua gol balasan dan memaksa laga berakhir imbang 2-2.

“Kita main lagi hari Selasa, waktu tidak banyak. Mungkin cuma satu hari latihan. Semoga semua pemain sehat dan siap,” ujar Dejan Antonic setelah pertandingan.

Evaluasi dan Perbaikan Strategi

Dejan Antonic menyatakan bahwa dua gol yang bersarang ke gawang Kabau Sirah di babak pertama terjadi akibat kesalahan sendiri yang dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu. Ia mengakui bahwa gol pertama terjadi karena pemain terlambat challenge bola, sementara gol kedua terlalu mudah karena kurang disiplin dan organisasi pertahanan.

“Kita tidak boleh kasih kesempatan seperti itu,” tegasnya. Meski demikian, ia menilai timnya juga memiliki sejumlah peluang emas sebelum kebobolan. “Sebelum gol itu kita punya tiga peluang bagus. Kalau tim main buruk, tidak mungkin punya lima kesempatan cetak gol,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada suporter yang terus memberikan dukungan hingga akhir pertandingan. “Terima kasih untuk semua suporter yang datang dan tetap dukung kita saat tertinggal. Itu sangat berarti untuk pemain,” tutup Dejan.

Pemain: Satu Poin Penting, Fokus ke Laga Berikutnya

Pemain Semen Padang FC Alhasan Wakasso mengatakan satu poin yang diraih tetap penting bagi tim. “Saya pikir kita bermain cukup baik. Babak pertama mungkin tidak terlalu bagus, tapi babak kedua kita lebih baik. Pergantian pemain membantu tim. Satu poin ini penting, dan kita harus pikir bagaimana laga berikutnya bisa dapat tiga poin,” ujar Wakasso.

Namun, kondisi Semen Padang FC semakin sulit setelah hasil pertandingan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Kemenangan meyakinkan Persijap Jepara atas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026) malam, langsung mengubah peta persaingan di papan bawah.

Laskar Kalinyamat sukses membungkam Bajul Ijo dengan skor telak 3-1. Tambahan tiga poin penuh ini membuat Semen Padang FC terpaksa turun satu peringkat ke posisi 17 klasemen sementara. Tim kebanggaan urang awak ini sekarang tertahan dengan raihan 16 poin, terpaut dua angka dari rival terdekatnya.

Tekanan Berkembang, Semen Padang FC Harus Bangkit

Kondisi Semen Padang FC semakin terjepit lantaran Persijap kini mengoleksi 18 poin dan naik ke peringkat 16. Perolehan poin Persijap bahkan menyamai poin milik PSBS Biak yang menempati peringkat ke-15 atau batas terakhir zona aman degradasi. Sementara itu, Madura United mulai menjauh di posisi 14 dengan koleksi 20 poin.

Tekanan bagi skuad Kabau Sirah kian terasa karena semua tim di papan bawah sudah memainkan total 22 pertandingan. Sebelumnya, Semen Padang FC hanya mampu mencuri satu poin saat melakoni laga dramatis kontra Malut United yang berakhir dengan skor 2-2 pada Jumat (20/2/2026). Kegagalan meraih kemenangan di laga tersebut kini dibayar mahal dengan merosotnya posisi tim.

Permainan yang konsisten dalam pertandingan tersisa menjadi cara untuk segera keluar agar tidak tercampak ke Liga 2. Kini, setiap pertandingan bagi Kabau Sirah layaknya laga final demi menyelamatkan wajah sepak bola Sumatera Barat di Semen Padang FC.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version