Kabupaten Kepahiang Miliki Empat Klon Kopi Unggul Nasional

Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, telah memiliki empat klon kopi yang ditetapkan sebagai varietas unggul nasional dan telah mengantongi sertifikasi dari Kementerian Pertanian sejak 2014. Keempat klon tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan komoditas kopi di daerah ini.

Keempat klon kopi tersebut adalah Sehasence, Sintaro 1, Sintaro 2, dan Sintaro 3. Masing-masing memiliki karakteristik unik dan potensi produksi yang berbeda-beda. Dengan adanya sertifikasi resmi, keempat klon ini menjadi modal penting bagi pengembangan perkebunan kopi di Kepahiang.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Deva Yurita Ambarini, menjelaskan bahwa keberadaan empat klon kopi ini sangat penting dalam memperkuat posisi Kepahiang sebagai sentra produksi kopi. Menurutnya, keempat klon tersebut sudah melalui proses panjang sebelum akhirnya ditetapkan sebagai varietas unggul nasional.

“Empat klon tersebut terdiri dari Sintaro satu, dua, tiga dan Sehasen. Nah ini yang sudah legal resmi,” jelasnya.

Warga Diminta Melaporkan Tanaman Kopi Berbeda

Dalam rangka pengembangan kopi Kepahiang, Dinas Pertanian mulai menerima informasi maupun klaim dari masyarakat tentang adanya tanaman kopi dengan karakteristik berbeda dari varietas yang telah ada. Untuk itu, pihak Distan meminta warga yang menemukan atau mengetahui tanaman kopi dengan ciri-ciri berbeda untuk melaporkannya kepada pemerintah daerah.

Laporan tersebut akan ditindaklanjuti melalui proses identifikasi dan penelitian untuk memastikan apakah tanaman tersebut benar-benar merupakan varietas baru atau masih termasuk dalam karakteristik empat klon yang telah tersertifikasi.

“Kalau memang masyarakat kita mengklaim tahu atau ada varietas baru itu silakan sampaikan ke Dinas Pertanian yang nantinya akan kita identifikasi dulu, karena bisa jadi itu sama dengan empat klon yang sudah kita sertifikasi sebelumnya,” ujar Deva.

Proses Sertifikasi Membutuhkan Waktu Panjang

Proses sertifikasi varietas kopi bukanlah proses singkat. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memastikan karakteristik tanaman hingga hasil produksinya sebelum suatu klon dapat ditetapkan sebagai varietas unggul.

“Proses untuk mendapat sertifikasi itu bisa bertahun-tahun karena melalui tahapan-tahapan, mulai dari pembibitan hingga hasilnya,” jelas Deva.

Empat Klon Kopi Unggul Kepahiang

Berikut empat klon kopi asal Kepahiang yang telah ditetapkan sebagai varietas unggul nasional:

  1. Sehasence

    Klon Sehasence atau dikenal dengan kode koleksi Klon C ditetapkan melalui SK Menteri Pertanian Nomor 1104/Kpts/SR 120/10/2014.

    Klon ini memiliki potensi produksi hingga sekitar 2,2 ton kopi biji per hektare. Karakteristiknya antara lain buah berukuran besar dengan bentuk oval, permukaan halus dan bersih serta biji berukuran besar. Daunnya berbentuk oval memanjang dan cenderung sering gugur. Dari sisi cita rasa, kopi Sehasence tergolong cukup baik.

  2. Sintaro 1

    Sintaro 1 dikenal masyarakat secara lokal dengan nama Kromoan. Klon ini ditetapkan melalui SK Menteri Pertanian Nomor 1103/Kpts/SR 120/10/2014.

    Potensi produksinya mencapai sekitar 1,7 ton kopi biji per hektare. Ciri khas Sintaro 1 yakni buah berukuran besar dengan bentuk yang unik. Daunnya tebal menyerupai belulang dengan helaian berbintul. Klon ini juga memiliki kualitas cita rasa yang disebut excellent dan berpotensi menghasilkan kopi Fine Robusta.

  3. Sintaro 2

    Sintaro 2 dikenal dengan nama lokal Juremian dan ditetapkan melalui SK Menteri Pertanian Nomor 1106/Kpts/SR 120/10/2014.

    Klon ini memiliki potensi produksi hingga 2,2 ton kopi biji per hektare dan dikenal mampu berbuah sepanjang tahun. Secara fisik, Sintaro 2 memiliki daun berukuran besar dan lebar dengan sirip yang tegas. Bagian tepi daunnya tebal, berwarna terang dan bergelombang lebar. Klon ini juga memiliki percabangan yang kuat serta kualitas cita rasa yang bagus.

  4. Sintaro 3

    Sintaro 3 dikenal masyarakat secara lokal dengan nama Kirmanan. Klon ini ditetapkan melalui SK Menteri Pertanian Nomor 1105/Kpts/SR 120/10/2014.

    Potensi produksinya sekitar 1,8 ton kopi biji per hektare. Ciri fisiknya berupa daun besar dan lebar yang cenderung agak tipis, dengan helaian mengatup membentuk mangkuk. Dari sisi cita rasa, Sintaro 3 disebut mendekati excellent dan memiliki potensi menjadi kopi Fine Robusta.

Dinas Pertanian Terus Dorong Masyarakat

Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang terus mendorong masyarakat untuk melaporkan setiap temuan atau klaim mengenai klon kopi baru. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap varietas yang diklaim baru dapat melalui proses identifikasi dan penelitian terlebih dahulu sebelum dinyatakan sebagai varietas unggul yang berbeda dari empat klon kopi Kepahiang yang telah mendapatkan sertifikasi nasional.






Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version