Kernet Bus ALS 346 yang Selamat Mengungkap Rencana Peremajaan Armada
Kernet Bus ALS 346 yang selamat dari kecelakaan maut di Jalinsum Musi Rawas Utara mengungkapkan bahwa armada tersebut sebenarnya sudah mendekati akhir masa operasionalnya dan direncanakan untuk diremajakan pada Oktober 2026. Bus dengan nomor polisi BK-7778-DL yang telah beroperasi hampir 25 tahun itu terbakar setelah bertabrakan dengan truk tangki minyak bernomor BG-8196-QB.
Muhamad Fadli (29), kernet bus yang selamat dalam insiden tersebut, mengatakan bahwa armada ALS itu sebenarnya sudah mendekati akhir masa operasional dan direncanakan diremajakan beberapa bulan lagi. “Bus itu habis masa pakainya bulan 10 nanti, rencananya mau peremajaan. Sebelum kejadian, mobil sempat kering air radiator di Lahat, lalu sopir yang meninggal itu mulai menyetir dari Empat Lawang dan sempat bongkar barang di Lubuklinggau,” ujar Fadli, Kamis (7/5/2026).
Fadli mengaku api langsung muncul dari bagian depan bus sesaat setelah tabrakan terjadi. Saat itu, sebagian besar penumpang sedang tidur atau bermain ponsel sehingga tidak sempat menyelamatkan diri. Menurut dia, proses evakuasi menjadi sulit karena pintu bus tidak dapat dibuka dari dalam, sementara bagian belakang kendaraan dipenuhi paket barang.
“Pintu hanya bisa dibuka dari luar. Penumpang selamat lainnya keluar lewat jendela depan yang pecah. Saya bahkan melihat salah satu penumpang perempuan keluar dengan kondisi baju terbakar,” kenang Fadli. Ia mengaku mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut dan berencana berhenti bekerja sebagai kernet bus.
Penyebab Kecelakaan Masih Dalam Pemeriksaan
Sementara itu, polisi masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan serta proses identifikasi seluruh korban. Kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim mengatakan berdasarkan dugaan awal, kecelakaan terjadi saat sopir bus mencoba menghindari lubang di jalan sehingga kehilangan kendali.
“Sesampainya di tempat kejadian, diduga mobil ALS menghindari lubang dan hilang kendali,” ujar Karim. Bus kemudian masuk ke jalur berlawanan dari arah Lubuklinggau menuju Jambi dan menabrak truk tangki Seleraya yang datang dari arah berlawanan. “Benturan tersebut menyebabkan kebakaran hebat pada kedua kendaraan,” katanya.
AKP Karim menyebut identitas para korban mulai diketahui setelah tim melakukan pendataan di lokasi kejadian dan rumah sakit. “Alhamdulillah sekarang untuk data nama-nama sudah diketahui,” ujarnya. Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi dan penumpang truk tangki meninggal dunia di lokasi kejadian. Sopir Bus ALS juga dilaporkan tewas, sementara sejumlah penumpang mengalami luka bakar dan menjalani perawatan di RSUD Rupit.
Evakuasi Korban dengan Helikopter
Sementara itu, satu orang korban selamat dalam kecelakaan bus ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, akan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang. Saat ini korban Ngadiono (44), warga Desa Tlogoayu, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, yang kini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit.
“Untuk proses pemulihan pascaoperasi, korban akan menjalani perawatan secara penuh di RS Bhayangkara sampai sembuh,” ujar Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, saat menggelar konferensi pers, Kamis (7/5/2026). Budi menjelaskan, kondisi Ngadiono mengalami luka bakar 50 persen sehingga proses evakuasi pun bisa dilakukan dengan helikopter.
Berbeda dua korban lain, yakni Jumiatun (35), istri Ngadiono, warga Pati, dan Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal, mereka mengalami luka bakar 90 persen sehingga tak bisa dibawa dengan helikopter. “Dua korban lain dibawa menggunakan ambulans, karena kondisi mereka yang tidak dimungkinkan,” kata Budi. “Ketiga korban ini akan dievakuasi ke Palembang besok pagi (Jumat hari ini—Red) dengan jalur darat dan helikopter,” jelasnya.
Identifikasi Korban dan Daftar Nama yang Telah Teridentifikasi
Dalam kecelakaan tersebut, total 16 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara tiga korban mengalami luka bakar serius dan satu korban lainnya mengalami luka ringan. Sebanyak 16 kantong jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang sejak Kamis dini hari sekitar pukul 05.00 WIB untuk proses identifikasi.
Berikut daftar korban meninggal yang telah teridentifikasi:
* Aryanto (49), sopir mobil tangki Seleraya asal Lubuk Linggau
* Martoni (48), kernet mobil tangki Seleraya asal Muratara
* Alif (44), sopir Bus ALS asal Jawa Tengah
* Saf (50), kenek Bus ALS asal Medan
* Maleh (42), kru Bus ALS asal Medan
* Relodo, penumpang Bus ALS
* Zulkifli, penumpang Bus ALS
* Aldi Sulistiawan, penumpang Bus ALS
* Rani, penumpang Bus ALS
* Bela, anak Aldi dan Rani
* Celinton, penumpang Bus ALS
* Hisyamsiah Bachri, penumpang Bus ALS
* Sukardi, penumpang Bus ALS
* Salim, penumpang Bus ALS
* Budiyanto, penumpang Bus ALS
* Barhul Ulum, penumpang Bus ALS
Sementara itu, empat korban dilaporkan selamat. Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit, yakni:
* Jumiatun (35)
* Ngadiono (44), keduanya warga Pati, Jawa Tengah
* Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal
Sedangkan satu korban lainnya, M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS asal Riau, mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang.
