Aurel Hermansyah dan Kebahagiaan THR Bersama Ameena dan Azura
Aurel Hermansyah tampak penuh keceriaan saat menghitung THR dua putri kesayangannya, Ameena Halilintar dan Azura Halilintar. Di tengah suasana Lebaran yang penuh kebahagiaan, momen sederhana ini ternyata menyimpan makna mendalam bagi keluarga kecilnya.
Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @aureliehermansyahatta, Aurel terlihat duduk bersama Ameena dan Azura sambil menghitung uang THR yang mereka terima. Mereka tampak antusias dan gembira, bermain dengan uang yang diberikan oleh orang tua dan kerabat.
Beberapa pihak yang memberikan THR kepada Ameena dan Azura adalah nenek mereka, yaitu Kris Dayanti dan Ashanty. Ashanty memilih memberikan uang dalam bentuk dolar, sedangkan Kris Dayanti memberikan uang rupiah dengan nominal Rp10.000 per orang, sehingga totalnya mencapai Rp1 juta.
“Masya Allah ada yang ngasih USD nih dari genda (Ashanty). Terima kasih semua tante omnya Ameena dan Azzura udah kasih uang jajan nih. Tadi ini dari gemmi (Krisdayanti),” ucap Aurel Hermansyah dalam video tersebut.
Namun, dalam video itu, Aurel tidak menyebutkan apakah Ameena dan Azura juga menerima THR dari satu lagi nenek mereka, Geni Faruk. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan netizen, terutama karena Geni Faruk sedang menjalani ibadah haji di Tanah Suci.
Di momen yang sama, Atta Halilintar memberikan nasihat kepada anak-anaknya untuk menggunakan uang THR dengan bijak. Ia menyarankan agar uang tersebut digunakan untuk membeli mainan yang bermanfaat, sekaligus mengajak mereka untuk menyedekahkan sebagian dari uang tersebut agar kembali dengan angka yang lebih banyak lagi.
Setelah selesai menghitung THR, Aurel dan Atta membawa kedua anak perempuannya ke toko mainan yang ada di sebuah pusat perbelanjaan. Di sana, Ameena dan Azura bebas memilih sesuka hati mainan yang diinginkan.
Tradisi THR: Antara Budaya dan Nilai Keislaman
THR biasanya dibagikan saat momen silaturahmi keluarga. Setelah sholat Id, anggota keluarga berkumpul, saling bermaafan, lalu berbagi rezeki dalam bentuk uang kepada anak-anak atau kerabat. Praktik ini bukan sekadar pemberian materi. Ia menjadi simbol kasih sayang, perhatian, sekaligus sarana mempererat hubungan kekeluargaan.
Dalam Islam, menjaga silaturahmi merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Sebagaimana diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, menyambung hubungan kekerabatan memiliki keutamaan besar, bahkan dapat menjadi sebab dilapangkannya rezeki dan dipanjangkannya umur.
Hukum Bagi-Bagi THR dalam Islam
Secara fikih, tidak ada dalil khusus yang mengatur kewajiban atau larangan terkait THR. Namun, para ulama mengkategorikannya sebagai bagian dari sedekah atau hibah yang hukumnya sunnah. Pandangan ini diperkuat oleh penjelasan Syamsul Arifin Nababan yang menyebut bahwa pemberian kepada keluarga saat Lebaran termasuk bentuk sedekah yang dianjurkan.
Dalam kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, dijelaskan bahwa sedekah kepada kerabat memiliki keutamaan ganda, sebagai amal kebaikan sekaligus menjaga hubungan keluarga. Dengan demikian, THR tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga spiritual.
Potensi Penyimpangan: Antara Riya dan Gengsi Sosial
Meski dianjurkan, praktik berbagi THR juga memiliki potensi penyimpangan jika tidak dilandasi niat yang benar. Salah satu yang paling sering terjadi adalah riya, yakni berbuat kebaikan untuk mendapatkan pujian.
Al-Qur’an dalam Surah Luqman ayat 18 secara tegas melarang sikap sombong dan membanggakan diri. Memberikan THR dengan tujuan pamer, misalnya dengan nominal besar untuk menunjukkan status sosial dapat menghapus nilai ibadahnya.
Etika Memberi: Kunci Nilai Ibadah
Islam tidak hanya mengajarkan untuk memberi, tetapi juga bagaimana cara memberi. Etika dalam bersedekah menjadi penentu utama apakah suatu amalan bernilai ibadah atau tidak. Memberikan dengan wajah ceria, tanpa rasa terpaksa, merupakan salah satu adab yang dianjurkan.
Selain itu, menjaga kehormatan penerima menjadi prinsip penting. Pemberian THR sebaiknya tidak dilakukan dengan cara yang dapat mempermalukan atau merendahkan. Dalam Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menegaskan bahwa perkataan baik dan sikap lembut dalam memberi memiliki nilai yang sama pentingnya dengan materi yang diberikan.
Prioritas Keuangan: Dahulukan Kewajiban
Salah satu aspek penting yang sering terabaikan adalah prioritas dalam pengelolaan keuangan. Islam menekankan bahwa kewajiban harus didahulukan dibanding amalan sunnah. Menurut Buya Yahya, seseorang yang memiliki utang jatuh tempo tidak dianjurkan memaksakan diri untuk bersedekah, termasuk dalam bentuk THR.
Dimensi Edukasi dan Sosial THR
Di luar aspek hukum, tradisi THR juga memiliki nilai edukatif yang penting, terutama bagi generasi muda. Anak-anak belajar tentang arti berbagi, menghargai pemberian, serta memahami pentingnya hubungan keluarga. Momen ini menjadi ruang pembelajaran sosial yang efektif.
THR sebagai Ibadah Sosial
Pada akhirnya, bagi-bagi THR bukan sekadar tradisi turun-temurun. Ia dapat menjadi ibadah sosial yang bernilai tinggi jika dilakukan dengan niat yang tulus, cara yang benar, dan mempertimbangkan kondisi diri. Lebaran bukan hanya tentang berbagi kebahagiaan, tetapi juga tentang memperkuat hubungan dengan sesama dan dengan Allah SWT.





