Komitmen Yayasan Semarak Bengkulu untuk Mengembalikan Kejayaan Ponpes Pancasila
Ketua Yayasan Semarak Bengkulu, Dra Hj Nurul Fadhila, menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan Pondok Pesantren (Ponpes) Pancasila Bengkulu sebagai lembaga pendidikan unggulan di Bumi Merah Putih. Salah satu program yang akan diperkuat adalah program muhadhoroh atau penceramah.
Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada pelantikan Pimpinan Baru Ponpes Pancasila Bengkulu, H. Muhammad Sahri, yang menggantikan Pimpinan sebelumnya KH. Paimat Sholihin, pada Kamis (2/April/2026) di Aula Masjid Sakalima komplek ponpes Pancasila Bengkulu.
Nurul Fadhila menyampaikan bahwa Ponpes Pancasila memiliki sejarah dan peran penting dalam mencetak generasi berakhlak dan berintegritas di Bengkulu. Oleh karena itu, revitalisasi dan lebih fokus pada pesantren menjadi prioritas utama yayasan ke depan.
“Ponpes Pancasila ini punya nilai historis dan kontribusi besar bagi masyarakat. Kita ingin mengembalikan marwahnya sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan dipercaya,” ujarnya.
Selain itu, Yayasan Semarak Bengkulu juga akan mendorong pengembangan fasilitas pendidikan serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, guna mendukung kemajuan ponpes Pancasila. Langkah ini diharapkan mampu menarik kembali minat masyarakat untuk menjadikan Ponpes Pancasila sebagai pilihan utama dalam pendidikan berbasis agama, berkarakter, dan bermoral.
Nurul Fadhila menyebutkan berbagai langkah strategis dan program yang akan dikolaborasi bersama Pimpinan ponpes Pancasila yang baru, baik dalam program unggul kurikulum, perbaikan lingkungan, dan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber nilai tambahan usaha.
Untuk program dalam skala jangka pendek dan panjang, salah satunya pihak yayasan menargetkan penghijauan di lingkungan ponpes yang memiliki luas sekitar 4,1 hektare. Penghijauan akan dilakukan dengan tanaman produktif seperti buah-buahan dan sawit, melibatkan santri untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship sekaligus menambah income. Kita juga akan minta bantuan bibit dari Bantuan pemerintah Bengkulu.
Bukan hanya fokus sektor pertanian, tapi juga pengembangan sektor peternakan dan perikanan seperti budidaya sapi, kambing, ayam, serta kolam ikan untuk mendukung kebutuhan pangan santri.
Di sisi sumber daya manusia, peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pengajar juga menjadi perhatian pengurus yayasan. “Kita ingin percepatan akreditasi guru, sehingga mereka merasa lebih nyaman. Memang dari sisi kesejahteraan mungkin terbatas, tapi bisa didukung dengan sertifikasi guru,” jelasnya.
Tentunya perbaikan prasarana juga hal penting dalam penunjang. Untuk unit usaha sektor Ponpes Pancasila, yayasan juga berencana menambah unit pendidikan baru dengan membuka Madrasah Ibtidaiyah (MI) saat ini dalam proses mengurus izin operasional MI, sehingga nantinya murid dari RA (Raudhatul Athfal) bisa langsung melanjutkan ke MI di Ponpes Pancasila dan juga fokus keunggulan ponpes pada program muhadhoroh atau penceramah, yang ini menjadi peluang masa depan santri.
Dengan demikian, yayasan Semarak Bengkulu menaruh harapan kepemimpinan baru akan mampu membawa perubahan signifikan bagi kemajuan Ponpes Pancasila, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. “Harapannya dengan adanya direktur baru ini tentu muncul semangat baru. Yang pertama adalah memperbanyak jumlah santri, dan kita akan sosialisasikan bersama para tokoh memasang background foto para alumni yang sukses dari pesantren kita,” Tutupnya.
Sementara itu, sosok Muhammad Sahri Dirut atau Pimpinan Definitip Ponpes Pancasila merupakan alumni angkatan pertama tahun 1974 dari Ponpes Pancasila. Setelah hampir 80 tahun berkarier diluar dan pensiun jabatan terakhir sebagai Hakim di Pangadilan Agama Bengkulu.
Dengan berbekal pengalaman dan penaggilan jiwa pengabadian serta hasil berkomunikasi dan dukungan para alumni, M. Sahri menekankan komitmennya untuk mengembangkan berbagai program yang tidak hanya berdampak bagi santri, tetapi juga memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Di Ponpes Pancasila ini menjadi tempat pembekalan ilmu agama yang lebih. Sehingga ketika nanti mereka lulus dan ingin melanjutkan ke bidang hukum, ekonomi, dan lainnya, pondasi agama mereka sudah kuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sahri juga menyebutkan bahwa kemajuan pendidikan sangat ditentukan oleh sinergi antara tiga komponen utama, yakni santri, guru, dan wali santri. “Pendidikan bisa maju apabila tiga komponen saling mendukung, yakni hubungan santri dengan guru, dan guru dengan wali santri. Ini harus dihidupkan. Jika ini berjalan, maka insyaallah pendidikan akan maju,” tutup Sahri.
Untuk diketahui saat ini Yayasan Semarak mengelola tujuh unit aset pendidikan, antara lain Universitas Prof. Dr. Hazairin (Unihaz) Bengkulu, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bengkulu, Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu, SMKS 1 dan SMKS 2 Bengkulu, serta Sekolah Dasar Terpadu Islam (SDIT) di Kabupaten Rejang Lebong dan Arga Makmur, Bengkulu Utara.



