Khatib Idul Fitri 2026 Soroti Krisis Indonesia dan Pentingnya Ibadah
Khatib Salat Idul Fitri 2026 di Masjid Taqwa Padang, Zaitul Ikhlas, menyampaikan khotbah yang menggambarkan berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Dalam ceramahnya, ia menyoroti krisis dari berbagai sektor seperti ekonomi, hukum, sosial, politik, moral, hingga krisis kepemimpinan. Menurutnya, krisis ini bisa diatasi dengan memperkuat nilai-nilai ibadah sesuai ajaran Islam.
“Ibadah tidak hanya tentang pahala, tetapi juga sistem untuk membentuk manusia yang baik,” ujarnya setelah melaksanakan salat Idul Fitri 2026. Ia menekankan bahwa kekuasaan seseorang harus digunakan untuk kebenaran dan keadilan, bukan untuk kepentingan diri sendiri. Ia menegaskan bahwa penggunaan kekuasaan yang salah akan membuat kita malu terhadap perjuangan para pejuang Indonesia.
Ancaman Global dan Semangat Jihad
Zaitul Ikhlas juga menyampaikan pesan tegas tentang ancaman global, seperti konflik antara Iran, Israel, dan Amerika. Ia menyebut bahwa Iran hadir untuk mencegah genosida dua negara tersebut. Meskipun Iran memiliki kekuatan yang kuat, ia mengakui bahwa lawannya adalah dua negara besar, sehingga sedikit kewalahan. Namun, jika berhadapan satu sama lain, Iran akan lebih unggul dalam permasalahan yang terjadi.
“Namun, Allah akan membantu siapa yang menegakkan kebenaran,” katanya. Ia menambahkan bahwa semangat tentara Amerika atau Israel hanya berdasarkan nasionalisme, sedangkan di Iran semangatnya berasal dari jihad. Baginya, semangat itu lebih tinggi daripada teknologi, karena tujuannya adalah mencapai kebaikan.
Jaga Persatuan dalam Perayaan Idul Fitri
Idul Fitri di Kota Padang menjadi momentum penting bagi jemaah Muhammadiyah untuk terus memperjuangkan agama Islam meski di tengah perbedaan pandangan. Semangat kebersamaan dan persatuan menjadi inti dari perayaan kemenangan tahun ini. Sekretaris Masjid Taqwa Muhammadiyah, Hendri Novigator, berpesan kepada jemaah untuk memperjuangkan Islam tanpa memandang warna atau bentuk organisasi.
“Hal terpenting, apapun organisasi, selagi masih di Indonesia, agar memperjuangkan Islam tetap hidup dengan dinamika yang ada,” ujarnya. Ia menekankan bahwa keberagaman harus disikapi dengan baik dan benar, seperti perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri 2026. Hendri tidak ingin perbedaan ini membuat jemaah bertengkar satu sama lain.
“Walaupun perbedaan itu ada, tetap jaga hak kita masing-masing tanpa merecoki hak orang lain,” tambahnya. Baginya, jika jemaah di Indonesia bisa menyikapi perbedaan tanpa pertengkaran, maka bangsa ini akan bersatu. Hal ini sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila yang menekankan persatuan Indonesia.
Suasana Pelaksanaan Salat Idul Fitri
Jemaah Muhammadiyah mulai berdatangan ke Masjid Taqwa Muhammadiyah untuk menunaikan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di kawasan Pasar Raya, Kota Padang, Jumat (20/3/2026) pagi. Para jemaah datang dengan berbagai kendaraan, termasuk roda dua, roda empat, hingga berjalan kaki bersama keluarga. Gema takbir berkumandang, menciptakan suasana yang sangat kuat di hari kemenangan.
“Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamdu,” demikian gema takbir yang berkumandang. Memasuki masjid, suasana terasa sejuk karena matahari belum sepenuhnya terlihat.
Hingga pukul 07.30 WIB, salat Idul Fitri mulai dilaksanakan. Beberapa jemaah yang terlambat tampak terburu-buru memasuki masjid. Di dalam masjid, jemaah tidak terlalu penuh, kurang lebih di shaf laki-laki terisi setengahnya. Sedangkan shaf perempuan hampir terisi penuh. Pada shaf laki-laki, terdapat 11 barisan shaf yang belum terisi. Shaf itu tampak kosong, namun hingga pukul 07.38 WIB, satu per satu jemaah masih berdatangan karena terlambat. Mereka terlihat harus menyusul ketertinggalan salat Idul Fitri di Masjid Taqwa Muhammadiyah, sebab telah dimulai pukul 07.30 WIB lalu.
Salat Idul Fitri selesai dilaksanakan pukul 07.40 WIB, kemudian dilanjutkan dengan ceramah. Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Buya Zaitul Ikhlas, ditunjuk sebagai khatib Salat Idul Fitri ini. Dalam ceramahnya, ia menyebutkan bahwa selama 30 hari jemaah telah berhasil melalui puasa Ramadan 2026, hingga akhirnya tiba pada hari kemenangan. Hingga pukul 07.54 WIB, ceramah masih berlangsung dan para jemaah terlihat mendengarkan dengan seksama.
