Inspirasi dari Usia 52 Tahun: Iptu Iknatius Sutarno, Wisudawan Terbaik Prodi Ilmu Hukum UT Semarang
Di usia yang dianggap matang dan stabil, banyak orang memilih untuk fokus pada pekerjaan atau keluarga. Namun, bagi Iptu Iknatius Sutarno, usia bukanlah batas untuk bermimpi dan belajar. Pria kelahiran 21 Oktober 1973 ini berhasil menyelesaikan studi S1 Prodi Ilmu Hukum di Universitas Terbuka (UT) Semarang dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97, menjadikannya sebagai wisudawan terbaik dalam acara wisuda tersebut.
Iptu Iknatius, yang saat ini bertugas di Polres Blora, mengikuti prosesi wisuda bersama ratusan lulusan UT Semarang di Hotel The Wujil Resort & Conventions, Ungaran, Kabupaten Semarang, pada Selasa (10/2/2026). Kehadirannya menjadi sorotan karena kisah perjalanan hidupnya yang penuh keteguhan tekad.
Latar Belakang dan Perjuangan
Lahir dari keluarga sederhana di Kabupaten Blora, Iknatius selalu memiliki keinginan untuk menempuh pendidikan tinggi. Namun, keterbatasan ekonomi dan usia membuat impian itu tertunda. Jalan hidup kemudian membawanya bergabung dengan Kepolisian Republik Indonesia, tempat ia mengabdikan diri hingga kini di Polres Blora, Polda Jateng.
“Saya sudah punya cita-cita kuliah sejak dulu. Tapi karena kondisi keluarga dan biaya, baru bisa terwujud sekarang,” ujarnya. Usia yang sudah di atas 50 tahun tidak menghalangi niatnya untuk melanjutkan studi. Baginya, pendidikan adalah sarana untuk memotivasi diri dan keluarga, terutama anak-anaknya, agar menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam meraih masa depan.
Pemilihan Prodi Ilmu Hukum
Menempuh studi di Prodi Ilmu Hukum menjadi pilihan yang selaras dengan profesinya sebagai anggota kepolisian. Menurut Iknatius, pemahaman hukum sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas penegakan hukum agar dapat menghadirkan keadilan, kepastian, dan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Hukum itu penting sebagai dasar dalam bertugas. Dengan ilmu, kita bisa membedakan, bersikap adil, dan membela masyarakat sesuai hati nurani,” katanya.
Kesulitan dan Kunci Keberhasilan
Selama menjalani perkuliahan di Universitas Terbuka, Iknatius mengaku tidak menemui kendala berarti. Kunci utamanya adalah tekad dan kemauan kuat untuk terus belajar. Dia percaya setiap tantangan pasti bisa dilewati selama tidak menyerah di tengah jalan.
“Kalau mau dan punya tekad, semua rintangan pasti terlewati. Mindset-nya harus ditanamkan, bisa pasti bisa.” “Jangan lupa juga selalu berdoa dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya.
Predikat Wisudawan Terbaik
Predikat wisudawan terbaik yang diraihnya pun tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Menurutnya, capaian tersebut adalah bonus dari komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan keluarga.
“Saya tidak pernah berekspektasi jadi lulusan terbaik. Saya hanya ingin melakukan yang terbaik untuk diri saya sendiri dan keluarga,” ungkapnya.
Peran UT Semarang dalam Pendidikan Jarak Jauh
Direktur UT Semarang, Dr Iqbal Miftakhul Mujtahid, menyampaikan bahwa Iptu Iknatius adalah representasi nyata semangat long life education yang terus digaungkan UT Semarang. “Hari ini kami merayakan konsep celebrating long life education. UT tidak membatasi usia. Siapa pun boleh kuliah, usia berapa pun, selama punya minat dan kemauan belajar jarak jauh,” ujarnya.
Dia menambahkan, Universitas Terbuka hadir sebagai solusi pendidikan bagi masyarakat yang ingin tetap belajar sambil bekerja atau beraktivitas lainnya, dengan biaya yang terjangkau dan sistem pembelajaran yang fleksibel. “Harapannya, teman-teman bisa menyelesaikan studinya, pekerjaannya tetap beres, dan pendidikannya juga beres,” katanya.
Visi Masa Depan UT Semarang
Dia juga optimistis terhadap masa depan UT Semarang dengan target jumlah mahasiswa mencapai 36 ribu orang. Menurutnya, masih banyak masyarakat di daerah pelosok Jawa Tengah yang belum tersentuh akses pendidikan tinggi. “Ini peluang besar. Dengan rekomendasi dari para lulusan, UT bisa menjangkau masyarakat yang belum sempat kuliah, sehingga mereka punya tiket untuk berkompetisi di dunia global,” pungkasnya.




