JAKARTA, Infomalangraya.net
– Aksi seorang pengendara motor yang memprotes razia lalu lintas karena diminta putar balik di Jalan Lebak Bulus Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi saat razia pengendara sepeda motor yang melawan arah dilakukan pada Kamis (15/1/2026). Ketika itu, J ditegur anggota polisi lalu lintas karena melaju melawan arah dan diminta kembali ke jalur yang semestinya. Namun, teguran tersebut justru disambut dengan emosi. J memprotes tindakan polisi dan menuding razia dilakukan semata-mata untuk pencitraan karena direkam kamera.
Dalam video razia yang diunggah pada Jumat (16/1/2026), terlihat sejumlah sepeda motor berbaris di sisi pembatas jalan jalur menuju Ciputat. Para pengendara tersebut diketahui hendak menuju Pondok Pinang dengan melawan arah.
“Putar balik! Yang lawan arah putar balik!” terdengar suara perintah polisi dalam rekaman video.
Tak lama kemudian, rombongan pengendara motor mengikuti instruksi tersebut. Sebuah angkutan kota berwarna biru juga terlihat berada di lokasi. Di tengah situasi itu, seorang pemotor tampak tidak terima diminta putar balik. Ia mengenakan pakaian hitam dan kacamata hitam, serta membonceng seorang perempuan.
Pemotor tersebut meluapkan amarahnya dengan menuding polisi hanya bekerja ketika ada kamera yang merekam.
“Drama, (pakai) kamera ini drama. Pencitraan doang kalian semua!” teriak pengendara itu sambil menunjuk ke arah kamera saat memutar balik kendaraannya.
Tak berhenti di situ, ia kembali menghentikan sepeda motornya di badan jalan setelah berbalik arah, lalu menoleh ke belakang untuk melontarkan protes lanjutan.
“Woy, apa?! Ada kamera? Saya enggak takut!” teriak pengendara tersebut.
Menanggapi tudingan pencitraan tersebut, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menegaskan, anggotanya hanya menjalankan tugas penegakan hukum lalu lintas. Ia juga mengingatkan jajarannya agar tidak terpengaruh tudingan yang muncul akibat emosi sesaat dari pelanggar lalu lintas.
“Tetaplah berbuat untuk masyarakat. Jangan hiraukan mereka karena mereka tidak suka ketika aturan ditegakkan,” kata Ojo saat dihubungi, Sabtu (17/1/2026).
Akui kesalahan dan sampaikan permintaan maaf
Empat hari berselang, J akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada pihak kepolisian atas sikap emosional yang ditunjukkannya. Permintaan maaf itu disampaikan melalui pesan langsung (direct message) ke akun media sosial polisi.
“Saya hanya DM polwan yang ada di video dan sudah meminta maaf,” kata J saat dikonfirmasi Infomalangraya.net, Senin (19/1/2026).
J mengakui kesalahannya karena melawan arus lalu lintas dan menyadari bahwa tindakannya, termasuk meluapkan emosi, tidak patut dicontoh.
“Saya sudah mengakui kesalahan saya. Itu tidak patut untuk ditiru. Apalagi sampai marah-marah,” ujar dia.
Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang diterima, permintaan maaf J diterima dengan baik oleh polisi wanita yang bersangkutan. Ia juga diimbau agar tidak mengulangi pelanggaran serupa di kemudian hari.
Atas inisiatif pribadi, J kemudian mengunggah video klarifikasi dan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya. Video tersebut kembali beredar luas setelah diunggah ulang sejumlah akun lain.
Namun, viralnya video tersebut berdampak negatif bagi J. Ia mengaku menerima berbagai ancaman dari warganet, bahkan hingga menyeret anaknya yang tidak terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Akun saya sudah diserang juga, bahkan sampai kirim-kirim foto anak saya juga dalam bentuk ancaman,” ujar J.





