Penghafal Al-Qur’an Taqy Malik Kembali Diperhatikan
Taqy Malik, sosok yang dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an, kembali menjadi sorotan. Meskipun sebelumnya sempat terlibat dalam sengketa lahan, kini ia menghadapi tuduhan miring terkait program wakaf yang dijalankannya. Mantan sahabatnya, Randy Permana, pertama kali mengungkapkan masalah ini melalui media sosial. Ia menyoroti operasional wakaf mushaf yang dilakukan oleh Taqy, yang dinilai menyebabkan permasalahan bagi sejumlah rekanan sesama Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi.
Randy membagikan cerita panjang lebar tentang pengalamannya dengan program wakaf tersebut. Ceritanya menarik perhatian banyak orang di media sosial. Tak ingin diam, Taqy akhirnya memberi respons. Ia mengajak Randy untuk melakukan tabayyun atau klarifikasi secara terbuka.
“Undangan Terbuka Tabayyun
Bissmillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Melalui pernyataan ini, dengan segala kerendahan hati, saya mengundang Saudara Rendy Eka Permana dan semua pihak yang melontarkan tuduhan terkait saya untuk hadir dalam forum tabayyun secara terbuka (LIVE melalui platform Instagram dan dipublikasi secara terbuka), bermartabat, dan penuh tanggung jawab. Terkait amanah wakaf mushaf dan persoalan lain yang dilontarkan.”
Ia menegaskan bahwa semua fasilitas akan disediakan agar tercipta suasana nyaman dan saling menghormati. “Ini bukan tentang mencari pembenaran, melainkan menghadirkan kebenaran. Ini bukan tentang menyerang, melainkan menjaga amanah. Dan ini bukan tentang opini, melainkan pertanggungjawaban di hadapan manusia, dan terlebih lagi di hadapan Allah SWT,” tulis Taqy dalam unggahan di Instagram @taqy_malik.
Randy merespons ajakan Taqy dengan cepat. Ia meminta Taqy menghubunginya melalui WhatsApp. Namun, Randy juga mengajak Taqy bertabayyun di Madinah, bukan melalui media sosial. “Alhamdulillah akhirnya broku Taqy kamu mengajak tabayyun, tapi lebih enak kalau kita bertabayyun di Madinah. Kita tunjukkan ke netizen, ke follower antum follower ana gimana cara mushaf sebenarnya, bagaimana aturan Saudi sebenarnya. Ayo kita ketemu di Madinah,” ujar Randy.
Ia juga akan mengajak polisi Saudi Arabia untuk menjadi penengah dalam tabayyun mereka. Randy tetap bersedia jika diajak tabayyun melalui live Instagram. Jika Taqy tidak bisa terbang ke Madinah karena urusan visa atau tiket, Randy siap menyediakan biaya perjalanannya.
Taqy Malik pun merespons saran Randy. Ia mengajak Randy bertemu di Indonesia untuk meluruskan tuduhan yang telah dilontarkan. “Baik, saya menerima tawaran Saudara Randy untuk bertemu di Madinah. Tidak perlu merepotkan diri untuk membiayai perjalanan saya, InsyaAllah saya akan menanggungnya secara pribadi. Namun, dengan satu syarat, sebelum itu, kita berdiskusi dan mengonfirmasi terlebih dahulu di Indonesia mengenai seluruh tuduhan yang Saudara sampaikan, sekaligus dalam rangka bersilaturahmi.”
Randy mengajak Taqy bertemu di Surabaya atau Bali. Mereka akan melangsungkan siaran langsung pada jam 23.00 WIB.
Operasional Wakaf Al-Qur’an Taqy Malik Dibeberkan
Persoalan terkait program wakaf mushaf yang dilakukan Taqy awalnya muncul setelah selebgram yang tinggal di Arab Saudi, Randy Permana, mengungkap kronologi dan pengalamannya secara langsung. Randy mengaku mengetahui sejak awal bagaimana program wakaf itu berjalan, termasuk dinamika di lapangan yang melibatkan pembelian mushaf hingga memancing perhatian otoritas setempat.
“Jadi saya kenal Taqy Malik memang sudah lama, dan saya sendiri memang pekerjaan saya di Saudi, ya di Mekah dan Madinah, karena saya sehari-hari memang melayani tamu-tamu jemaah umrah seperti itu,” ujar Randy, dikutip dalam YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa program wakaf tersebut mulai berjalan pada 2023, ketika Taqy mulai membuka donasi wakaf Al-Qur’an yang dibeli langsung dari percetakan resmi di Madinah. “Nah, singkat cerita, di tahun pertama kalau enggak salah, waktu itu 2023, A Taqy mulai membuka wakaf Quran, yang di mana saat itu ketika kita berwakaf Quran, kita itu masih bisa satu orang membeli dua tiga karton di pabrik percetakannya di Madinah, yang harga memang harga pabrik itu sekitar 25 riyal di sana.”
Menurut Randy, saat itu jumlah mushaf yang dibeli mencapai ribuan eksemplar. Namun, pembelian dalam jumlah besar itu kemudian memicu perhatian pihak otoritas. “Nah, ketika Taqy membuka itu, masuklah kurang lebih ada yang menitipkan amanah wakaf itu hampir sekitar 3.000 mushaf saat itu, 3.000 Quran. Belilah dia di sana.” “Dan singkat cerita, ketika dia beli banyak sekali di sana, selang beberapa minggu, kita sudah tidak bisa lagi membeli banyak di pabrik percetakan itu. Karena dari pihak otoritas keamanan masjid atau apa melihat atau menilai bahwa mushaf ini diperjualbelikan oleh jemaah secara online, dan itu secara aturan dilarang,” paparnya.
Sosok Taqy Malik
Sosok Taqy Malik sejatinya sudah tidak asing di dunia publik figur. Ia dikenal sebagai mantan suami Salmafina Sunan, putri pengacara ternama Sunan Kalijaga. Selain dikenal karena kehidupan pribadinya, Taqy juga dikenal sebagai seorang hafiz Al-Qur’an yang menghafal 30 juz di usia 17 tahun. Ia menempuh pendidikan di Kairo, Mesir, dan dikenal memiliki suara merdu saat melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Kemampuannya di bidang bisnis juga menonjol, mengikuti jejak sang ayah yang dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang perkebunan dan pertambangan. Kini, pria kelahiran 1997 itu dikenal sebagai CEO dan Founder Taqychan Group, dengan berbagai lini usaha mulai dari kuliner, travel, hingga fashion.
