Ringkasan Berita:
- Bank Mandiri menghubungi langsung nasabah yang viral setelah mengaku dikatai “kampungan” oleh pegawai.
- Pihak bank menyampaikan kartu ATM nasabah masih aktif dan dalam kondisi baik.
- Nasabah mengaku puas dengan pelayanan Bank Mandiri dan memutuskan menghapus unggahannya.
- Nasabah juga menghapus postingan tentang dua pegawai dan mengaku telah berdamai dengan keduanya melalui DM Instagram.
- Ia meminta maaf atas polemik yang terjadi dan berterima kasih kepada warganet serta Bank Mandiri.
Infomalangraya.net– Polemik nasabah Bank Mandiri yang viral setelah mengaku disebut “kampungan” oleh pegawai bank akhirnya menemui titik terang.
Pemilik akun Threads @syauqinamaghfirah mengungkapkan, dirinya telah mendapat telepon langsung dari pihak Bank Mandiri terkait persoalan kartu ATM yang sebelumnya ia keluhkan.
Dalam komunikasi tersebut, pihak Bank Mandiri menyampaikan bahwa kartu ATM miliknya masih aktif dan dalam kondisi baik.
“Selamat malam teman teman, pertama, izin menyampaikan bahwa baru saja saya ditelfon langsung oleh @bankmandiri terkait masalah ATM yang tidak bisa di akses (hal ini saya sampaikan di utas saya 2 hari yg lalu) dan bank mandiri menyampaikan bahwa kartu saya masih aktif dan baik2 saja,” tulisnya, dikutip Infomalangraya.net, Jumat (28/8/2026).
Setelah mendapat penjelasan dari pihak bank, nasabah tersebut mengaku merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.
Ia pun memutuskan menghapus unggahan yang sebelumnya membuat persoalan tersebut ramai di media sosial.
“Dengan telfon @bankmandiri saya merasa sudah puas dengan pelayanan yg diberikan, sehingga saya memutuskan untuk take down postingan saya,” ujarnya.
Nasabah tersebut juga mengakui bahwa unggahan awal dibuat karena dirinya sedang kesal.
Ia mengaku kesal dengan pemberitaan mengenai Bank Mandiri serta mesin ATM yang tidak dapat digunakan. Sebelum membuat unggahan, ia juga menyebut telah mendatangi beberapa mesin ATM Bank Mandiri.
“Saya akui saya membuat postingan tersebut karena kesal dengan berita tentang bank mandiri & kesal dengan mesin ATM yg tidak bisa diakses (sebelum ini saya jg sudah mendatangi bbrp ATM mandiri),” sambungnya.
Menurutnya, setelah unggahan tersebut viral, persoalan berkembang ke berbagai hal yang tidak lagi berkaitan dengan masalah awal.
Ia menyebut muncul berbagai fitnah hingga pertengkaran antarwarga.
“Hal ini saya lakukan dikarenakan banyaknya hal yang terjadi karena postingan ini. Dimulai dengan adanya fitnah2 dan pertengkaran sesama warga yang menurut saya sudah out of topic,” tulisnya.
Ia juga mengakui unggahannya menimbulkan pro dan kontra.
“Saya mengakui postingan tersebut menyebabkan pro dan kontra, dan saya ucapkan permintaan maaf saya atas kejadian ini,” tulisnya.
Nasabah dan Dua Pegawai Berdamai
Selain menghapus unggahan mengenai persoalan ATM, nasabah tersebut juga mencabut postingan yang berkaitan dengan dua pegawai Bank Mandiri.
Sebelumnya, identitas kedua pegawai tersebut ikut menjadi sorotan setelah unggahan nasabah ramai dibagikan berbagai akun media sosial.
Menurutnya, persoalan dengan Bank Mandiri kini sudah selesai.
Ia juga menyadari ramainya unggahan tersebut telah membuat kedua pegawai ikut terganggu.
“Kedua, terkait postingan saya tentang 2 pegawai @bankmandiri yg berkaitan dengan utas saya tsb, juga saya take down karena menurut saya permasalahan dengan bank mandiri sudah selesai,” tulisnya.
“Selain itu, saya juga menyadari bahwa hal tersebut membuat mereka terganggu, terlebih banyak sekali akun yg repost postingan itu,” lanjutnya.
Nasabah kemudian mengungkapkan bahwa dirinya dan kedua pegawai tersebut telah berdamai melalui pesan langsung di Instagram.
“saya dan keduanya sudah berdamai melalui DM instagram,” tulisnya.
Ia berharap persoalan tersebut tidak terus berlanjut.
“Saya harap perlakuan mereka juga dapat dimaafkan oleh warga yg kesal dengan perbuatannya,” ujarnya.
Sempat Privat Akun
Dalam klarifikasinya, nasabah tersebut juga menjelaskan alasan dirinya sempat membuat akun menjadi privat.
Ia mengatakan akun Instagram miliknya sempat terkunci sehingga dirinya memilih mem-private akun Threads untuk sementara.
“Ketiga, hari ini saya sempat memprivate akun saya, dikarenakan instagram saya di lock dan saya berfikir untuk private akun threads dulu agar tidak terjadi hal yg sama,” tulisnya.
Ia menegaskan keputusan tersebut bukan karena ingin menghindari persoalan yang telah terjadi.
“Tidak bermaksud untuk lari dari apa yg sudah saya perbua,” tulisnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah pengguna media sosial sempat salah mengira dirinya sebagai pegawai Bank Mandiri.
“Selain itu, komentar di akun instagram saya juga banyak yg keliru, dikira saya pegawai bank mandirinya, sehingga saya putuskan utk private akun dulu,” ujarnya.
Terkait permintaan mengikuti akunnya, ia mengatakan sempat menerima semuanya hingga akhirnya akun miliknya mencapai batas.
“Untuk follow request, semua saya acc sampai terjadi limit di akun saya, sehingga saya tidak bisa acc semua yaa,” tulisnya.
Sampaikan Terima Kasih
Di akhir klarifikasinya, nasabah tersebut menyampaikan terima kasih kepada warganet yang sebelumnya memberikan perhatian dan dukungan.
Ia juga mengapresiasi respons dari Bank Mandiri.
“Terakhir, saya ucapkan terimakasih atas dukungan dan perhatian warga threads, warga instagram, dan warga tiktok. Juga respon baik dari @bankmandiri,” tulisnya.
Ia kemudian kembali menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang terjadi.
“Mohon maaf sebesar besarnya atas apa yg telah terjadi. Semoga hal ini menjadi pembelajaran baik untuk saya dan juga semua,” tulisnya.
Kronologi Awal
Persoalan bermula ketika pemilik akun Threads @syauqinamaghfirah mengaku menghubungi pihak bank karena kartu ATM miliknya tiba-tiba tidak dapat digunakan untuk menarik uang tunai.
Namun, alih-alih mendapat bantuan seperti yang diharapkan, nasabah tersebut mengaku justru mendapat ucapan yang membuatnya tersinggung.
“Aduh dikatain kampungan sama pegawai bank mandiri… kirain bakalan dibantuin kok malah dikatain kampungan… pegawai macam apa nih @bankmandiri,” ujar @syauqinamaghfirah, dikutip Infomalangraya.net, Jumat (28/8/2026).
Dalam unggahan yang sama, akun @rasantiputrim juga terlihat menuliskan komentar:
“Ga miskin tapi kampungan,” ujarnya.
Persoalan kemudian berlanjut lewat percakapan pesan langsung atau DM antara nasabah dan pegawai yang disebut terkait.
Nasabah mengaku tidak terima dengan ucapan tersebut dan meminta pegawai berhati-hati dalam memberikan komentar kepada pelanggan.
“Aku udah tandain kamu ya kak, aku gak terima banget kamu sebagai pegawai bank mandiri ngatain aku kampungan… jahat kamu kak. Demi Allah aku gak terima, mana komennya kamu hapus. Hati2 kak kalo ngetik, apalagi ngatain customer,” tulis @Syauqina.
Ia juga mengungkapkan rasa sakit hatinya.
“Gausah takut kak sama aku, takut sama azabnya Allah aja. Demi Allah aku sakit hati banget sama kamu,” ujarnya.
Pegawai tersebut kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada nasabah.
“Mba Syauqina, saya benar2 minta maaf ke mba atas postingan saya tersebut tadi malam mba ke mba tersebut.. saya benar2 khilaf dan spontan,” ujar pegawai bank tersebut.
Ia kembali meminta maaf dan mengakui bahwa tindakannya merupakan kesalahan pribadi.
“Saya sadar saya salah dan menyakiti mba.. saya khilaf mba, saya tidak mewakili perusahaan sama sekali,” katanya.
Permintaan maaf itu sempat diterima oleh nasabah.
“Iya mba saya maafin…” balas @Syauqina.
Namun, persoalan kembali memanas setelah pegawai tersebut meminta agar unggahan nasabah dihapus.
“Mba.. tolong mba Syauqina tolong mba..,” ujar pegawai itu.
Nasabah kemudian mengatakan bahwa dirinya sebelumnya sudah memberikan waktu kepada pegawai tersebut untuk merespons.
“Aku udah ngasih km tenggang waktu yg cukup lama dari semalem,” balasnya.
Ia juga mengaku tidak menyangka persoalan tersebut akhirnya menjadi ramai.
“Aku jg ga nyangka bakalan ruwame,” tulis @Syauqina.
Nasabah tersebut kemudian mengatakan sebelumnya berharap pesan yang dikirimkan melalui DM mendapat respons.
“Kukira di dm bakalan direspon,” ujarnya.
Setelah itu, ia menuliskan:
“EH TUNGGU RAME DULU,” tulis @Syauqina.
Pegawai tersebut kembali menyatakan kesediaannya untuk menebus kesalahan yang telah dilakukan.
“Apapun mba aku tebus kesalahanku,” ujarnya.
Pesan tersebut kemudian dibalas nasabah dengan deretan emoji.
“heheheheh,” balas @Syauqina.





