K-Rewards kini sedang menjadi perbincangan hangat karena adanya mekanisme baru yang memberikan bobot lebih tinggi pada engagement score (rating dan komentar) dibandingkan pageviews. Saya juga telah menghabiskan waktu untuk membuat rangkuman penerima K-Rewards sepanjang tahun 2025.
Maka, artikel yang sudah terlantar di draft selama dua minggu ini, saya cek kembali dan sempurnakan agar tulisan yang awalnya tidak bermanfaat ini siap dipublikasikan.
Disclaimer: Tulisan ini hanya menyampaikan data dan analisis saja. Tidak ada niat apapun terhadap platform maupun kompasianer yang disebutkan dalam tulisan ini. Mari kita nikmati dengan santai saja!
Sepanjang 2025, Infomalangraya.net mengumumkan 10 besar penerima K-Rewards setiap bulannya. Artinya, ada 120 slot yang bisa diisi oleh nama-nama kompasianer. Namun, dari 5 jutaan kompasianer menurut statistik kilas balik 2025, hanya 37 kompasianer saja yang namanya pernah tercatat di jajaran 10 besar K-Rewards.
Lantas, bagaimana peta dan klasemen K-Rewards sepanjang 2025? Kompasianer terbanyak muncul di mana?
Dalam satu tahun, ada yang hanya muncul satu kali, ada pula yang muncul 12 kali alias tidak pernah absen. Dan itu diraih oleh dua orang kompasianer yang sangat produktif, yaitu Jujun Junaedi dan Merza Gamal yang muncul sebanyak 12 kali.
Disusul oleh Alfred Benediktus (9X), Aidhil Pratama dan Tiyarman Gulo (8X), Julianda Boang Manalu (6X), Frans Leonardi dan Muh Khamdan (5X), sisanya empat ke bawah.
Note: Secara teknis, Merza Gamal muncul 11 kali, karena pengumuman K-Rewards yang menghilangkan namanya, sampai sekarang belum direvisi.
Angka tertinggi K-Rewards
Melihat tulisan kompasianer terdahulu dan pengumuman K-Rewards sebelum Juli 2024, tampaknya posisi pertama K-Rewards bisa mendapat jutaan rupiah. Bagaimana dengan 2025?
Angka tertinggi yang pernah dikeluarkan adalah sebesar Rp759.585 yang didapat Nuning Sapta Rahayu sebagai jawara pada periode April 2025. Periode ini juga memecahkan rekor tertinggi K-Rewards dengan total sebesar Rp3.395.164.
Sementara untuk angka terendah yang pernah dikeluarkan adalah sebesar Rp135.824 yang diraih oleh Tupari sebagai peringkat 10 periode November 2025. Sekaligus November menjadi bulan terendah K-Rewards dengan hanya mengeluarkan angka Rp1.987.605.
Belajar daya tahan dari Jujun Junaedi
Meskipun muncul sepanjang tahun, nyatanya Jujun Junaedi belum pernah sekalipun menduduki posisi jawara. Mentok-mentok di runner-up. Apa yang bisa kita pelajari dari sana?
Saya melihat ketahanan dan konsisten dari pola kontribusi seorang Jujun Junaedi. Dari pertemuan bersama beliau beberapa waktu lalu, beliau tidak terlalu memikirkan K-Rewards setiap bulannya. Berapapun nominalnya, ia syukuri.
Baginya, menulis adalah salah satu bentuk syukur kepada Tuhan, karena sudah menciptakan akal (bukan Imitasi) yang bisa bermanfaat lewat tulisan-tulisan yang dihasilkan.
Hal senada juga bisa dipelajari dari Merza Gamal. Meski saya belum pernah ngobrol secara langsung dengan beliau, tapi nampaknya beliau yang menjadi Imam Salat Magrib saat Kompasianival 2025 lalu. Sama-sama konsisten dan memiliki daya juang postingan yang luar biasa.
Antara Jujun Junaedi dan Merza Gamal, siapa paling tinggi?
Secara statistika, peluang yang sering muncul, mereka berkesempatan memuncaki klasemen. Dan teori itu benar. Dua nama ini yang menjadi Top 2 penerima K-Rewards sepanjang 2025.
Selisih mereka tipis sekali. Di posisi pertama ada Jujun Junaedi dengan raihan total Rp3.294.818, sementara Merza Gamal di angka Rp3.255.138.
Di tiering dua jutaan ada Aidhil Pratama dan Alfred Benediktus. Sementara di kisaran 1 jutaan ada: Tiyarman Gulo, Frans Leonardi, Nuning Sapta Rahayu, Karnita, Mbah Priyo, Julianda Boang Manalu, dan Muh Khamdan. Sisanya berada di bawah 1 juta.
Bagaimana peta K-Rewards 2026 setelah diberlakukannya mekanisme baru?
Tentu belum bisa saya analisis saat ini. Analisis akan bisa dimulai setelah Infomalangraya.net mengumumkan daftar penerima K-Rewards Januari 2026 pada awal Februari nanti.
Dan (kalau lagi gabut, dan emang banyak gabutnya saya sekarang), akan saya analisis kembali.
Sekadar informasi, saya menganalisis K-Rewards bukan sekali dua kali saja. Dan analisis tersebut saya tulis berdasarkan data secara objektif, bukan berdasarkan dugaan atau asumsi belaka.
Karena bagi kompasianer suka-suka seperti saya dan mungkin banyak kompasianer lainnya juga, sebetulnya aturan K-Rewards seperti apapun tidak “menguntungkan” ataupun “merugikan”.
Berikut beberapa tulisan saya tentang K-Rewards:
Januari 2023 – memberikan perspektif perbedaan PV dan UV: [link]
Maret 2024 – memberikan perspektif soal potensi views yang hangus: [link]
Agustus 2024 – menyoal kontroversi mekanisme baru yang dikeluhkan pada headliner: [link]
November 2024 – memberikan perspektif perbandingan K-Rewards dengan blog pribadi. Pengalaman sendiri!: [link]
Januari 2025 – dengan syarat 1 AU, 1 AP, ternyata saya kecipratan walau nominal semangkuk bakso: [link]
Desember 2025 – memberikan perspektif cara mudah mendapat K-Rewards: [link]
dan masih banyak lagi.
Semangat pokoknya untuk semua kompasianer. Apapun motivasinya, semuanya itu sah. Begitu juga yang memberikan saran, kritik, dan pemikirannya, semata-mata itu karena rasa kasih sayang terhadap rumah besar Infomalangraya.net.
Karena kata pepatah bilang, “jika masih bawel tandanya orang masih peduli. Level tertinggi dari ketidakpedulian adalah didiamkan”.
Jadi, bersyukurlah jika rumah ini masih “berisik” oleh penghuninya.
Sekian, semoga (tidak) bermanfaat, hehe.





