Pandeglang – Diabetes sering dianggap sebagai “ibu dari berbagai penyakit” oleh masyarakat. Meskipun tidak selalu menunjukkan gejala jelas dalam kehidupan sehari-hari, kondisi ini dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan dan kehidupan keluarga.

Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas 2023, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai sekitar 19,5 juta orang dewasa dengan usia antara 20 hingga 79 tahun. Tren peningkatan kasus diabetes di Indonesia terus meningkat dan diperkirakan akan mendekati angka yang lebih tinggi pada tahun 2045. Selain itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menunjukkan bahwa diabetes dan faktor risikonya masih menjadi masalah utama dalam bidang kesehatan. Dua data ini menggambarkan betapa besar populasi masyarakat yang hidup dengan kondisi ini atau berada dalam fase pra-diabetes.

Untuk menjawab tantangan ini, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) aktif berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kalbe, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dan Universitas Mercu Buana (UMB).

Dalam rangkaian kegiatan pengabdian tersebut, Kalbe bersama Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan UMJ memberikan edukasi tentang bahaya dan pencegahan diabetes kepada 130 kader penggerak kesehatan. Kegiatan ini diselenggarakan di Desa Kertasana, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Sabtu, 7 Februari 2026. Beberapa pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir dalam acara ini, termasuk Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, serta Bupati Lombok Timur Haerul Warisin.

“Pencegahan dan penanggulangan diabetes adalah tanggung jawab bersama. Melalui edukasi yang digelar Kalbe bersama Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan UMJ ini, menunjukkan kolaborasi yang kuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya diabetes,” ujar SFD Arie Wibowo, Assistant Manager Corporate Sustainability Kalbe.

Selain itu, Kalbe memperkenalkan ekosistem Diabetes Total Solution (DTS), sebuah sistem terpadu yang mencakup pencegahan, deteksi, dan pengobatan diabetes. Ini merupakan bentuk komitmen Kalbe dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan pengobatan diabetes.

“Kalbe juga memperkenalkan DTS dalam program ini sebagai bentuk komitmen kuat kami dalam mendukung masyarakat yang sehat melalui pencegahan dan pengobatan diabetes,” tambah Arie.

Abi Nisaka, Head of Corporate Sustainability Kalbe, menegaskan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan kesadaran akan bahaya diabetes.

“Ekosistem DTS yang dimiliki Kalbe menunjukkan keseriusan kami dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik. Dengan edukasi dan kolaborasi yang dilakukan kepada berbagai lapisan masyarakat, kami berharap dapat memperluas akses kesehatan yang sejalan dengan komitmen keberlanjutan kami, Bersama Sehatkan Bangsa,” kata Abi.

Kolaborasi antara Kalbe dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, UMJ, dan UMB dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit diabetes tampak jelas dalam kegiatan yang berlangsung di Pandeglang.

Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, menyampaikan apresiasi atas langkah baik ini dan menilai kolaborasi yang terjalin dalam program edukasi diabetes dapat diperluas ke berbagai wilayah, khususnya di Kabupaten Pandeglang.

“Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan, atas nama Pemerintah Kabupaten Pandeglang kepada Kalbe beserta UMJ dan UMB atas kegiatan edukasi kesehatan yang berlangsung di Desa Kertasana,” ujar Bupati.

Novena Ulita, S.Pd., M.Sn., Dosen UMB, menambahkan bahwa sebagai akademisi, mereka perlu membaktikan ilmu yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat luas. “Universitas Mercu Buana, bersama Kalbe, memberikan sumbangan melalui pembuatan konten edukasi diabetes agar dapat dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat,” katanya.

Prof. Dr. Andriansyah, M.Si., Ketua Program Studi Doktor Administrasi Publik UMJ, menilai pentingnya kolaborasi pengabdian masyarakat dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai kontribusi akademik guna mendukung masyarakat yang sehat.

“Apresiasi kami sampaikan kepada Kalbe atas kolaborasi yang berlangsung dalam kegiatan Tri Dharma yang berlangsung di Pandeglang. Dukungan terhadap kesehatan saya harap juga membuka mata akademisi dan praktisi khususnya dalam bidang administrasi publik, agar dapat menjadi cermin bagaimana kolaborasi dan sinergi menjadi hal yang utama dalam perumusan kebijakan yang berkeadilan bagi seluruh pihak,” tegas Andriansyah.

Selain melakukan edukasi diabetes, Kalbe bersama Pemerintah Kabupaten Pandeglang, UMJ, dan UMB juga melaksanakan penyerahan bibit pohon serta santunan kepada masyarakat tidak mampu.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version