Konsorsium Perguruan Tinggi Berikan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir di Aceh dan Sumatera Utara
Sejumlah perguruan tinggi (PTN) di Indonesia melakukan aksi kemanusiaan dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak banjir akibat badai siklon. Aksi ini dilakukan oleh Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Ketahanan Bencana, yang berfokus pada bantuan darurat bagi korban banjir di dua provinsi yaitu Aceh dan Sumatera Utara.
Konsorsium ini dipimpin oleh Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Muryanto Amin, serta Wakil Ketua Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Herman Fithra. Aksi sosial ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Kamis (29/1/2026) dan Jumat (30/1/2026), dengan lokasi penyaluran bantuan mencakup beberapa daerah seperti Kota Tanjungpura di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara; Kota Kualasimpang di Kabupaten Aceh Tamiang; serta Kecamatan Sawang dan Muarabatu di Kabupaten Aceh Utara.
Partisipasi dari Banyak Perguruan Tinggi
Aksi kemanusiaan ini melibatkan sejumlah besar perguruan tinggi negeri (PTN) yang secara langsung terjun ke lokasi bencana. Beberapa di antaranya adalah:
- Universitas Malikussaleh (Unimal)
- Universitas Indonesia (UI)
- Universitas Padjajaran (Unpad)
- Universitas Hasanuddin (Unhas)
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
- Universitas Sumatera Utara (USU)
- Universitas Negeri Gorontalo (UNG)
- Universitas Tadulako (Untad)
- Universitas Negeri Makassar (UNM)
- Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)
- Universitas Syiah Kuala (USK)
- Universitas Samudera (Unsam)
- Universitas Teuku Umar (UTU)
- Universitas Negeri Padang (UNP)
- Universitas Sebelas Maret (UNS)
- Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
- Universitas Sriwijaya (Unsri)
Bantuan yang Diberikan
Beberapa bentuk bantuan yang disalurkan dalam aksi ini meliputi pakaian sekolah, perlengkapan persiapan Ramadan, serta bantuan pengolahan air bersih. Salah satu titik penyaluran bantuan adalah di Gampong Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Di tempat ini, Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Eduart Wolok, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan wujud keprihatinan kebangsaan dari kampus-kampus di Indonesia.
“Kami yang hadir di Aceh dari perguruan tinggi yang jauh dari ujung timur Indonesia merasa tergerak, bahwa bencana ini tidak pandang suku bangsa. Kita harus berempati kepada korban banjir bandang,” kata Prof. Eduart Wolok.
Sementara itu, di Gampong Reuleut, Muarabatu, Jumat (30/1), Rektor Unimal, Prof. Herman Fithra, meresmikan bantuan pengolahan air bersih dari ITS. Ia menekankan bahwa aksi ini murni kemanusiaan tanpa motif politis.
“Para rektor dan wakil rektor dari perguruan tinggi se-Indonesia ini tergugah dengan bencana yang terlihat sangat meluas dampak kerusakannya. Ini aksi kemanusiaan tanpa motif politis. Mereka bahkan bersedia menerima calon mahasiswa Aceh dari keluarga korban dengan bantuan pendidikan dari PTN masing-masing,” tambah Herman.
Tujuan dan Harapan
Aksi kemanusiaan Konsorsium PTN Peduli Bencana ini berakhir di Aceh Utara, namun para peserta tetap menunggu aksi bantuan lain dalam konteks pemulihan pasca-bencana. Tujuan utama dari aksi ini adalah memberikan dukungan nyata kepada masyarakat yang terkena dampak banjir, baik dalam bentuk logistik maupun layanan teknis seperti pengolahan air bersih.
Dengan partisipasi dari banyak perguruan tinggi, aksi ini menjadi contoh bagaimana komunitas pendidikan dapat berkontribusi dalam upaya kemanusiaan dan ketahanan bencana.





