PANGKALPINANG — Sebanyak 100 kreator digital tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan bertajuk Waktunya STARt jadi Gen Matic (Generasi Melek Teknologi) yang diselenggarakan di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 27 Oktober 2026 ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersama dengan TikTok Shop by Tokopedia.
Pelatihan ini memiliki misi utama untuk mendongkrak kapasitas, meningkatkan kompetensi, serta mengasah profesionalisme para kreator digital lokal. Harapannya, para peserta mampu memproduksi konten-konten berkualitas tinggi sekaligus cerdas memanfaatkan ekosistem platform digital guna membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi diri mereka sendiri maupun masyarakat sekitar.
Materi Strategis dan Praktik Langsung
Dalam sesi pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi mendalam yang sangat relevan dengan perkembangan tren media sosial saat ini. Beberapa materi unggulan yang disampaikan meliputi:
- Strategi jitu meracik konten agar mampu menembus algoritma dan masuk ke halaman For You Page (FYP) para pengguna lain di platform TikTok.
- Teknik khusus dalam menghasilkan konten visual maupun audio-visual yang memiliki daya tarik tinggi untuk memikat perhatian audiens secara instan.
- Metode efektif untuk mendorong audiens agar melakukan interaksi lanjutan, termasuk mengklik tautan keranjang kuning atau memanfaatkan fitur belanja yang tersedia.
Tidak hanya berhenti pada pemberian teori di dalam ruangan, para peserta juga langsung diajak terlibat dalam sesi praktik pembuatan konten secara langsung. Mereka dibimbing mulai dari tahap konseptualisasi, proses produksi, hingga mengunggah karya tersebut ke platform digital. Tim edukasi dari pihak TikTok turut dilibatkan secara aktif untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai strategi konten serta cara-cara memonetisasi hasil karya melalui pemanfaatan platform digital secara optimal.
Menjangkau Berbagai Kalangan dan Pelaku Usaha
Program pelatihan Gen Matic ini dirancang secara inklusif untuk menyasar berbagai lapisan masyarakat. Sasaran utamanya meliputi para pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, baik mereka yang telah memiliki produk sendiri untuk dipasarkan maupun individu yang berkeinginan untuk meniti karier sebagai seorang afiliator konten.
Program ini tidak hanya eksklusif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sudah mempunyai produk fisik. Masyarakat luas yang bahkan belum memiliki produk apa pun juga diberikan kesempatan emas yang sama untuk mengikuti pelatihan ini guna mengembangkan kemampuan serta keahlian mereka sebagai kreator konten profesional ataupun afiliator.
“Program ini menyasar semua kalangan supaya bisa mendapatkan keterampilan terkait menjadi kreator konten atau afiliator sehingga bisa mendapatkan penghasilan melalui platform-platform digital, salah satunya TikTok,” ungkap Direktur Konten Digital Kementerian Ekonomi Kreatif, Yuana Rochma Astuti, saat memberikan keterangan kepada awak media usai membuka acara pelatihan tersebut.
Yuana menjelaskan lebih lanjut bahwa inisiatif Gen Matic merupakan bagian integral dari komitmen berkelanjutan pemerintah dalam memperluas pemerataan peningkatan keterampilan digital ke berbagai penjuru daerah di Indonesia. Pada tahun-tahun sebelumnya, program serupa tercatat telah sukses dilaksanakan di lebih dari 40 kota di seluruh nusantara.
Memasuki tahun 2026, cakupan dan jangkauan program ini semakin diperluas melalui pendekatan pelatihan yang dirancang lebih terfokus. Pendekatan tersebut berbasis pada subsektor ekonomi kreatif, dengan menyasar wilayah-wilayah seperti desa kreatif, pusat kegiatan ekonomi kreatif atau creative hub, hingga kota-kota besar lainnya.
Selain menggandeng platform TikTok, Kementerian Ekonomi Kreatif juga menjalin sinergi strategis dengan sejumlah platform digital terkemuka lainnya, termasuk Shopee dan LinkAja, guna memperkuat dukungan terhadap pengembangan talenta digital nasional.
“Melalui program Gen Matic, kita berharap makin banyak talenta digital yang mampu membangun personal branding, menciptakan konten berkualitas, serta mengoptimalkan platform digital sebagai sarana pengembangan usaha dan sumber penghasilan,” tambah Yuana.
Pendampingan Intensif Selama Tiga Bulan
Komitmen pemerintah dalam mencetak kreator digital yang handal tidak berhenti hanya pada saat acara pelatihan selesai. Kementerian Ekraf juga menyiapkan program pendampingan lanjutan bagi seluruh peserta selama tiga bulan penuh ke depan.
Pendampingan jangka panjang ini bertujuan untuk memantau perkembangan serta progres para peserta setelah mereka menerima materi teori dan mulai mengaplikasikannya di dunia nyata. Melalui program ini, setiap peserta akan dievaluasi perkembangannya secara berkala.
- Pemantauan kenaikan jumlah produksi konten dalam persentase tertentu.
- Evaluasi terhadap peningkatan omzet penjualan bagi yang memiliki produk atau aktif sebagai afiliator.
- Peningkatan jumlah pengikut atau followers pada akun media sosial masing-masing peserta.
Kendati demikian, keberhasilan dari program pendampingan ini sangat bergantung pada tingkat kedisiplinan dan motivasi individu peserta itu sendiri. Yuana mengingatkan bahwa seluruh ilmu yang telah diberikan akan menjadi sia-sia jika tidak dipraktikkan secara konsisten.
Proses pendampingan ini melibatkan tim gabungan dari pihak TikTok dan tim program pusat. Para peserta difasilitasi untuk mendapatkan arahan secara berkala melalui komunikasi dalam grup khusus, sesi webinar interaktif, hingga pendampingan secara personal sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan.
Solusi Alternatif Membuka Peluang Ekonomi
Lebih jauh lagi, program Gen Matic diharapkan mampu menjadi solusi alternatif dalam membantu meningkatkan taraf hidup dan pendapatan masyarakat. Hal ini dinilai sangat penting, terutama bagi mereka yang belum mendapatkan kesempatan bekerja di sektor industri formal.
Pemanfaatan platform digital kini dipandang sebagai salah satu jalan keluar yang sangat potensial untuk memperoleh penghasilan mandiri. Masyarakat yang selama ini belum memiliki pekerjaan tetap dapat memanfaatkan peluang ini secara produktif.
“Kalau mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan formal, bisa mencari uang lewat platform digital. Yang selama ini menganggur dan belum ngapa-ngapain, bisa mencari uang tanpa kerja di industri formal,” tutur Yuana memberikan dorongan semangat.
Dengan semakin banyaknya warga yang menguasai keterampilan digital dan mampu memanfaatkannya secara positif, peluang untuk mendongkrak perekonomian keluarga akan semakin terbuka lebar. Pemerintah berharap langkah ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor ekonomi kreatif nasional.
Di sisi lain, Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, turut menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pelatihan Gen Matic di wilayahnya. Kehadiran program ini dinilai sangat membantu dalam mendorong percepatan pengembangan para pelaku ekonomi kreatif di daerah, sekaligus mencetak bibit-bibit baru kreator digital yang kompetitif.
Pihak pemerintah daerah menyampaikan apresiasi yang mendalam serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Ekonomi Kreatif atas inisiatif mereka dalam menyelenggarakan rangkaian program pelatihan strategis di Kota Pangkalpinang. Dukungan nyata dari pemerintah pusat ini dinilai sebagai langkah progresif dalam memajukan sektor industri kreatif di daerah. Pelatihan semacam ini membuka peluang emas bagi para pelaku usaha lokal untuk terus mengasah kreativitas, mempertajam kemampuan berinovasi, serta memperluas jangkauan pemasaran produk mereka melalui pemanfaatan konten digital yang efektif dan tepat sasaran.
Nilai Tambah Melalui Pendampingan Jangka Panjang
Salah satu aspek paling krusial dari program ini adalah adanya sistem pendampingan berkelanjutan yang diberikan kepada para peserta. Hal ini menjadi nilai tambah yang sangat signifikan karena proses pembelajaran tidak berhenti begitu saja saat sesi tatap muka di kelas berakhir.
-
Komunikasi Intensif
Para peserta akan dimasukkan ke dalam sebuah grup eksklusif yang aktif selama tiga bulan penuh setelah pelatihan selesai.
* Konsultasi KendalaGrup ini difungsikan sebagai wadah bagi para pelaku usaha untuk berkonsultasi secara berkala mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi.
* Pengembangan KontenMelalui bimbingan para ahli, peserta dapat terus menyempurnakan strategi pembuatan maupun pengembangan konten digital mereka agar senantiasa relevan dengan tren pasar terkini.
Harapan Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi
Lebih lanjut, Saparudin mengungkapkan keyakinannya bahwa keterampilan baru yang diperoleh para peserta selama mengikuti pelatihan ini akan memberikan dampak langsung dan signifikan terhadap peningkatan volume penjualan produk ekonomi kreatif lokal. Sektor kuliner, yang menjadi salah satu pilar utama perekonomian masyarakat setempat, diprediksi akan merasakan manfaat paling besar dari penguasaan teknik pemasaran digital ini.
-
Transformasi Bisnis Kuliner
Para pelaku usaha kuliner yang selama ini memasarkan produk secara konvensional kini didorong untuk mengemas produk mereka dalam bentuk visual yang menarik di berbagai platform digital.
* Lonjakan PeminatDengan strategi konten yang tepat, jangkauan pasar produk kuliner lokal diyakini akan semakin luas, sehingga mendatangkan minat yang jauh lebih besar dari konsumen di dalam maupun luar kota.
* Kesejahteraan Pelaku UsahaPada akhirnya, akumulasi dari peningkatan kapasitas diri dan perluasan pasar ini diharapkan mampu mendongkrak taraf hidup para pelaku usaha, membawa mereka menuju tingkat kesejahteraan ekonomi yang lebih baik dan berkelanjutan di masa depan.
