Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Fitri 2026/1447H
Shalat Idul Fitri merupakan salah satu shalat sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Shalat ini dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriyah dan menjadi momen penting untuk merayakan kemenangan atas puasa Ramadhan. Selain shalat, terdapat beberapa amalan sunnah yang disarankan untuk dilakukan sebelum berangkat melaksanakan shalat Idul Fitri.
1. Mandi Sebelum Berangkat Salat
Salah satu amalan sunnah yang perlu dilakukan adalah mandi. Umat Islam dianjurkan untuk mandi terlebih dahulu sebelum berangkat salat Idul Fitri sebagai bentuk menjaga kebersihan diri dan menghormati hari raya. Mandi juga bisa menjadi cara untuk membersihkan diri secara fisik maupun spiritual.
2. Memakai Pakaian Terbaik dan Berhias
Idul Fitri menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk tampil dengan penampilan terbaik. Dianjurkan untuk memakai pakaian yang bersih, rapi, dan layak digunakan. Hal ini mencerminkan kebahagiaan di hari raya. Bagi perempuan, berhias tetap harus memperhatikan batasan syariat seperti menutup aurat dan tidak menarik perhatian laki-laki yang bukan mahram.
3. Makan Terlebih Dahulu Sebelum Berangkat
Pada hari raya Idul Fitri, umat Islam diharamkan berpuasa. Oleh karena itu, dianjurkan untuk berniat tidak berpuasa pada hari tersebut. Sebelum berangkat salat Id, Rasulullah SAW biasanya makan kurma terlebih dahulu dengan jumlah ganjil, seperti tiga, lima, atau tujuh butir. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Imam Ahmad dan Bukhari.
4. Memperbanyak Takbir
Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, dan tasbih sejak malam hingga sebelum salat Id dimulai. Takbir Idul Fitri dianjurkan sejak malam terakhir Ramadan hingga pagi 1 Syawal. Ada dua jenis takbir, yaitu takbir muqayyad yang dibaca setelah salat dan takbir mursal yang dapat dibaca kapan saja.
5. Berangkat Menuju Tempat Salat Idul Fitri
Disunahkan untuk berangkat menuju tempat salat Id dengan penuh kegembiraan. Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat Id bersama keluarga dan para sahabat. Beliau juga mencontohkan mengambil rute jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat salat.
6. Shalat Id di Lapangan
Dalam hadis sahih riwayat Imam Al Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW keluar pada hari Idul Fitri dan Adha ke mushala. Yang pertama kali dilakukan adalah shalat. Mushala dalam konteks ini merujuk pada tanah lapang yang letaknya berada di pintu masuk Madinah sebelah timur.
7. Mengajak Semua Keluarga ke Tempat Shalat Id
Nabi Muhammad SAW mengajak semua keluarganya ke tanah lapang tempat pelaksanaan shalat Id. Hal ini menunjukkan pentingnya kebersamaan dan kegembiraan dalam merayakan hari raya.
8. Jalan Kaki Menuju Tempat Shalat Id
Salah satu kebiasaan Nabi Muhammad SAW saat menuju ke tempat shalat Id adalah berjalan kaki. Hal ini mencerminkan kebersahajaan dan kegembiraan dalam menjalani ibadah.
Tata Cara Shalat Idul Fitri
Shalat Idul Fitri merupakan salat sunnah dua rakaat yang dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid maupun di rumah. Berikut tata caranya:
1. Niat sebagai Imam
Ushallī sunnatan li‘īdil fiṭri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
2. Niat sebagai Makmum
Ushallī sunnatan li‘īdil fiṭri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
3. Niat Salat Sendiri
Ushallī sunnatan li‘īdil fiṭri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Setelah niat, dilanjutkan dengan takbiratul ihram, doa iftitah, dan tujuh kali takbir tambahan sebelum membaca Al-Fatihah dan surat Al-A’la. Pada rakaat kedua dilakukan lima kali takbir tambahan sebelum membaca Al-Fatihah dan surat Al-Ghasyiyah. Setelah salat selesai, dianjurkan menyampaikan dua khutbah Idul Fitri.





