Asia dan Afrika di Piala Dunia: Sejarah dan Pertemuan yang Bersejarah
Piala Dunia telah menjadi panggung bagi berbagai negara dari seluruh dunia, termasuk benua Asia dan Afrika. Dalam abad ke-21, hanya dua benua tersebut yang mampu melahirkan tim-tim yang mencapai babak semifinal. Korea Selatan menjadi salah satu contohnya setelah berhasil masuk empat besar pada Piala Dunia 2002 yang digelar di Korea dan Jepang. Sementara itu, Maroko mencatatkan sejarah dengan memasuki babak semifinal dalam Piala Dunia 2022 di Qatar.
Selain dua negara ini, satu-satunya tim di luar Eropa dan Amerika Selatan yang pernah mencapai semifinal adalah Amerika Serikat pada Piala Dunia 1930 di Uruguay. Saat itu, juara grup langsung melaju ke babak empat besar. Namun, sejak saat itu, tidak ada lagi tim non-Eropa dan non-Amerika Selatan yang mampu mengulangi pencapaian serupa hingga kini.
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat dipastikan akan menjadi ajang pertemuan terbanyak antara wakil AFC (Asia) dan CAF (Afrika) dalam sejarah. Beberapa laga menarik sudah dijadwalkan, seperti:
- Di Meksiko, Korea Selatan akan menghadapi Afrika Selatan di Monterrey pada laga terakhir Grup A.
- Tunisia akan bertemu Jepang di kota yang sama dalam Grup F.
- Di Amerika Serikat, Iran akan berhadapan dengan Mesir di Seattle (Grup G).
- Tanjung Verde akan menghadapi Arab Saudi di Houston (Grup H).
- Yordania akan melawan Aljazair di San Francisco Bay Area (Grup J).
Potensi duel tambahan antara wakil Asia dan Afrika masih terbuka, bergantung pada hasil play-off bulan depan. Dengan kurang dari empat bulan menuju kick-off, terdapat lima laga klasik antara tim Asia dan Afrika dalam sejarah putaran final Piala Dunia.
Laga-Laga Bersejarah Antara Asia dan Afrika
Afrika Selatan 2-2 Arab Saudi | Prancis 1998
Pertemuan perdana antara Asia dan Afrika di putaran final terjadi pada fase Grup C Piala Dunia 1998 di Prancis. Arab Saudi datang dengan reputasi bagus setelah menembus 16 besar pada 1994, tetapi tersingkir sebelum laga ini akibat dua kekalahan beruntun. Afrika Selatan membuka keunggulan lewat penalti Shaun Bartlett pada menit ke-18. Arab Saudi membalas melalui dua penalti, masing-masing dicetak Sami Al-Jaber dan Yousuf Al-Thunayan. Bartlett kemudian mencetak gol keduanya pada masa injury time untuk memastikan skor akhir 2-2.
Menariknya, pelatih Afrika Selatan Philippe Troussier kelak menjadi sosok penting di Jepang, membawa mereka menjuarai Piala Asia 2000 dan lolos ke 16 besar Piala Dunia 2002.
Tunisia 0-2 Jepang | Korea/Jepang 2002
Jepang memastikan langkah ke babak 16 besar untuk pertama kalinya setelah menundukkan Tunisia 2-0 di Osaka. Hiroaki Morishima membuka skor pada awal babak kedua sebelum Hidetoshi Nakata menggandakan keunggulan lewat sundulan. Kemenangan ini menjadi catatan penting karena merupakan kemenangan pertama tim Asia atas wakil Afrika di putaran final Piala Dunia.
Korea Selatan 2-1 Togo | Jerman 2006
Datang dengan ekspektasi tinggi usai menembus semifinal 2002, Korea Selatan sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Mohamed Kader. Namun, masuknya Ahn Jung-hwan mengubah jalannya laga. Lee Chun-soo menyamakan skor melalui tendangan bebas, sebelum Ahn memastikan kemenangan 2-1. Itu menjadi kemenangan pertama Korea Selatan di Piala Dunia yang digelar di luar kandang sendiri.
Ghana 1-1 Australia | Afrika Selatan 2010
Langkah impresif Ghana di Piala Dunia 2010 tidak lepas dari hasil imbang melawan Australia. Sempat tertinggal lewat gol Brett Holman, Ghana menyamakan kedudukan melalui penalti Asamoah Gyan setelah Harry Kewell dianggap melakukan handball dan diganjar kartu merah. Hasil tersebut membantu Ghana melaju ke 16 besar dan kemudian mencapai perempat final, pencapaian terbaik Afrika sejak 2002.
Korea Selatan 2-4 Aljazair | Brasil 2014
Aljazair mencatat sejarah dengan kemenangan 4-2 atas Korea Selatan di fase grup Piala Dunia 2014. Tiga gol cepat pada babak pertama membuka jalan menuju kemenangan penting yang membawa mereka ke 16 besar untuk pertama kalinya. Islam Slimani, Rafik Halliche, dan Abdelmoumene Djabou mencetak gol dalam 38 menit pertama. Son Heung-min sempat memperkecil ketertinggalan, tetapi Yacine Brahimi memastikan dominasi Aljazair sebelum laga berakhir 4-2. Kemenangan tersebut menjadi tonggak penting bagi sepak bola Aljazair di kancah dunia.





