Perjalanan 100 Penampilan Ernando Ari di Bawah Mistar Gawang Persebaya Surabaya
Bagi Ernando Ari, angka 100 di bawah mistar gawang Persebaya Surabaya bukan sekadar catatan statistik. Angka tersebut menjadi perjalanan penuh makna, momen berkesan, hingga target besar untuk membawa Bajol Ijo juara Super League.
Sejak menjalani debutnya bersama Persebaya melawan Borneo FC pada musim 2021/2022, Ernando Ari terus berkembang menjadi sosok tak tergantikan di bawah mistar gawang. Dari awalnya hanya seorang pemain akademi hingga bisa menjalani debut profesional, ia telah melewati banyak hal yang membuatnya semakin kuat dan percaya diri.
Bahkan mencapai 100 laga bersama Persebaya adalah sesuatu yang tidak pernah terbayangkan olehnya. Untuk itu, angka 100 ini bukan hanya catatan statistik saja, tetapi juga hasil dari kerja keras, kesabaran, serta kepercayaan yang terus ia jaga agar bisa membantu Persebaya tetap tampil kokoh.
“Saya sangat bahagia dan bangga bisa mencatatkan 100 penampilan bersama Persebaya,” ujarnya.
“Ini bukan perjalanan yang singkat, dan saya sangat bersyukur bisa terus dipercaya serta membantu tim sejauh ini.”
Setelah resmi menyentuh penampilan ke-100 bersama Persebaya, ia pun membuka memori tentang perjalanan emosionalnya bersama tim asal Kota Pahlawan ini. Tumbuh dari rahim kompetisi internal hingga menjadi tembok terakhir tim senior Bajol Ijo, tentu memiliki momen berkesan.
Ia tak akan melupakan momen debutnya bersama Persebaya saat melawan Borneo FC pada musim 2021/2022 lalu. Setelah menjalani debutnya bersama tim kebanggaan Bonek, Ernando Ari terus berusaha memberikan yang terbaik. Hingga ia pun memiliki momen paling berkesan selama membela Persebaya.
Kiper berlabel Timnas Indonesia itu mengatakan ada momen yang membuatnya tak pernah lupa dan menjadikan momen paling berkesan. Ternyata, momen tak terlupakan Ernando Ari bukan saat ia benar-benar memperbaiki dislokasi bahunya sendiri tepat saat Persebaya lawan PSM Makassar pada 28 Oktober 2024 lalu yang sempat viral. Namun, momen paling gila yang tak terlupakan adalah saat Persebaya menghadapi rival abadinya yakni Arema FC pada pekan ke-33 Liga 1 2022/2023, di Stadion PTIK, Jakarta.
Laga tersebut berlangsung dengan intensitas tinggi. Bahkan saat Persebaya sempat unggul 1-0 lewat gol Muhammad Iqbal. Kemenangan di depan mata tersebut hampir sirna karena Arema FC mendapat hadiah penalti. Akan tetapi, kiper asal Semarang tersebut menunjukkan penampilan yang luar biasa dan berhasil menepis penalti tersebut. Tepisan itu membuat Persebaya berhasil meraih kemenangan dan itu menjadikan momen tak terlupakan dalam kariernya bersama Persebaya hingga penampilan ke-100 ini.
“Kalau bicara momen yang paling berkesan, tentu saat saya menepis penalti Arema di Jakarta,” kata Ernando Ari.
“Itu momen yang sangat krusial dan itu jadi kenangan yang sangat berarti bagi saya pribadi.”
Menurutnya, tak mudah bisa tampil konsisten hingga mencatatkan 100 penampilan bersama tim. Ia mengakui bahwa sebagai penjaga gawang kesalahan kecil bisa saja terjadi dan itu bisa fatal. Oleh karena itu, ia mengaku selalu bekerja keras dan ingin konsisten bersama Persebaya.
Untuk itu, ia mengaku selalu berusaha menjaga kondisinya dengan baik agar bisa membantu dengan maksimal di setiap laga. “Sebagai penjaga gawang, konsistensi adalah kunci. Intinya adalah menjawab kepercayaan pelatih dengan kerja keras, baik di latihan maupun di pertandingan.”
“Konsisten saat latihan, konsisten di luar lapangan, menjaga kondisi tubuh dan kebugaran. Dari situ, kepercayaan itu bisa terus saya balas, apalagi pelatih juga selalu memberi saran dan arahan agar saya bisa tampil lebih baik dan terus dipercaya di laga-laga berikutnya.”
Setelah mencatatkan 100 penampilan bersama Persebaya, tentu saja ia masih memiliki ambisi besar yang belum terwujud. Ernando Ari mengungkapkan bahwa ia tentu punya target bersama klub yang membesarkan namanya. Ia ingin bisa membawa Persebaya keluar sebagai juara Super League.
Perjalanan dari akademi hingga bisa membawa Persebaya sejauh ini, tentu saja ingin membuatnya bisa bawa tim kebanggaan ini berjaya. Walaupun dalam beberapa tahun terakhir Persebaya memang selalu bersaing di papan atas klasemen. Namun, itu saja tentu belum puas, sehingga ia punya ambisi bawa Persebaya juara nantinya.
“Target saya tentu ingin membawa Persebaya menjadi juara,” tutur Ernando Ari.
“Secara pribadi, ambisi saya adalah selalu tampil maksimal di setiap pertandingan dan memberikan kontribusi terbaik demi membawa Persebaya meraih gelar.”





