Hari Tasyrik dan Larangan Berpuasa
Hari Tasyrik merupakan tiga hari istimewa dalam Islam yang jatuh setelah Hari Raya Idul Adha, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah. Setelah merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah atau Rabu, 27 Mei 2026, umat Islam akan menjalani hari Tasyrik mulai besok.
Pada hari Tasyrik, para jamaah yang menunaikan haji sedang berada di Mina untuk melempar jumrah. Sementara itu, umat Islam yang tidak sedang haji dapat melaksanakan amalan seperti menyembelih hewan kurban terbaik mereka. Namun, ada beberapa larangan yang harus diperhatikan saat hari Tasyrik, salah satunya adalah larangan berpuasa.
Larangan Berpuasa di Hari Tasyrik
Umat Islam dilarang berpuasa pada Hari Tasyrik, baik puasa sunnah maupun wajib, kecuali bagi yang tidak mendapatkan hewan kurban saat menunaikan haji. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW:
“Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan qurban ketika menunaikan haji.” (HR. Bukhari, no. 1859).
Karena hari tasyrik merupakan hari makan dan minum, maka diharamkan untuk berpuasa. Dari riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah mengutus Abdullah bin Hudzaifah untuk mengelilingi Kota Mina dan menyampaikan: “Janganlah kamu berpuasa pada hari ini (tasyrik) karena ia merupakan hari makan, minum, dan berdzikir pada Allah.”
Amalan yang Bisa Dilakukan Saat Hari Tasyrik
Ada beberapa amalan yang bisa dilakukan oleh umat Muslim saat hari Tasyrik, antara lain:
-
Menyembelih Hewan Kurban
Melaksanakan amalan sunnah untuk berkurban terutama bagi umat Islam yang mampu. Dengan berkurban, juga akan berbagi kenikmatan kepada orang-orang disekitarnya berupa hidangan istimewa dari hewan sembelihan. Terdapat beberapa ketentuan memilih hewan kurban, seperti berkualitas baik, berisi, tidak sakit, tidak cacat, cukup umur dan sebagainya. -
Menikmati Hidangan Makan dan Minum
Setiap umat muslim diwajibkan menikmati makan dan minum memasuki hari tasyrik. Makan dan minum pada hari tasyrik menjadi bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Hari-hari tasyrik adalah hari menikmati makanan dan minuman.” -
Berdzikir dan Bertakbir
Dalil keutamaan untuk bertakbir pada hari raya hingga tiga hari tasyrik bersumber dari Al-quran dan Hadits nabi Muhammad SAW. Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman: “Dan berdzikirlah dengan menyebut nama Allah pada hari yang berbilang.” (QS. Al baqarah: 203). Zikir sebagai cara manusia untuk selalu mengingat Allah SWT. Saat hari tasyrik, zikir dilantunkan pada saat takbiran, membaca tasmiyah (bismillah, dan takbir saat memotong hewan kurban. -
Membaca Doa Terutama Doa Sapu Jagad
Amalan Hari tasyrik berikutnya yakni berdoa. Adapun doa yang banyak dipanjatkan Nabi SAW saat melakukan wuquf dan hari tasyrik yakni: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (Al-Baqarah: 201). Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu memanjatkan doa sapu jagad tersebut.



