Kemenangan Telak Como 1907 atas Lazio di Tangan Cesc Fabregas
Cesc Fabregas kembali menunjukkan kemampuannya sebagai pelatih muda yang menjanjikan dengan membawa Como 1907 mengalahkan Lazio dengan skor 3-0 dalam pertandingan pekan ke-21 Liga Italia 2025–2026. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa I Lariani, julukan Como, telah bangkit setelah sebelumnya mengalami dua laga tanpa kemenangan.
Pertandingan berlangsung di Stadion Olimpico, tempat Lazio bertindak sebagai tuan rumah. Namun, tim tamu justru tampil lebih agresif dan efektif sejak awal pertandingan. Dengan strategi yang terorganisir dan permainan yang klinis, Como berhasil mencuri keunggulan cepat dan mempertahankannya hingga akhir laga.
Gol-gol yang Membuat Sejarah
Gol pertama Como dicetak oleh Martin Baturina pada menit ke-2. Umpan dari Alex Valle di dalam kotak penalti berhasil dimanfaatkan oleh Baturina dengan tendangan melengkung yang mengelabui kiper Ivan Provedel. Ini menjadi awal yang baik bagi tim tamu.
Tidak berhenti sampai di situ, Nico Paz memperkuat keunggulan Como pada menit ke-24. Gol ini tercipta setelah kemelut di depan gawang yang dimanfaatkan oleh pemain muda tersebut. Meskipun sempat gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-35, kinerja Paz tetap impresif.
Di babak kedua, pengaruh Fabregas semakin terasa. Pada menit ke-49, Paz mencatatkan gol ketiganya dalam pertandingan ini dengan tendangan jarak jauh yang indah. Gol ini mengunci kemenangan Como 3-0 atas Lazio.
Perjalanan Tim Sebelum Pertandingan
Sebelum pertandingan ini, Como menghadapi dua laga tanpa kemenangan. Mereka hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 kontra Bologna dan kalah 1-3 dari AC Milan. Namun, di bawah arahan Fabregas, I Lariani menunjukkan perubahan besar dalam performa mereka.
Lazio, yang dilatih oleh Maurizio Sarri, juga tidak bisa memberikan perlawanan yang signifikan. Meski memiliki reputasi sebagai pelatih berpengalaman, Sarri gagal mengimbangi strategi yang diterapkan oleh Fabregas.
Duel Guru dan Murid
Pertandingan ini juga menjadi momen spesial karena melibatkan duel antara guru dan murid. Fabregas pernah menjadi asisten pelatih Sarri di masa lalu. Kali ini, ia kembali membuktikan bahwa ia mampu mengalahkan mantan gurunya di lapangan hijau.
Selain itu, laga ini turut diwarnai emosi setelah presiden Fiorentina, Rocco Commisso, meninggal dunia di usia ke-76 tahun. Hal ini membuat suasana pertandingan terasa lebih serius dan penuh rasa hormat.
Susunan Pemain dan Performa Tim
Susunan pemain Lazio dan Como menunjukkan perbedaan strategi yang diterapkan oleh kedua pelatih. Lazio tampil dengan formasi 4-3-3, sementara Como menggunakan formasi 4-2-3-1. Performa tim tamu terlihat lebih stabil dan efisien.
Beberapa pemain kunci seperti Martin Baturina dan Nico Paz tampil gemilang, sementara kiper Jean Butez juga menunjukkan penampilan yang solid. Di sisi lain, Lazio kesulitan mengembangkan permainan mereka dan sering terjebak dalam tekanan dari Como.
Hasil Akhir
Hingga pertandingan berakhir, Como berhasil mempertahankan keunggulan 3-0 atas Lazio. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Fabregas mampu memimpin timnya menuju kemenangan penting di Serie A. Dengan hasil ini, I Lariani kembali menunjukkan potensi mereka sebagai tim yang layak diperhitungkan.
Daftar Pemain
Berikut adalah susunan pemain untuk kedua tim:
Lazio (4-3-3)
94-Ivan Provedel; 77-Adam Marusic, 34-Mario Gila, 13-Alessio Romagnoli, 3-Luca Pellegrini; 21-Reda Belahyane, 32-Danilo Cataldi, 24-Kenneth Taylor; 10-Mattia Zacagni, 20-Petar Ratkov, 22-Matteo Cancellieri
Pelatih: Maurizio Sarri
Como (4-2-3-1)
1-Jean Butez; 28-Ivan Smolcic, 14-Jacobo Ramon, 34-Diego Carlos, 3-Alex Valle; 23-Maximo Perrone, 6-Maxence Caqueret; 33-Lucas Da Cunha, 10-Nico Paz, 20-Martin Baturina; 17-Jesus Rodriguez
Pelatih: Cesc Fabregas





