Fasilitas Air Minum Gratis di Kota-Kota Besar Swiss

Di tengah cuaca yang semakin panas, akses terhadap air minum layak konsumsi menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Di kota-kota besar Indonesia, hal ini masih menjadi tantangan, namun di negara-negara seperti Swiss, fasilitas ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dalam kunjungan memperingati 75 tahun hubungan bilateral Republik Indonesia dan Swiss, tim KG Media berkesempatan melihat langsung berbagai fasilitas layanan publik di sejumlah kota.

Fasilitas Air Minum Umum yang Mudah Ditemui

Fasilitas air minum gratis di kota-kota besar Swiss sangat mudah ditemui. Di Lausanne, misalnya, warga dan wisatawan dapat dengan mudah menemukan air pancuran di tepi Danau Geneva. Di samping ikon tulisan Lausanne sepanjang delapan meter, ada juga air pancuran yang bisa langsung diminum. Tak jauh dari lokasi tersebut, sekitar 200 meter menuju jalan raya juga tersedia satu lagi air pancuran.

Di Zurich, Erwin, warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di sana, memperlihatkan salah satu ciri khas kota-kota Swiss, yakni air pancuran umum yang layak dikonsumsi langsung. “Di setiap kota ada fasilitas ini. Sangat bermanfaat saat cuaca panas,” ujar Erwin.

Kualitas Air yang Sangat Tinggi

Menengok fasilitas air minum publik di Swiss memberikan gambaran bagaimana pengelolaan sumber daya air yang baik mampu menghadirkan layanan sederhana namun berdampak besar bagi kualitas hidup warga. Di tengah musim panas dengan suhu yang mencapai lebih dari 30 derajat Celsius, keberadaan air minum gratis di ruang publik menjadi kebutuhan yang mudah dipenuhi oleh siapa saja.

“Yang penting tidak ada keterangan air tidak layak minum. Sepanjang tidak ada keterangan apapun, semua air di pancuran bisa diminum,” ujar Masha, WNI yang ditemui di Kota Bern, Swiss.

Lokasi Pancuran di Berbagai Sudut Kota

Di Kota Bern, Infomalangraya.net mencoba minum air pancuran di kawasan kota lama Kramgasse Bern. Lokasi air pancuran berada tepat di tengah jalanan kota tua kawasan itu. Wisatawan yang berjalan dari menara jam Zytglogge ke 150 meter arah timur menuju Einstein House akan tampak pancuran air minum di tengah jalan.

Di tengah cuaca musim panas menjelang akhir Juni 2026, suhu udara di sejumlah kota Swiss dapat menyentuh 35 derajat Celsius pada siang hari. Pantauan Infomalangraya.net, Rabu (25/6/2026), suhu udara di Lausanne bergerak dari 23 hingga 31 derajat Celsius. Adapun suhu udara di Bern berkisar antara 20 hingga 34 derajat Celsius.

Bandingkan dengan suhu udara Jakarta sekitar 21-31 derajat Celsius pada hari yang sama. Sementara suhu udara di Surabaya, Kamis (26/6/2026), diperkirakan berada di kisaran 26-32 derajat Celsius.

Sumber Air yang Bersih dan Aman

Informasi dari Federal Food Safety and Veterinary Office (FSVO) Swiss menyebutkan bahwa air yang didistribusikan di negara itu memenuhi standar kualitas yang sangat tinggi. Sekitar 80 persen pasokan air minum Swiss berasal dari sumber air bawah tanah (groundwater), sementara sisanya berasal dari danau-danau yang tersebar di seluruh negeri.

Berkat penetapan kawasan perlindungan air tanah yang ketat, sekitar setengah dari pasokan air tersebut bahkan dapat didistribusikan kepada masyarakat tanpa perlu melalui proses pengolahan tambahan. Airnya dapat diminum langsung dari keran tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

Keuntungan Lingkungan dari Penggunaan Air Keran

Lembaga riset air Swiss, Eawag, menyebut air minum di Swiss termasuk yang paling bersih di dunia. Kualitas air juga diawasi secara berkala melalui pengujian mikrobiologi dan kandungan kimia oleh otoritas terkait.

Tak hanya aman dikonsumsi, air keran Swiss juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan air minum dalam kemasan. Penggunaan air keran membantu mengurangi konsumsi plastik sekali pakai serta emisi karbon yang timbul dari proses produksi dan distribusi air kemasan.

Budaya Akses Air Bersih yang Menjadi Kebiasaan

Karena itu, banyak wisatawan yang membawa botol minum isi ulang selama berkeliling kota. Cukup mendatangi salah satu pancuran umum yang tersebar di berbagai sudut kota, mereka dapat mengisi ulang persediaan air minum secara gratis. Anda yang berada di Swiss tak perlu membeli air mineral di toko swalayan bila berada di dekat area air pancuran.

Bagi masyarakat Swiss, keberadaan air minum publik bukan sekadar fasilitas, melainkan bagian dari budaya pelayanan publik yang menempatkan akses terhadap air bersih sebagai kebutuhan dasar yang harus tersedia bagi semua orang. Di banyak kota, hampir seluruh pancuran umum dapat digunakan untuk minum kecuali terdapat penanda khusus yang menyatakan sebaliknya.

Kesimpulan

Pengalaman Infomalangraya.net meneguk air langsung dari pancuran di Zurich, Lausanne, Bern, maupun Basel menjadi bukti nyata bagaimana pengelolaan sumber daya air yang baik mampu menghadirkan layanan publik sederhana, tetapi sangat bermanfaat bagi warga dan wisatawan. Dengan sistem yang terencana dan terawasi dengan baik, air minum gratis di kota-kota besar Swiss menjadi contoh yang patut ditiru oleh negara lain, termasuk Indonesia.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version