Program Kecakapan Wirausaha 2026: Membekali Pemuda DIY dengan Keterampilan dan Kesempatan Usaha
Sebanyak 25 pemuda dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah lulus dari Program Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 yang diselenggarakan oleh LKP Budi Mulia Dua Culinary School. Program ini bertujuan untuk menekan angka pengangguran dengan memberikan pelatihan kewirausahaan kepada para peserta.
Selama tiga bulan atau setara 350 jam pelajaran, peserta dibekali berbagai keterampilan mulai dari memasak hingga manajemen bisnis. Pelatihan ini juga mencakup pemasaran digital serta strategi pengelolaan keuangan. Tujuannya adalah agar peserta mampu menjalankan usaha secara mandiri dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja baru.
Keterampilan yang Diberikan dalam PKW 2026
Peserta diberikan kesempatan untuk mempelajari berbagai keterampilan dasar memasak, termasuk teknis olahan makanan dan street food. Selain itu, mereka juga diajarkan tentang manajemen usaha, pengelolaan keuangan, serta pemanfaatan media sosial dan marketplace. Setiap materi diajarkan dua kali agar benar-benar dikuasai oleh peserta.
“Sangat bermanfaat, waktu itu saya bingung mau kerja apa, lalu diberi brosur tentang program ini. Akhirnya saya daftar dan ternyata kami diajari banyak hal,” ujar Mahardika, salah satu peserta PKW 2026 yang berasal dari Mejing, Kabupaten Sleman.
Pendampingan dan Monitoring untuk Keberlanjutan Usaha
Pemkab Sleman dan LKP Budi Mulia Dua Culinary School siap memberikan pendampingan serta pemantauan selama satu tahun bagi para lulusan PKW 2026. Tujuan dari pendampingan ini adalah agar usaha yang dirintis oleh peserta dapat berkembang dan membuka lapangan kerja baru.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Sutiasih, menyambut baik lahirnya wirausahawan muda melalui PKW 2026. Ia berharap para lulusan tidak kembali masuk ke dalam basis data pencari kerja, tetapi berkembang menjadi pelaku usaha yang mampu membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
“Harapannya teman-teman bisa menjadi orang yang merekrut pekerja di sekelilingnya. Seperti alumni sebelumnya yang kini sudah punya beberapa outlet dan mempekerjakan belasan karyawan. Semua butuh proses dan tidak boleh berhenti. Jika ada kendala, kami dari dinas siap memberikan pendampingan,” tutur Sutiasih.
Bantuan Peralatan Usaha sebagai Stimulan
Selain keterampilan dan pengetahuan usaha, 25 peserta juga mendapatkan stimulan berupa paket peralatan usaha sesuai bidang yang dipilih. Bantuan tersebut mencakup booth, mesin chopper, oven, mixer, hingga berbagai perlengkapan pendukung lainnya.
Ani Syafaatun, pimpinan LKP Budi Mulia Dua Culinary School, menegaskan bahwa peralatan yang diberikan sebagai modal awal tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dan tidak boleh diperjualbelikan. Dukungan ini diharapkan membantu lulusan memulai usaha sesuai keterampilan yang telah mereka dapatkan selama mengikuti PKW 2026.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Program
Penilik PAUD dan Dikmas Sleman, Budi Raharjo, turut mengapresiasi penyelenggaraan PKW 2026. Ia menilai pelatihan kewirausahaan tersebut menjadi pijakan awal untuk membentuk mentalitas usaha generasi muda.
“Pembekalan selama tiga bulan ini adalah titik awal menuju kesuksesan. Fasilitas dan stimulan yang diberikan negara berasal dari uang rakyat, sehingga harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dukungan orang tua juga sangat penting agar tujuan program pemerintah ini benar-benar berdampak nyata dan berkelanjutan,” kata Budi.
Peserta yang Terlibat dalam Program
Ani menuturkan, para peserta pelatihan merupakan anak-anak yang putus sekolah, tidak melanjutkan sekolah, atau ada yang tidak bekerja. Anak-anak tersebut direkrut, diseleksi, dan diberi materi kewirausahaan. Konsentrasi diberikan selama program terutama pada street food dan teknis olahan makanan.
Setelah lulus, peserta tidak dilepas begitu saja. Selama satu tahun ke depan akan ada pemantauan dari instruktur yang mendampingi pengembangan usaha mereka. Hal ini dilakukan agar usaha yang dirintis oleh peserta dapat berkembang dan berkontribusi positif terhadap ekonomi lokal.
