KPK Mulai Aktif Mengusut Kasus Korupsi di Tingkat Daerah
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini mulai menunjukkan keaktifannya dalam mengungkap kasus korupsi yang melibatkan pejabat setingkat kepala daerah. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Mahfud MD, memberikan apresiasi terhadap langkah KPK ini.
KPK Mulai Aktif Menangani Kasus di Tingkat Daerah
Dalam beberapa waktu terakhir, KPK telah melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi yang dilakukan oleh Bupati Pati periode 2025–2030, Sudewo. Kasus ini diduga terkait pemerasan dalam proses pengisian jabatan perangkat desa atau jual-beli jabatan. Selain itu, KPK juga menetapkan Wali Kota Madiun, Maidi, sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi yang melibatkan pemerasan dana CSR, fee proyek, serta gratifikasi selama masa jabatannya.
Mahfud MD menyampaikan bahwa KPK kini mulai aktif merambah ke Liga Dua setelah sebelumnya fokus pada kasus-kasus di tingkat kementerian. Ia menilai hal ini merupakan kemajuan yang signifikan karena KPK berani mengusut kasus-kasus besar tanpa takut dengan tekanan eksternal.
Penjelasan tentang Operasi Tangkap Tangan (OTT)
Menurut Mahfud, OTT (operasi tangkap tangan) adalah metode yang digunakan KPK untuk menangkap pelaku korupsi saat sedang melakukan tindak pidana atau sesaat setelah terjadi. Dalam beberapa kasus, OTT bisa dilakukan meski waktu sudah lewat, asalkan ada saksi yang sangat menguatkan.
“OTT itu artinya tangkap tangan ketika sedang melakukan tindak pidana atau sesaat sesudah terjadi tindak pidana,” jelas Mahfud.
Ia juga menjelaskan bahwa operasi seperti ini tidak mudah dilakukan karena membutuhkan persiapan yang matang dan keberanian dari pihak KPK.
Harapan Mahfud MD kepada KPK
Mahfud berharap KPK terus aktif mengusut kasus-kasus yang melibatkan pejabat setingkat provinsi. Ia menilai bahwa KPK kini sudah mulai masuk ke Liga Dua, yaitu kasus-kasus di tingkat daerah. Menurutnya, ini merupakan prestasi yang bagus karena banyak masyarakat yang mengeluh tentang adanya tindak pidana di lingkungan pemerintahan daerah.
“Kita anggap KPK ini bagus ke Liga Utama sudah mulai masuk yaitu ke Kemenag sudah disentuh lalu yang di daerah-daerah ini dicari terus dan menurut saya bagus karena hampir semua keluhan ya banyaklah, sangat banyak keluhan bahwa di pemerintahan daerah terjadi hal-hal seperti itu.”
Penghormatan kepada Presiden Prabowo Subianto
Selain mengapresiasi KPK, Mahfud MD juga menaruh rasa hormat kepada Presiden Prabowo Subianto karena tidak mengintervensi perkara ini. Meskipun Bupati Pati Sudewo adalah kader dari Partai Gerindra, partai yang di bawah naungan Prabowo, presiden tersebut tidak memberikan perlindungan kepada kadernya.
“Yang kedua, saya juga hormat kepada pemerintah. Kenapa? Karena tidak mengintervensi.”
Menurut Mahfud, biasanya partai melindungi pelaku korupsi, tetapi kali ini Prabowo terlihat tidak melindungi kadernya. Hal ini justru membawa dampak positif bagi Partai Gerindra, terutama dalam mencari kembali simpati rakyat.
“Kalau mau dilindungi kan gampang aja Presiden, halangi (OTT terhadap kader) tapi oleh Presiden biarin saja dan bagi saya itu akan lebih bagus bagi Gerindra.”
Harapan Mahfud MD kepada Prabowo
Mahfud berharap Prabowo terus bersikap terbuka seperti ini, meskipun anak buahnya yang harus ditersangkakan. Ia menilai bahwa sikap Presiden ini akan memberikan contoh yang baik bagi pemerintahan dan partai politik lainnya.
“Saya juga hormatlah pada Gerindra tidak ikut campur, Presiden juga tidak marah-marah ada bupatinya ditangkap dan dalam situasi begini. Biarin saja meskipun Bupati Madiun, Bupati Pati itu orang Gerindra, ambil saja gitu kalau memang korupsi.”





