Peran Maia Estianty dalam Mengungkap Dampak Dendam pada Perselingkuhan
Pernyataan Maia Estianty yang sempat viral tentang korban selingkuh bisa berubah menjadi pelaku, kembali mencuri perhatian publik. Pernyataan ini muncul saat Maia sedang berbincang dengan kreator konten Wardatina Mawa di kanal YouTube MAIA AL EL DUL TV pada 6 Desember 2025. Dalam sesi wawancara tersebut, Mawa membagikan cerita pribadinya tentang suaminya, Insanul Fahmi, yang diketahui menikahi siri selebgram Inara Rusli pada 7 Agustus 2025.
Di tengah percakapan, Maia menyentil soal kemungkinan seorang korban perselingkuhan bisa berubah menjadi pelaku karena masih menyimpan dendam. Ia menjelaskan bahwa rasa sakit dan kekecewaan yang terus-menerus bisa memicu seseorang untuk melakukan tindakan yang tidak seharusnya, seperti menjadi pelakor atau perebut pasangan orang lain.
Potongan video Maia yang awalnya tidak viral kembali mendapat perhatian setelah diunggah ulang oleh Mawa melalui Instagram Story-nya, @wardatinamawa, pada Minggu (11/1/2026). Dalam video tersebut, Maia mengatakan:
“Kadang-kadang sebagai perempuan yang disakiti karena diduakan, begitu dia lepas atau bercerai dari suaminya kemudian dia menjadi pelakunya, menjadi pelakornya.”
Maia juga menuding bahwa ada dendam yang belum terselesaikan dari masa lalu, yang akhirnya membuat seseorang membalaskan dendam kepada wanita lain. Ia menambahkan:
“Karena ada dendam yang tidak sadar nih, ada kesakitan hati terus dia berbalik menjadi pelaku. Itu banyak seperti itu terjadi.”
Mawa, yang duduk di sebelah Maia, ikut menyampaikan pendapatnya. Ia tampak menyindir Inara Rusli, istri siri Insan. Mawa menyarankan agar Inara lebih dulu menyembuhkan lukanya sebelum kembali masuk ke dalam rumah tangga orang lain. Menurutnya, Inara belum sepenuhnya sembuh dari luka masa lalunya, terutama setelah ia membongkar dugaan perselingkuhan Virgoun pada 2023.
“Ini harusnya sembuhin dulu lukanya sebelum dia mau masuk ke dalam rumah tangga orang. Dan aku ngerasa dia (Inara) belum sembuh dengan luka itu. Makanya memberikan luka pada perempuan lain,” ujarnya.
Mawa juga mengingatkan Inara untuk introspeksi diri dan tidak memberikan dendam atas luka masa lalu pada orang lain. Ia menegaskan bahwa sikap Inara tidak boleh memengaruhi kehidupan anaknya kelak.
“Harusnya kalau dia emang tahu rasa sakitnya itu sepahit apa, dia harus bisa intrispeksi diri. Aku nggak mau nih ngasih luka, apalagi kalau dia ada anaknya perempuan. Pasti nggak mau lah anaknya begitu.”
Di akhir pembicaraan, Mawa menekankan pentingnya saling mendukung antar sesama perempuan. Ia mengingatkan bahwa perempuan seharusnya tidak merasa perlu menyakiti orang lain hanya karena merasa sendiri.
“Perempuan manapun harusnya kalau terkait perasaan harus aware juga. Nggak ada perempuan yang ‘kamu tuh harus sakit juga kaya yang gue rasain’. Kalau perempuan baik-baik itu seperti itu ya, bund. Kalau perempuan udah ngerasa dirinya hancur, traumanya ada, lukanya dia ada, aku harapannya jangan sampai memberikan lukanya pada orang lain. Harusnya memperbaiki diri sendiri, melakukan hal-hal baik, dan tidak masuk ke rumah tangga orang.”
Konflik Mawa, Insan, dan Inara
Dalam kasus ini, kuasa hukum Insan, Tommy Tri Yunanto, mengungkap bahwa Inara memberikan batas waktu sampai sebelum Ramadan 2026 untuk mengambil keputusan. Inara meminta Insan untuk memilih antara dirinya atau Mawa, istri sahnya yang telah dinikahi selama tujuh tahun.
“Inara memberikan limit waktu kepada Insanul untuk memilih ya sampai dengan sebelum puasa,” kata Tommy, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Tommy, Inara saat ini sedang bingung dengan nasib pernikahan sirinya. Jika Insan tidak memiliki kepastian, maka Inara akan mundur. Ia menilai bahwa situasi saat ini sangat tidak memungkinkan untuk ketiganya berdamai dan hidup bersama.
“Biarkan Insanul bisa memberikan kepastian terhadap Mawa atau dengan Inara, karena dua-duanya udah nggak mungkin, kalau saya lihat di sini udah nggak mungkin. Biarkan Insanul pilih, kalau memang masih mau sama Mawa, ya lanjutkan dan buat komitmen. Kalau tidak, tinggalkan Mawa, biar sama si Inara,” tambah Tommy.
Kisruh antara Mawa, Insan, dan Inara bermula dari pernikahan siri yang dilakukan Insan tanpa izin Mawa. Setelah adanya video CCTV yang menunjukkan hubungan antara Inara dan Insan, Mawa membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya. Meski begitu, Mawa tetap menolak ajakan berdamai atau restorative justice (RJ).





