Makan Malam di Atas Pukul 7: Mitos atau Fakta?
Makan malam di atas pukul 7 sering dianggap sebagai kebiasaan yang tidak sehat, bahkan bisa menyebabkan obesitas. Namun, ternyata ada beberapa fakta yang menunjukkan bahwa hal ini tidak selalu benar. Keputusan untuk makan malam di waktu tertentu tergantung pada gaya hidup dan kondisi tubuh setiap individu.
Menurut Bobby Andreas Ida, seorang atlet bodybuilder sekaligus content creator, banyak orang menganggap makan malam di atas pukul 7 malam sebagai kebiasaan buruk. Alasannya adalah karena mereka percaya bahwa tubuh tidak memiliki cukup aktivitas untuk membakar kalori yang dikonsumsi.
“Argumentasinya adalah energi yang dikonsumsi dalam bentuk makanan tidak bisa dibakar di malam hari karena tidak ada aktivitas,” jelasnya dalam sebuah konten Instagram Reels.
Sistem Pencernaan Tidak Secepat Itu
Bobby menjelaskan bahwa sistem pencernaan manusia tidak bekerja secepat yang kita bayangkan. Proses pencernaan membutuhkan waktu yang berbeda-beda tergantung jenis makanan yang dikonsumsi.
“Faktanya, sistem pencernaan tidak secepat seperti kamu pikirkan. Durasi untuk mencerna makanan sampai melewati usus halus dan usus besar rata-rata 6-8 jam. Dalam 24-72 jam, makanan akan sepenuhnya dicerna,” tambahnya.
Atas dasar ini, ia menegaskan bahwa konsep makan pagi berat dan makan malam ringan tidak sepenuhnya benar. Kebiasaan makan di malam hari bukanlah faktor utama penyebab gemuk, melainkan jumlah makanan yang dikonsumsi.
“Faktor utama yang membuat gemuk adalah kebanyakan makan, bukan jam makan,” ujarnya.
Tergantung Orang, Tidak Bisa Dipukul Rata
Meskipun demikian, Bobby juga mengakui bahwa makan malam di atas pukul 7 bisa menyebabkan kesulitan tidur bagi sebagian orang. Hal ini terjadi karena perut yang terasa penuh dapat mengganggu kualitas tidur.
“Tapi, makan berat sebelum tidur punya kemungkinan untuk mengurangi kualitas tidur, karena ada orang yang susah tidur kalau perut terasa berat,” jelasnya.
Oleh karena itu, baik atau buruknya makan malam di atas pukul 7 tergantung pada individu masing-masing. Faktor-faktor seperti gaya hidup dan tujuan pribadi harus dipertimbangkan.
“Sehingga makan di atas jam 7 malam baik atau tidak tergantung orangnya dengan memperhatikan gaya hidup dan goals masing-masing. Tidak bisa dipukul rata,” pungkasnya.
Kesimpulan
Dari penjelasan Bobby Andreas Ida, kita dapat memahami bahwa makan malam di atas pukul 7 tidak selalu buruk. Kunci utamanya adalah keseimbangan antara jumlah makanan yang dikonsumsi dan aktivitas harian. Setiap orang memiliki kebutuhan dan kondisi tubuh yang berbeda, sehingga tidak semua orang akan merasakan dampak negatif dari makan malam di waktu tertentu.
Kesadaran akan pola makan dan gaya hidup yang sehat sangat penting untuk menjaga keseimbangan tubuh. Jadi, jangan hanya terpaku pada jam makan, tetapi lebih fokus pada kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi.
