Kehidupan Mandala Rizky Syahputra: Perjuangan Seorang Anak Yatim dengan Sepatu yang Terlalu Kecil
Mandala Rizky Syahputra, seorang siswa SMK di Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026) setelah menjalani perjuangan panjang akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Dalam kehidupannya sehari-hari, ia memakai sepatu ukuran 40 padahal ukuran kakinya sudah mencapai 44. Hal ini menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan di kakinya, yang akhirnya berujung pada kematian.
Fakta-Fakta Menyentuh tentang “Sepatu Sempit” Mandala
-
Bekerja Delapan Jam Demi Membantu Ibu
Di usia muda, Mandala memilih bekerja sambil sekolah demi membantu ibunya, Ratna Sari, membayar biaya sewa rumah. Ia mengikuti program bantuan kerja di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda dan bekerja dari pukul 14.00 hingga 22.00 WITA setiap hari. Uang hasil kerjanya sebesar Rp 840 ribu per bulan seluruhnya diberikan kepada ibunya untuk kebutuhan kontrakan. Keinginan Mandala sederhana, hanya ingin membantu agar mereka tidak diusir dari rumah kontrakan. -
Menahan Sakit karena Sepatu Sudah Kekecilan
Mandala terpaksa menggunakan sepatu lama ukuran 40, meskipun ukuran kakinya sudah mencapai 44. Pada awal bekerja, ia mulai merasakan sakit di bagian kaki akibat harus berdiri berjam-jam. Untuk mengurangi rasa sakit, ia meminta ganjalan empuk dari bungkus apel. -
Pesan Terakhir ke Guru: “Bu, Boleh Saya Pakai Sandal Saja?”
Salah satu bagian paling menyentuh dari kisah ini adalah permintaan terakhir Mandala kepada wali kelasnya. Sebelum meninggal, ia meminta izin agar diperbolehkan memakai sandal ke sekolah karena sepatunya sudah terlalu sempit dan membuat kakinya sakit. Permintaan sederhana itu kini menjadi pengingat tentang beratnya perjuangan yang dipikul seorang siswa di usia muda. -
Disdikbud Kaltim Tegaskan Penyebab Meninggal karena Infeksi
Meski ada dugaan bahwa sepatu sempit memicu gangguan kesehatan, Disdikbud Kaltim menegaskan bahwa penyebab kematian Mandala adalah infeksi. Namun, peristiwa tersebut menjadi evaluasi penting agar tidak ada siswa mengalami kesulitan sekolah akibat keterbatasan ekonomi. -
Kronologi Meninggalnya Mandala
Pihak SMKN 4 Samarinda telah memberikan informasi lengkap tentang kronologi kematian Mandala. Dari bulan Ramadhan 2026 hingga 24 April 2026, terjadi beberapa kejadian penting, termasuk kunjungan ke rumah Mandala dan upaya bantuan dari sekolah. Namun, kabar duka datang saat Mandala meninggal dunia sebelum rencana bantuan bisa terlaksana.
Penjelasan Sekolah dan Sang Ibu
SMKN 4 Samarinda membantah bahwa sepatu menjadi penyebab kematian Mandala. Mereka menegaskan bahwa tanpa diagnosa medis yang lengkap, sepatu tidak dapat disebut sebagai penyebab kematian. Selain itu, sang ibu, Ratnasari, mengakui bahwa ia melarang anaknya bercerita tentang kesulitan keluarga kepada sekolah atau teman-teman.
Ratnasari membenarkan bahwa Mandala memiliki ukuran kaki 44, namun terpaksa memakai sepatu ukuran 40. Ia berkali-kali meminta agar dibelikan sepatu baru kepada ibunya. Setiap hari, kaki Mandala merah dan sakit sekali, tetapi ia tetap memakai sepatu itu. Pembungkus buah warna pink diselipkan supaya tidak sakit. Namun, kondisi Mandala semakin buruk saat magang di pusat perbelanjaan, sehingga infeksi memperparah kondisinya. Akhirnya, Mandala meninggal dunia saat dalam kondisi tidur. Ia pernah berkata, “Bu, bisa tidak belikan Mandala sepatu?” Ibu Mandala menjawab, “Nanti dulu,” dan Mandala menjawab, “Mandala lupa kalau Mandala anak yatim.”





