Infomalangraya.net — Persebaya Surabaya tidak menempatkan market value sebagai ukuran utama kekuatan klub saat memasuki Super League 2026/2027, meski nilai skuadnya mencapai Rp 101,25 miliar berdasarkan data Transfermarkt.

CEO Persebaya Surabaya Azrul Ananda menegaskan, fokus Green Force justru berada pada pembinaan pemain muda, pengembangan sumber daya manusia, sports science, dan fondasi klub.

Mengapa Market Value Bukan Ukuran Utama?

Azrul Ananda menyampaikan pandangan tersebut saat Persebaya Surabaya menggelar Launching Synergy Persebaya di halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu 29 Agustus 2026.

Agenda itu menjadi momentum Green Force memperkenalkan skuad yang akan berjuang pada Super League 2026/2027 sekaligus memaparkan visi pengembangan klub.

Menurut Azrul, market value pemain hanya menggambarkan bagian yang terlihat dari kekuatan sebuah klub profesional.

Ia mengibaratkannya seperti iceberg atau gunung es karena angka yang muncul di permukaan belum menggambarkan seluruh nilai yang dimiliki sebuah tim.

“Bicara market value, Persebaya mungkin tak akan menjadi yang tertinggi,” jelas Azrul.

“Sebab Persebaya selama ini fokus pada pembinaan pemain-pemain muda. Secara market value, angka mereka (pemain muda) tidak besar atau mungkin angkanya belum muncul.”

“Tapi ada value yang besar di balik proses membawa mereka dari junior ke level yang lebih tinggi.”

Pandangan tersebut terlihat dari posisi Persebaya Surabaya dalam daftar sementara market value klub Super League 2026/2027 berdasarkan data Transfermarkt.

Green Force berada di peringkat kelima dengan total nilai pasar Rp 101,25 miliar dari 31 pemain, rata-rata usia 26,2 tahun, serta memiliki 10 pemain asing.

Persebaya Surabaya di Peringkat Kelima

Dalam daftar tersebut, Persib Bandung menempati posisi teratas dengan total nilai pasar Rp 165,73 miliar dari 33 pemain.

Persija Jakarta berada di posisi kedua dengan Rp 162,52 miliar, disusul Dewa United Banten FC sebesar Rp 105,59 miliar dan Bali United FC dengan Rp 103,59 miliar.

Persebaya Surabaya memiliki rata-rata nilai pasar pemain sebesar Rp 3,27 miliar, sedikit di bawah Bali United FC yang mencapai Rp 3,34 miliar.

Angka tersebut juga terpaut cukup jauh dari Persib Bandung yang mencatat rata-rata Rp 5,02 miliar dan Persija Jakarta dengan Rp 4,92 miliar.

Namun, posisi tersebut tidak membuat manajemen Persebaya Surabaya mengubah arah kebijakan klub.

Azrul justru melihat perbedaan nilai pasar sebagai konsekuensi dari strategi jangka panjang yang memberi ruang lebih besar kepada pemain muda untuk berkembang.

Pemain muda memang memiliki nilai pasar yang cenderung belum tinggi ketika baru naik dari level junior.

Nilai tersebut berpotensi berubah seiring menit bermain, perkembangan performa, pengalaman kompetisi, serta kontribusi pemain bersama tim utama.

Investasi Persebaya Tak Hanya untuk Pemain

Azrul juga menjelaskan investasi Persebaya Surabaya tidak berhenti pada aktivitas mendatangkan pemain.

Klub asal Kota Pahlawan itu mengalokasikan sumber daya untuk berbagai elemen yang mendukung perkembangan pemain dan peningkatan performa tim.

“Selain itu, di Persebaya, investasi tidak berhenti pada pembelian pemain,” ujar Azrul.

“Ada investasi besar yang kami lakukan untuk pembinaan pemain muda, tim kepelatihan, infrastruktur sports science, system scouting, departemen analis, dan berbagai aspek lain yang mendukung performa tim.”

Pendekatan tersebut membuat pembangunan skuad tidak semata-mata bergantung pada pemain dengan harga pasar tinggi.

Persebaya Surabaya juga berusaha menciptakan sistem yang memungkinkan pemain berkembang melalui pembinaan, dukungan tim kepelatihan, pemantauan scouting, analisis pertandingan, hingga penerapan sports science.

Strategi itu menjadi penting ketika Green Force harus menghadapi persaingan Super League 2026/2027 dengan tuntutan performa yang semakin tinggi.

Dengan fondasi tersebut, pemain muda diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap skuad, tetapi mampu berkembang menjadi aset penting klub dalam jangka panjang.

Bernardo Tavares dan Proyek Jangka Panjang

Investasi pada sumber daya manusia juga terlihat dari proses Persebaya Surabaya mendapatkan pelatih kepala Bernardo Tavares.

Azrul mengungkapkan, komunikasi dengan pelatih asal Portugal tersebut sebenarnya sudah dijajaki sejak sekitar tiga tahun lalu.

Namun, rencana tersebut tidak bisa langsung diwujudkan karena Bernardo Tavares masih memiliki kewajiban profesional bersama klub sebelumnya.

Persebaya Surabaya akhirnya baru bisa merealisasikan kerja sama tersebut pada pertengahan musim lalu setelah situasi memungkinkan.

“Bahkan bicara tim kepelatihan, sebenarnya sudah sejak tiga tahun lalu Persebaya sudah menjajaki komunikasi dengan Bernardo Tavares,” kata Azrul.

“Namun karena Tavares saat itu harus menghormati kontrak dengan klub lamanya, maka misi itu baru bisa direalisasikan tengah musim lalu.”

Proses panjang tersebut memperlihatkan pendekatan Persebaya Surabaya tidak selalu berorientasi pada hasil instan.

Klub berupaya menyiapkan elemen-elemen penting secara bertahap agar fondasi tim dapat berkembang seiring target kompetitif di lapangan.

Sinergi Jadi Kekuatan Persebaya

Bagi Azrul, membangun klub profesional tidak bisa dilakukan hanya oleh manajemen dan pemain.

Persebaya Surabaya membutuhkan dukungan ekosistem yang melibatkan Bonek, sponsor, partner, Pemerintah Kota Surabaya, serta berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap perkembangan klub.

Pesan tersebut sekaligus menjadi alasan penggunaan tema “Synergy” dalam agenda launching skuad Persebaya Surabaya.

Sinergi dipandang sebagai bagian penting untuk memperkuat klub, bukan hanya dalam menghadapi kompetisi musim 2026/2027, tetapi juga dalam perjalanan menuju target jangka panjang.

Dengan market value Rp 101,25 miliar, Persebaya Surabaya memang belum berada di posisi teratas daftar sementara Super League.

Namun bagi Azrul, angka tersebut hanya bagian kecil dari gambaran besar karena nilai sesungguhnya juga berada pada pemain muda, sistem pembinaan, sports science, kepelatihan, scouting, analis, serta sinergi seluruh elemen klub.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version