Hari Ketiga Ramadan: Momentum untuk Menyempurnakan Ibadah
Hari ketiga Ramadan menjadi momen penting bagi umat Islam dalam memperkuat iman dan meningkatkan kualitas ibadah. Pada hari ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa, istigfar, serta meneguhkan niat puasa dengan ikhlas. Dengan menjalani puasa dengan penuh keimanan, seseorang akan mendapatkan pengampunan dosa serta ganjaran surga.
Berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Oleh karena itu, hari ini, Sabtu, 21 Februari 2026, adalah hari ketiga puasa Ramadan. Umat Islam memiliki kesempatan besar untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah dan meraih keberkahan bulan suci.
Ramadan merupakan bulan istimewa yang penuh rahmat dan keutamaan. Dalam bulan ini, Allah SWT melimpahkan berbagai keistimewaan kepada hamba-Nya yang menjaga syariat dan adab dalam berpuasa. Salah satu keistimewaannya adalah pahala yang dilipatgandakan tanpa batas bagi mereka yang menjaga kesucian diri dan menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh.
Melalui ibadah puasa, seorang hamba tidak hanya ditempa secara fisik dengan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dibina secara spiritual untuk mencapai derajat takwa—tujuan tertinggi dari seluruh bentuk ibadah. Keutamaan Ramadan juga ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan memahami fadhilah puasa hari ketiga Ramadan, diharapkan setiap Muslim pada tahun 2026 dapat menjalani hari-hari berikutnya dengan penuh keikhlasan, serta memanfaatkan waktu luang untuk berzikir dan membaca Al-Qur’an.
Keutamaan Puasa Hari Ketiga Ramadan
Dalam Kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah karya Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi dijelaskan berbagai keutamaan bulan Ramadan. Disebutkan bahwa keutamaan puasa hari ketiga Ramadan adalah Allah SWT menganugerahkan kepada orang yang berpuasa sebuah taman permata yang indah di surga Firdaus.
Di atasnya terdapat dua belas ribu rumah dari cahaya, di bawahnya dua belas ribu tempat tidur, dan pada setiap tempat tidur terdapat bidadari. Setiap hari seribu malaikat datang berkunjung, masing-masing membawa hadiah bagi orang yang berpuasa. Para malaikat itu juga menyampaikan kabar ampunan dosa.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya, dalam salah satu tausiyahnya turut menjelaskan sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan Ramadan. Rasulullah menggambarkan bahwa:
“Setiap hari dari hari-hari Ramadhan, Allah memiliki ribuan hamba-Nya yang harus dibebaskan dari siksaan api neraka pada saat mereka akan berbuka puasa. Mereka sebenarnya sudah siap untuk dimasukkan ke dalam api neraka.”
“Demikian pula pada hari terakhir dari bulan Ramadhan Allah membebaskan hamba-hamba-Nya yang telah berpuasa, yang jumlahnya sama dengan yang dibebaskan pada hari-hari sebelumnya, sejak hari pertama.”
Ahmad Thib Raya juga mengutip hadis tentang fadhilah Ramadan yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibn Mas’ud dalam Musnad-nya:
“Dari Ibn Mas’ud r.a., dia mendengar Rasulullah bersabda pada saat awal Ramadhan: “Jika hamba-hamba Allah mengetahui rahasia-rahasia yang terdapat di dalam bulan Ramadhan, maka umatku akan berharap agar Ramadhan itu terjadi sepanjang tahun.”
Doa dan Niat Puasa Ramadan
Selain memperbanyak doa dan istigfar, umat Islam juga dianjurkan untuk memperkuat niat puasa dengan ikhlas. Berikut bacaan doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca, khususnya pada malam-malam istimewa Ramadan:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin: Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini mencerminkan esensi Ramadan sebagai bulan ampunan dan penyucian diri. Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk membersihkan hati dari dosa.
Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada doa tertentu yang diwajibkan khusus pada malam Ramadan. Setiap Muslim dapat memanjatkan doa kebaikan sesuai kebutuhan masing-masing, seperti doa memohon kesehatan agar kuat berpuasa, doa agar khusyuk dalam salat tarawih, serta doa agar Ramadan menjadi sarana perbaikan diri.
Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk memperbanyak doa sepanjang Ramadan. Dalam hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.
Bacaan Niat Puasa Ramadan
Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim dijelaskan bahwa sebenarnya tidak ada kewajiban melafalkan niat puasa. Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama”.
Meski demikian, sebagian kalangan tetap membiasakan melafalkan niat sebagai bentuk penegasan hati. Berikut bacaan niat puasa Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”





