Hidup di usia 70-an tidak harus berarti melambat atau kehilangan semangat. Justru, banyak penelitian menunjukkan bahwa kualitas hidup pada usia lanjut sangat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Banyak orang tetap terlihat segar, aktif, dan bahagia karena mereka mampu meninggalkan pola lama yang tidak lagi sesuai dengan kesehatan tubuh dan pikiran. Sebaliknya, kebiasaan kecil yang dibiarkan berlarut-larut bisa mempercepat penurunan energi, suasana hati, hingga fungsi kognitif.

Berikut beberapa kebiasaan yang perlu mulai ditinggalkan agar usia 70-an tetap terasa muda dan bermakna:

  • Begadang

    Tidak bisa dipungkiri bahwa begadang sering kita lakukan tanpa berpikir panjang sejak masa muda. Namun, saat memasuki usia 70-an, kebiasaan ini perlu dipertimbangkan kembali. Tidur larut di usia lanjut memiliki dampak lebih besar dibandingkan saat muda. Ritme sirkadian yang terganggu dapat mempercepat kelelahan fisik dan penurunan daya ingat. Penelitian dalam Sleep Medicine Reviews menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk pada lansia berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif dan suasana hati. Contohnya, begadang menonton televisi hingga larut malam membuat tubuh terasa lemas keesokan harinya.

  • Gaya hidup kurang aktif

    Banyak orang menganggap usia lanjut sebagai alasan untuk berhenti bergerak. Padahal, kurang aktivitas fisik justru mempercepat penurunan kekuatan otot dan stamina. Jurnal The Lancet Healthy Longevity menegaskan bahwa aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau senam lansia dapat meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang kemandirian. Contohnya, rutin berjalan pagi membuat tubuh lebih bertenaga dan tidur lebih nyenyak. Intinya, bergerak bukan soal berat, tetapi konsisten.

  • Kebiasaan diet yang ketinggalan zaman

    Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh sering kali terbawa hingga usia tua. Padahal, kebutuhan nutrisi berubah seiring bertambahnya usia. Penelitian dalam Nutrients Journal menunjukkan bahwa pola makan seimbang dengan serat, protein, dan antioksidan membantu menjaga fungsi otak dan otot lansia. Misalnya, mengganti cemilan manis dengan buah segar memberi energi tanpa lonjakan gula darah.

  • Terus memikirkan masa lalu

    Mengenang masa lalu memang wajar, tetapi jika terus terjebak di dalamnya, tentu bisa menghambat kebahagiaan saat ini. Psikologi menyebutnya sebagai ruminasi yang berkaitan dengan penurunan kesejahteraan mental. Studi dalam Journal of Aging and Mental Health menemukan bahwa fokus berlebihan pada masa lalu meningkatkan risiko depresi pada lansia. Contohnya, terlalu sering menyesali keputusan lama membuat hari terasa berat.

  • Mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin

    Merasa “baik-baik saja” sering menjadi alasan menunda cek kesehatan. Padahal, banyak penyakit pada usia lanjut berkembang tanpa gejala awal. Penelitian dalam BMJ Open menunjukkan bahwa pemeriksaan rutin membantu deteksi dini dan meningkatkan harapan hidup. Misalnya, cek tekanan darah atau gula darah secara berkala dapat mencegah komplikasi serius.

  • Menghindari teknologi

    Sebagian lansia memilih menjauh dari teknologi karena merasa rumit. Padahal, teknologi justru bisa memperluas koneksi sosial dan stimulasi kognitif. Studi dalam Gerontology menunjukkan bahwa penggunaan teknologi sederhana seperti video call bisa membantu mengatasi rasa kesepian. Contohnya, belajar menggunakan ponsel untuk berkomunikasi dengan keluarga membuat hari terasa lebih hidup.

Dengan mengubah kebiasaan-kebiasaan ini, usia 70-an bisa menjadi masa yang penuh makna, aktif, dan bahagia. Kuncinya adalah konsistensi dan kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik maupun mental.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version