Persebaya Surabaya Menghadapi Masalah Kuota Pemain Asing

Persebaya Surabaya, klub kebanggaan Bonek, kini sedang menghadapi isu panas terkait jumlah pemain asing di skuad mereka. Saat ini, klub tersebut memiliki 13 pemain non-WNI dalam daftar resmi, sementara regulasi Super League 2025/2026 hanya memperbolehkan maksimal 11 nama yang didaftarkan.

Isu ini muncul setelah Persebaya secara resmi memperkenalkan Gustavo Fernandes sebagai rekrutan terbaru. Bek asal Brasil ini diperkenalkan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Sabtu (10/1/2026) sore. Selain Gustavo, beberapa pemain asing lain juga hadir dalam acara tersebut, seperti Jefferson Silva, Bruno Paraiba, serta pelatih kepala baru Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares.

“Bruno Paraiba, Jefferson Silva dan Gustavo Fernandes dan coach Bernardo Tavares resmi diperkenalkan di hadapan Bonek dan Bonita sore ini,” tulis akun Persebaya Surabaya.

Kehadiran sosok-sosok baru ini disambut antusias oleh ribuan suporter yang memadati stadion. Menurut data Transfermarkt, Gustavo Fernandes merupakan bek tengah asal Brasil yang sebelumnya memperkuat klub Portugal, Penafiel. Kehadirannya menambah jumlah pemain asing di Persebaya menjadi 13, melebihi batas maksimal yang diizinkan oleh regulasi liga.

Di sektor bek tengah saja, Persebaya Surabaya kini memiliki empat pemain asing. Mereka adalah Leo Lelis, Risto Mitrevski, Dime Dimov, serta Gustavo Fernandes yang baru bergabung. Situasi ini membuat persaingan internal semakin ketat, baik di lini belakang maupun di posisi lainnya.

Hingga saat ini, manajemen Persebaya Surabaya belum mengumumkan siapa dua pemain asing yang akan dicoret. Keputusan ini dinanti karena akan sangat menentukan keseimbangan tim menjelang kompetisi bergulir.

Komposisi Pemain Asing Persebaya Surabaya

Daftar pemain asing Persebaya Surabaya saat ini diisi oleh nama-nama berpengalaman. Di sektor sayap, ada Bruno Moreira dan Gali Freitas yang dikenal eksplosif. Lini tengah diperkuat Francisco Rivera, Milos Raickovic, dan Bruno Paraiba, yang memiliki peran vital dalam menjaga tempo permainan tim.

Di lini depan, Persebaya Surabaya memiliki stok melimpah lewat Mihailo Perovic, Dejan Tumbas, dan Diego Maurício. Ketiganya dikenal tajam dan punya rekam jejak mencetak gol di klub sebelumnya. Sementara di lini belakang, selain Gustavo Fernandes, ada Jefferson da Silva yang baru direkrut sebagai bek kiri. Persebaya Surabaya juga masih menyimpan Leo Lelis sebagai bek tengah Brasil yang sudah lebih dulu bergabung.

Aturan Super League 2025/2026

Regulasi Super League 2025/2026 sangat tegas soal kuota pemain asing. Dalam PASAL 12 tentang pendaftaran pemain tertulis, “Klub diperbolehkan mendaftarkan maksimal 11 (sebelas) Pemain asing (non warga negara Indonesia).” Aturan tersebut tak memberi ruang toleransi. Jika Persebaya Surabaya tetap mempertahankan 13 pemain asing, maka dua nama harus rela tersingkir dari daftar resmi.

Aturan ketat juga berlaku saat pertandingan berlangsung. Hal itu tertuang dalam PASAL 44 tentang formulir pertandingan. “Klub dapat memasukkan maksimal 7 (tujuh) Pemain asing dalam starting XI. 2 (dua) pemain asing lainnya dapat didaftarkan sebagai Pemain cadangan, sepanjang dilapangan maksimal 7 (tujuh) Pemain asing,” bunyi regulasi tersebut.

Aturan ini menegaskan tanggung jawab penuh ada di tangan klub. Konsekuensi pelanggaran pun sangat berat. Klub bisa dinyatakan kalah 0-3 jika melanggar ketentuan jumlah pemain asing di lapangan.

Tantangan bagi Persebaya Surabaya

Dengan kondisi ini, Persebaya Surabaya berada di persimpangan penting. Keputusan mencoret dua pemain asing tak hanya soal teknis, tetapi juga strategi jangka panjang. Bernardo Tavares diyakini akan menilai dari kebutuhan tim dan karakter permainan. Adaptasi, fleksibilitas, serta kontribusi dalam latihan bisa menjadi faktor penentu.

Bagi para pemain asing, situasi ini jelas menambah tekanan. Setiap sesi latihan dan laga uji coba menjadi ajang pembuktian agar tetap masuk dalam skuad final. Menanti dua pemain asing Persebaya Surabaya dicoret kini menjadi cerita utama jelang Super League 2025/2026. Publik Surabaya tinggal menunggu, siapa yang bertahan dan siapa yang harus angkat koper dari Kota Pahlawan.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version