Kekerasan dalam Keluarga: Dua Kasus Pembunuhan yang Melibatkan Mertua dan Menantu
Kasus kekerasan dalam rumah tangga kembali menghebohkan publik, kali ini dengan dua peristiwa pembunuhan yang melibatkan mertua dan menantu. Kedua kasus tersebut menunjukkan kerentanan konflik yang terjadi antara anggota keluarga yang tinggal satu atap.
Mojokerto: Menantu Pria Tega Bunuh Ibu Mertua dan Aniaya Istri
Di Mojokerto, seorang menantu pria tega membunuh ibu mertuanya di rumah kontrakan pelaku. Korban bernama Siti Arofah (54) ditemukan meninggal dalam kondisi berlumuran darah di ruangan tamu rumah kontrakan anaknya, pada Rabu (7/5/2026) pagi.
Terduga pelaku adalah S (40), yang merupakan menantu korban. Selain membunuh mertuanya, pelaku juga menganiaya istrinya, Sri Wahyuni (35), hingga mengalami luka parah dan kini menjalani perawatan intensif di IGD RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.
Dari keterangan polisi, pelaku S selama ini bekerja sebagai badut penjual mainan anak-anak dan balon di Mojokerto. Kejadian ini berawal dari saksi mata, Ketua RT M Suroto, yang melihat pelaku keluar dari rumah usai melakukan perbuatannya. Ia curiga karena melihat darah di tangan pelaku dan langsung melapor ke Bhabinkamtibmas dan Babinsa desa.
Polisi bersama warga mendobrak pintu rumah korban yang terkunci dari dalam. Sebelum melarikan diri, pelaku sempat mengunci korban lalu membuang kunci ke ruangan tamu dari luar rumah. Petugas juga mendobrak pintu kamar korban Wahyuni atau Bu Yuni yang terkunci dari luar oleh pelaku.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Pihaknya segera menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat sekitar pukul 09.00 WIB.
Sementara itu, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara, Porong, Kabupaten Sidoarjo untuk kepentingan autopsi. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban dan mencari barang bukti senjata tajam yang diduga digunakan pelaku.
Blitar: Menantu Perempuan Bunuh Ibu Mertua Akibat Rasa Sakit Hati
Di Blitar, kasus serupa juga terjadi. Seorang menantu perempuan tega membunuh ibu mertuanya akibat rasa sakit hati. Motif pelaku adalah karena sering dicaci maki oleh ibu mertuanya, SP (70).
Pelaku, NV (21), asal Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mengaku sering dicaci maki oleh korban. Peristiwa terjadi pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat peristiwa terjadi, anak korban atau suami pelaku sedang keluar rumah. Di dalam rumah, hanya ada pelaku, korban, dan anak korban yang berusia 1,5 tahun.
Sebelum terjadi pembunuhan, pelaku dan korban sempat bertengkar. Korban mengusir pelaku dari rumah. Dalam pertengkaran itu, korban mengambil gergaji dan mengacungkan ke arah pelaku. Hal itu semakin menyulut emosi pelaku. Pelaku kemudian mendorong korban ke kamar. Korban terjatuh di atas tempat tidur.
Saat korban terjatuh, pelaku mencekik leher korban. Pelaku juga membekap wajah korban menggunakan bantal. Pelaku melihat gunting di sekitar tempat tidur. Pelaku mengambil gunting dan menusukkan ke leher korban sebanyak tiga kali. Pelaku juga menusukkan gunting ke perut sebelah kanan korban sebanyak dua kali.
“Korban masih sempat meronta. Saat melihat korban meronta, pelaku kembali menusuk korban. Setelah korban tak berdaya, pelaku kabur bersama anaknya,” ujarnya.
Motif dan Penangkapan
Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, menjelaskan bahwa peristiwa pembunuhan yang dilakukan pelaku kepada korban secara spontanitas. “Peristiwa ini tidak direncanakan. Tindakan pelaku ini secara spontanitas. Mungkin ini puncak kemarahan pelaku kepada korban. Karena pelaku sering dicaci maki oleh korban. Korban tidak suka punya menantu pelaku,” katanya.
Pelaku menikah dengan anak korban sekitar 1,5 tahun. Setelah menikah, pelaku dan suami tinggal di rumah korban. Sekitar 2,5 jam setelah kasus dilaporkan, polisi menangkap pelaku di wilayah Tulungagung. Pelaku hendak pulang ke Tangerang.
Sebelumnya, seorang perempuan lanjut usia, SP (70), ditemukan meninggal dunia dengan luka tusuk di leher di kamar rumahnya, Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Senin (26/1/2026) pukul 23.00 WIB. SP diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh menantu perempuannya sendiri.





